Wisata Somber Rajeh, Destinasi Unggulan Berbasis Potensi Alam di Desa Rombiya Timur Ganding
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Wisata Somber Rajeh menjadi salah satu destinasi wisata berbasis alam yang berkembang di Kabupaten Sumenep dengan memanfaatkan potensi sumber mata air alami yang telah dikenal masyarakat sejak lama, Kamis (18/6/2026).
Nama Somber Rajeh berasal dari sebutan masyarakat terhadap sumber mata air besar yang selama bertahun-tahun menjadi sumber kebutuhan air bagi warga Desa Rombiya Timur dan wilayah sekitarnya, terutama saat terjadi krisis air bersih.
Sekretaris Desa Rombiya Timur sekaligus Tim Pengelola Wisata Somber Rajeh, Hannan, menjelaskan bahwa nilai historis sumber mata air tersebut menjadi alasan utama nama Somber Rajeh tetap dipertahankan hingga kini.
“Penamaan Somber Rajeh berasal dari sumber mata air yang sejak dahulu dikenal masyarakat sekitar hingga luar daerah. Sumber mata air ini menjadi alternatif utama ketika terjadi krisis air di desa dan wilayah sekitarnya. Karena memiliki nilai historis yang kuat, nama Somber Rajeh tetap dipertahankan hingga saat ini sebagai identitas destinasi wisata,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Pada awal pengembangannya, daya tarik utama wisata ini adalah keberadaan sumber mata air yang luas dan jernih. Kawasan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai lokasi pemancingan yang cukup diminati masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, pengelola terus melakukan berbagai pengembangan guna meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisata. Saat ini, Wisata Somber Rajeh telah dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari taman bernuansa bunga sakura yang menghiasi sejumlah sudut kawasan, kolam renang anak, hingga wahana perahu kayuh yang memungkinkan pengunjung menikmati keindahan area sumber mata air.
Hannan mengatakan, pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan pengelolaan dan kondisi keuangan wisata.

“Awalnya daya tarik utama hanya sumber mata air dan area pemancingan. Namun, seiring berkembangnya pengelolaan dan perputaran pendapatan wisata, kami berupaya melakukan pembaruan infrastruktur sedikit demi sedikit agar pengunjung semakin nyaman dan memiliki lebih banyak pilihan wahana rekreasi,” jelasnya.
Di balik perkembangan tersebut, pengelola juga menghadapi berbagai tantangan. Pada masa awal pengembangan, salah satu kendala yang muncul adalah adanya stigma negatif dari sebagian masyarakat yang menganggap keberadaan tempat wisata berpotensi menimbulkan dampak sosial maupun lingkungan.
Untuk mengatasi hal itu, pihak pengelola melakukan pendekatan dan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat agar keberadaan wisata dapat dipahami sebagai sarana rekreasi keluarga sekaligus penggerak ekonomi desa.
Selain itu, keterbatasan pendanaan juga menjadi tantangan tersendiri. Sebagian besar pembangunan dan pengembangan fasilitas dilakukan dengan memanfaatkan dana desa serta pendapatan yang diperoleh dari operasional wisata.
“Pengembangan wisata memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, kami harus menyesuaikan pembangunan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Namun demikian, kami tetap berupaya melakukan pengembangan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam upaya memperluas jangkauan pengunjung, pengelola memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana promosi utama. Berbagai platform media sosial digunakan untuk memperkenalkan potensi wisata kepada masyarakat luas.
Selain promosi digital, pengelola juga rutin menggelar berbagai kegiatan dan event kreatif guna meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata.
Melalui berbagai upaya tersebut, Wisata Somber Rajeh diharapkan mampu menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan rekreasi keluarga, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Desa Rombiya Timur dan wilayah sekitarnya.
Penulis : Moh. Abbadi
Editor : WH
















