Bukan Sekadar Kuliah, PPK Ormawa CARA’DE Dorong Mahasiswa Unhas Turun Tangan di Tengah Masyarakat
SETARAJATIM.COM, MAKASSAR — Mahasiswa dituntut tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mampu membaca persoalan dan menghadirkan perubahan di tengah masyarakat. Pesan itu mengemuka dalam pengenalan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) CARA’DE BEM KMF TP UH kepada mahasiswa baru Universitas Hasanuddin (Unhas).
Kegiatan yang digelar di JK Arenatorium (GOR Unhas), Sabtu (15/8/2026), tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kiprah mahasiswa dalam pengabdian sekaligus mempertegas bahwa kampus tidak boleh terpisah dari realitas masyarakat.
Ketua Tim PPK CARA’DE BEM KMF TP UH, Muhammad Agil Agus, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sekadar menyelesaikan pendidikan di ruang kelas.
“Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton atas persoalan yang terjadi di masyarakat. Ilmu yang kita dapatkan di kampus harus berani dibawa turun, diuji, dan diterjemahkan menjadi solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata Agil, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, PPK Ormawa CARA’DE hadir dengan semangat membangun perubahan melalui proses yang melibatkan masyarakat secara langsung. Pendekatan tersebut penting agar program yang dijalankan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan manfaat yang dapat dipertahankan masyarakat.
“Kami tidak ingin datang ke masyarakat hanya untuk menjalankan program lalu selesai. Yang ingin kami bangun adalah kolaborasi. Masyarakat bukan objek pengabdian, tetapi mitra yang memiliki potensi dan pengetahuan untuk bersama-sama menentukan arah perubahan,” ujarnya.
Pengenalan program kepada mahasiswa baru juga menjadi langkah strategis untuk memperluas semangat pengabdian di lingkungan Unhas. Mahasiswa baru diperkenalkan bahwa pengalaman organisasi dan pengabdian dapat menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kepekaan sosial.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. dan Wakil Rektor III Unhas Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum.
Kehadiran pimpinan universitas memperlihatkan dukungan terhadap gerakan mahasiswa yang berorientasi pada pengembangan kapasitas sekaligus kontribusi nyata kepada masyarakat.
Bagi Tim CARA’DE, tantangan pengabdian bukan sekadar bagaimana membuat sebuah program terlihat berhasil, melainkan memastikan inovasi yang dibawa mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memiliki keberlanjutan.
Agil menegaskan, keberlanjutan menjadi salah satu prinsip yang ingin ditanamkan melalui CARA’DE.
“Kalau setelah mahasiswa pergi kemudian program berhenti, berarti ada yang belum selesai. Kami ingin meninggalkan kapasitas, bukan ketergantungan. Masyarakat harus semakin kuat, mandiri, dan mampu melanjutkan inovasi yang sudah dibangun bersama,” tegasnya.
Ia berharap mahasiswa baru Unhas tidak hanya melihat organisasi kemahasiswaan sebagai tempat berkegiatan, tetapi juga sebagai ruang untuk mengasah keberanian mengambil peran di tengah persoalan sosial.
“CARA’DE bukan tentang seberapa besar program yang kami lakukan, tetapi seberapa jauh perubahan itu bisa dirasakan dan dilanjutkan. Karena bagi kami, masa depan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi harus dibangun bersama,” pungkasnya.
Melalui semangat “CARA’DE — Masa Depan Bersama”, PPK Ormawa CARA’DE BEM KMF TP UH membawa pesan bahwa kampus harus tetap terhubung dengan masyarakat. Mahasiswa bukan hanya calon sarjana, tetapi juga bagian dari kekuatan sosial yang dapat mendorong perubahan.
#PPKOrmawa2026 #KolaborasiUntukPerubahan #UniversitasHasanuddin #DesaTinggimae
Penulis : You
Editor : FA
















