Jawab Kebutuhan SDM Logistik, ITICM Bangun Kemitraan dengan Praktisi Senior Nasional

Senin, 15 Juni 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jawab Kebutuhan SDM Logistik, ITICM Bangun Kemitraan dengan Praktisi Senior Nasional

SETARAJATIM.COM, SIDOARJO – Dalam upaya memperkuat kesiapan lulusan sekaligus memastikan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan industri, Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) Sidoarjo melakukan kunjungan strategis ke Surabaya, Jumat (12/6/2026).

Delegasi kampus tersebut bertemu dengan pakar logistik nasional, Iko Sukma, guna menjajaki kolaborasi yang lebih konkret antara dunia akademik dan industri.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Inkubator Bisnis (LPPMKSIB) ITICM, Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M. Turut hadir Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) sekaligus Kepala Laboratorium Bisnis Digital, Salsabil Fadilah Firdaus, A.Md.Pjk., S.Sos., M.Sos., C.PR., CICoR., serta Kepala Program Studi Teknik Logistik, Sutrisno Harianto, S.T., M.T.

Arvendo menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat hubungan yang sebelumnya telah terjalin antara ITICM dan Iko Sukma.

“Kunjungan ini adalah langkah strategis kami untuk menjembatani dunia akademik dengan praktisi industri. Sebelumnya kami sudah pernah terhubung, dan sekarang kembali bersilaturahmi agar hasilnya lebih konkret. Melalui sinergi ini, kami menargetkan lahirnya program riset terapan berkelanjutan serta inkubator bisnis baru di bidang logistik yang dimotori mahasiswa dan dosen ITICM,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Dalam diskusi yang berlangsung di kantor PT Bintang Laut Platinum, kawasan Perak, Surabaya, Iko Sukma menyoroti masih minimnya sumber daya manusia (SDM) logistik yang memiliki latar belakang akademik murni di bidang tersebut.

Menurutnya, selama ini kompetensi logistik lebih banyak diperoleh melalui sertifikasi dan pengalaman lapangan, sehingga kehadiran Program Studi S-1 Teknik Logistik ITICM menjadi jawaban atas kebutuhan industri.

“Kebutuhan SDM logistik saat ini belum benar-benar terpenuhi karena belum banyak yang memiliki latar belakang keilmuan teknik logistik. Selama ini kompetensinya dibangun dari sertifikasi, literasi, dan pengalaman. Sementara Program Studi S-1 Teknik Logistik ITICM hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut,” ungkapnya.

Iko juga mengapresiasi langkah ITICM yang menjadi pelopor Program Studi Teknik Logistik di Jawa Timur serta aktif melibatkan pelaku industri dalam proses pembelajaran.

“Teknik Logistik ITICM ini menjadi salah satu yang pertama di Jawa Timur dan mulai banyak dikenal sebagai referensi,” katanya.

Sebagai praktisi, Iko menegaskan komitmennya untuk berbagi pengalaman lapangan kepada mahasiswa agar memiliki bekal nyata sebelum memasuki dunia kerja.

“Kalau logistics expert itu bonek, bukan bondo nekat, tetapi bondo experience. Jadi pengalaman-pengalaman itulah yang kami bagikan kepada mahasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, Kaprodi Teknik Logistik ITICM, Sutrisno Harianto, menyatakan bahwa masukan dari praktisi sangat penting untuk memastikan kurikulum yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.

“Sebagai pionir Program Studi S-1 Teknik Logistik di Jawa Timur, kami berkewajiban mencetak lulusan yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga matang di lapangan. Masukan dari praktisi seperti Pak Iko sangat krusial agar kurikulum kami benar-benar link and match dengan dinamika serta regulasi logistik yang berlaku di dunia industri,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala BAAK ITICM, Salsabil Fadilah Firdaus. Ia menilai kunjungan tersebut membuka peluang kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, termasuk program magang dan kesiapan karier.

“Kegiatan ini memberikan wawasan langsung mengenai praktik industri yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Harapannya dapat membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi, program magang, dan kesiapan karier mahasiswa ITICM,” ujarnya.

Menuju Kerja Sama Berkelanjutan

Secara terpisah, Rektor ITICM, Dr. Sudoto, M.E., menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, pertemuan ini merupakan tahapan penting menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang didasarkan pada prinsip saling menguntungkan.

“Pertemuan ini pada dasarnya untuk menyambung kembali kerja sama dan silaturahmi sebagai langkah menuju MoU. Arahan kami, kerja sama yang dibangun harus bersifat mutualisme sehingga tidak terjadi ketimpangan antara kedua belah pihak,” kata Sudoto.

Ia berharap penjajakan tersebut mampu menemukan berbagai peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kampus maupun dunia industri.

“Dari kerja sama inilah kita mencari ruang-ruang yang dapat menciptakan hubungan yang saling melayani dan seimbang. Dengan begitu, kerja sama dapat berlangsung harmonis dan berkelanjutan untuk generasi mahasiswa berikutnya,” ujarnya.

Sebagai bentuk implementasi nyata, Sudoto menekankan pentingnya program magang dan studi banding ke perusahaan bagi mahasiswa ITICM.

“Mahasiswa perlu memperoleh wawasan yang luas dan dekat dengan dunia nyata melalui magang maupun benchmark ke perusahaan. Dari sana mereka bisa belajar bagaimana tata kelola perusahaan dijalankan secara efektif, efisien, dan produktif,” jelasnya.

Menurut Sudoto, kemitraan strategis dengan praktisi dan pelaku industri akan membantu mahasiswa memahami penerapan teknologi di dunia kerja sesuai bidang masing-masing, baik Informatika, Bisnis Digital, maupun Teknik Logistik.

“Kegiatan ini merupakan program terstruktur dan terjadwal bagi seluruh mahasiswa ITICM. Harapannya, setelah lulus mereka telah memiliki wawasan dunia nyata, siap bekerja, dan mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan perusahaan,” pungkasnya.

Penulis : Yon

Editor : Yud

Berita Terkait

KM LA RISKY Tenggelam di Perairan Kangean, Muatan LPG dan Material Bangunan Ikut Hanyut
Gen Z Dikepung Informasi, Muhammad Nafis Ingatkan Pentingnya Menemukan Arah Hidup
Polsek Ganding Bongkar Kasus Sabu, Pemuda Asal Ketawang Larangan Diamankan
PPIH Bantah Tiga Jemaah Kloter 77 Embarkasi Surabaya Terlantar di Madinah, Sebut Kamar Hotel Sudah Disiapkan
Tiga Jemaah Haji Lansia Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah, Ketua Rombongan Beri Klarifikasi
Heboh! Kepala KB Darul Hikmah Pagerungan Besar Diduga Mark Up Data Siswa, Sorotan Rangkap Jabatan Kian Menguat
Sidang Korupsi BSPS Sumenep Masuki Babak Baru, Pekan Depan Terdakwa Akan Diperiksa di Pengadilan Tipikor Jatim
Geopolitik Global, Stabilitas Nasional, dan APBD : HMI Jawa Timur Siapkan Kader Pengawal Kebijakan Publik

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:37 WIB

KM LA RISKY Tenggelam di Perairan Kangean, Muatan LPG dan Material Bangunan Ikut Hanyut

Senin, 15 Juni 2026 - 15:45 WIB

Gen Z Dikepung Informasi, Muhammad Nafis Ingatkan Pentingnya Menemukan Arah Hidup

Senin, 15 Juni 2026 - 14:19 WIB

Jawab Kebutuhan SDM Logistik, ITICM Bangun Kemitraan dengan Praktisi Senior Nasional

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:36 WIB

Polsek Ganding Bongkar Kasus Sabu, Pemuda Asal Ketawang Larangan Diamankan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:46 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Kloter 77 Embarkasi Surabaya Terlantar di Madinah, Sebut Kamar Hotel Sudah Disiapkan

Berita Terbaru