Puskesmas Pandian Deteksi Dini PTM, Siswa dan Guru MTsN 1 Sumenep Jadi Sasaran Skrining Kesehatan
SETARAJATIM.COM, SUMENEP — Upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM) terus diperkuat di lingkungan pendidikan. Puskesmas Pandian bersama Tim Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep menggelar sosialisasi dan skrining PTM prioritas bagi siswa dan guru MTsN 1 Sumenep, Senin, 10 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda dan tenaga pendidik, terhadap berbagai faktor risiko PTM sekaligus mendorong deteksi dini masalah kesehatan.
Kepala Puskesmas Pandian, dr. Fatimatul Insyoniah, mengatakan, sosialisasi tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan mengenai PTM, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan meskipun seseorang belum merasakan keluhan.
“Melalui skrining, potensi masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun pengendalian bisa segera dilakukan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius” ujarnya, Senin (17/8/2026).
Ia menyebutkan, Tim PTM Puskesmas Pandian dan Tim Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Siswa dan guru MTsN 1 Sumenep menjadi sasaran utama kegiatan karena lingkungan sekolah dinilai menjadi ruang strategis untuk membangun budaya hidup sehat sejak dini.
“Pengenalan faktor risiko PTM sejak usia sekolah diharapkan dapat mendorong siswa untuk mulai menerapkan perilaku hidup sehat, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan dirinya maupun lingkungan sekitar” ungkap dr. Fatimatul.
Dirinya meminta bagi para guru, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini serta peran tenaga pendidik dalam memberikan contoh pola hidup sehat kepada peserta didik.
“PTM sendiri menjadi salah satu tantangan kesehatan yang membutuhkan pengendalian berkelanjutan. Karena itu, pendekatan melalui edukasi dan deteksi dini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah mengalami sakit atau komplikasi” terangnya.
Dikatakan Kepal Puskesmas Pandian, Dldengan kegiatan tersebut, Puskesmas Pandian menegaskan komitmennya memperluas upaya pencegahan PTM melalui pendekatan berbasis komunitas, termasuk lingkungan sekolah.
“Langkah ini sekaligus memperkuat pesan bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar mengobati penyakit, tetapi dimulai dari mengenali faktor risiko, melakukan pemeriksaan secara berkala, dan mengambil tindakan pencegahan sedini mungkin” pungkasnya.
Penulis : You
Editor : Fa
















