Geopolitik Global, Stabilitas Nasional, dan APBD : HMI Jawa Timur Siapkan Kader Pengawal Kebijakan Publik

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Geopolitik Global, Stabilitas Nasional, dan APBD: HMI Jawa Timur Siapkan Kader Pengawal Kebijakan Publik

SETARAJATIM.COM, SURABAYA — Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jawa Timur resmi membuka kegiatan Sekolah Literasi Anggaran Daerah yang berlangsung pada 11–14 Juni 2026.

Pembukaan kegiatan digelar di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur dengan melibatkan kader-kader HMI dari berbagai cabang di Jawa Timur.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader dalam memahami tata kelola keuangan daerah, mengawasi kebijakan publik, serta mendorong partisipasi generasi muda dalam proses pembangunan daerah melalui penguatan literasi anggaran.

Koordinator Steering Committee, Dzulkarnain Jamil, mengatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kegelisahan atas masih rendahnya kesadaran publik terhadap proses penyusunan dan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Selama ini APBD sering dipandang sebagai dokumen administratif yang hanya dipahami oleh birokrasi dan legislatif. Padahal, APBD merupakan instrumen utama pembangunan yang menentukan kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, hingga pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Dzulkarnain dalam sambutannya.

Menurut dia, kader HMI perlu didorong untuk tidak hanya memahami konsep anggaran, tetapi juga mampu mengkritisi arah kebijakan pemerintah daerah, termasuk bagaimana APBD direncanakan, dialokasikan, dan digunakan.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah berasal dari rakyat. Karena itu, penggunaannya harus kembali sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Literasi anggaran menjadi penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu memastikan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan sosial benar-benar hadir dalam kebijakan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan, rendahnya partisipasi publik dalam isu penganggaran sering kali membuat ruang pengawasan menjadi sempit. Akibatnya, masyarakat hanya menjadi penonton dari berbagai kebijakan yang sejatinya memengaruhi kehidupan mereka sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Umum BADKO HMI Jawa Timur, M. Yusfan Firdaus, menilai tantangan pembangunan daerah saat ini semakin kompleks. Selain dituntut menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah juga harus mampu menjawab persoalan ketimpangan sosial, kualitas pelayanan publik, serta efektivitas belanja daerah.

“Daerah saat ini tidak hanya berhadapan dengan persoalan teknis pembangunan, tetapi juga tantangan tata kelola. Karena itu diperlukan sumber daya manusia yang mampu membaca kebijakan secara kritis dan objektif. HMI harus hadir sebagai mitra strategis yang memberikan masukan berbasis data dan kepentingan publik,” ujar Yusfan.

Ia berharap Sekolah Literasi Anggaran Daerah dapat melahirkan kader-kader yang tidak sekadar memahami angka dalam dokumen APBD, tetapi mampu melihat hubungan antara kebijakan anggaran dengan kondisi sosial masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan ini menjadi ruang lahirnya kader yang memiliki kapasitas analisis, integritas moral, dan keberanian intelektual untuk mengawal kebijakan publik secara konstruktif,” katanya.

Geopolitik Global, Stabilitas Nasional, dan APBD : HMI Jawa Timur Siapkan Kader Pengawal Kebijakan Publik

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM., mengingatkan bahwa dinamika global saat ini memberikan dampak langsung terhadap kondisi ekonomi nasional maupun daerah.

Menurut Eddy, konflik geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia telah memicu ketidakpastian ekonomi global, gangguan rantai pasok, peningkatan harga energi dan pangan, serta tekanan terhadap stabilitas keuangan banyak negara berkembang.

“Ketika konflik global terjadi, dampaknya tidak berhenti pada negara yang berperang. Harga komoditas naik, distribusi terganggu, inflasi meningkat, dan nilai tukar berbagai mata uang mengalami tekanan. Kondisi seperti ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa gejolak ekonomi global juga berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah dan kemampuan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan. Karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang utuh mengenai kondisi nasional dan internasional agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

Lebih jauh, Eddy menyoroti pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah maraknya disinformasi, propaganda digital, dan berbagai upaya adu domba yang berkembang melalui media sosial.

“Kita harus memahami bahwa tantangan bangsa hari ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga kohesi sosial dan kepercayaan publik. Di tengah derasnya arus informasi dan kampanye negatif terhadap institusi negara maupun pemerintahan, generasi muda dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, dan tetap menjaga semangat kebangsaan,” katanya.

Menurut Eddy, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kelompok intelektual yang mampu menjembatani kepentingan negara dan masyarakat melalui pendekatan yang objektif, kritis, dan berbasis fakta.

Sekolah Literasi Anggaran Daerah dijadwalkan berlangsung hingga 14 Juni 2026 dengan menghadirkan akademisi, praktisi kebijakan publik, auditor keuangan negara, serta sejumlah pemangku kepentingan yang akan membahas tata kelola APBD, mekanisme pengawasan anggaran, transparansi fiskal, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

Melalui kegiatan ini, BADKO HMI Jawa Timur berharap lahir generasi muda yang tidak hanya melek politik dan kebijakan publik, tetapi juga memiliki kemampuan mengawal anggaran daerah sebagai instrumen utama untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Sebagai penutup kegiatan pembukaan, BADKO HMI Jawa Timur bersama Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur secara simbolis mendeklarasikan gerakan “Jawa Timur Kritis, Solutif, dan Damai” sebagai komitmen bersama dalam memperkuat budaya demokrasi yang sehat, partisipasi publik yang konstruktif, serta kehidupan sosial yang harmonis di tengah berbagai tantangan global dan nasional.

Deklarasi tersebut menegaskan pentingnya membangun tradisi berpikir kritis yang berbasis data dan pengetahuan, menghadirkan solusi atas berbagai persoalan publik, serta menjaga persatuan dan kondusivitas daerah sebagai fondasi utama pembangunan.

Melalui semangat tersebut, kedua pihak berharap generasi muda Jawa Timur mampu menjadi kekuatan intelektual yang tidak hanya aktif mengawasi kebijakan publik, tetapi juga berkontribusi dalam merumuskan gagasan dan langkah nyata bagi terwujudnya Jawa Timur yang maju, berkeadilan, dan berkeadaban.

Penulis : Jos

Editor : Yud

Berita Terkait

KM LA RISKY Tenggelam di Perairan Kangean, Muatan LPG dan Material Bangunan Ikut Hanyut
Gen Z Dikepung Informasi, Muhammad Nafis Ingatkan Pentingnya Menemukan Arah Hidup
Jawab Kebutuhan SDM Logistik, ITICM Bangun Kemitraan dengan Praktisi Senior Nasional
Polsek Ganding Bongkar Kasus Sabu, Pemuda Asal Ketawang Larangan Diamankan
PPIH Bantah Tiga Jemaah Kloter 77 Embarkasi Surabaya Terlantar di Madinah, Sebut Kamar Hotel Sudah Disiapkan
Tiga Jemaah Haji Lansia Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah, Ketua Rombongan Beri Klarifikasi
Heboh! Kepala KB Darul Hikmah Pagerungan Besar Diduga Mark Up Data Siswa, Sorotan Rangkap Jabatan Kian Menguat
Sidang Korupsi BSPS Sumenep Masuki Babak Baru, Pekan Depan Terdakwa Akan Diperiksa di Pengadilan Tipikor Jatim

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:37 WIB

KM LA RISKY Tenggelam di Perairan Kangean, Muatan LPG dan Material Bangunan Ikut Hanyut

Senin, 15 Juni 2026 - 15:45 WIB

Gen Z Dikepung Informasi, Muhammad Nafis Ingatkan Pentingnya Menemukan Arah Hidup

Senin, 15 Juni 2026 - 14:19 WIB

Jawab Kebutuhan SDM Logistik, ITICM Bangun Kemitraan dengan Praktisi Senior Nasional

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:36 WIB

Polsek Ganding Bongkar Kasus Sabu, Pemuda Asal Ketawang Larangan Diamankan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:46 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Kloter 77 Embarkasi Surabaya Terlantar di Madinah, Sebut Kamar Hotel Sudah Disiapkan

Berita Terbaru