Ketua DPRD Sumenep: 99,9 Persen Anggota Alumni Pesantren, Politik Santri Punya Tanggung Jawab Besar
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, untuk menyoroti identitas pesantren di lingkungan legislatif sekaligus tanggung jawab moral alumni pesantren dalam berpolitik.
Pernyataan itu disampaikan Zainal Arifin di Kantor DPRD Sumenep, Kamis (22/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.
Dalam keterangannya, Zainal menyebut hampir seluruh anggota DPRD Sumenep merupakan alumni pesantren. Ia bahkan menyebut persentasenya mencapai 99,9 persen, termasuk dirinya sendiri.
“Kalau kita berbicara santri, maka kami 99,9 persen anggota DPRD adalah alumni pesantren, termasuk saya,” ujarnya.
Menurut Zainal, latar belakang pesantren bukan sekadar identitas pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan nilai dan cara seseorang menjalankan kehidupan, termasuk ketika terjun ke dunia politik.
Namun, ia mengaku tidak ingin sembarangan menyampaikan cara dirinya berpolitik dengan membawa nilai-nilai pesantren di ruang publik. Ia menilai, pernyataan dan sikap seorang pejabat berpotensi menjadi rujukan bagi orang lain, termasuk sesama alumni pesantren.
“Kalau cara pesantren saya berpolitik disampaikan di forum ini atau menjawab pertanyaan Anda, maka Anda juga alumni pesantren akan meniru gaya politik saya. Itu harganya mahal” tuturnya.
Pernyataan tersebut menempatkan politik sebagai ruang yang tidak lepas dari tanggung jawab atas sikap dan keteladanan. Bagi seorang pejabat publik, setiap ucapan maupun tindakan dapat menjadi perhatian dan memengaruhi cara orang lain memandang praktik politik.
Momentum Hari Santri Nasional pun menjadi pengingat bahwa nilai-nilai yang diperoleh dari pesantren memiliki relevansi dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lembaga legislatif.
Di Sumenep, peringatan Hari Santri Nasional juga diwarnai pelaksanaan upacara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Sementara itu, di Kantor DPRD Sumenep.
“Besarnya keterwakilan alumni pesantren di lembaga legislatif atau DPR sebagai bagian dari identitas kalangan santri di daerah tersebut” pungkasnya.
Penulis : WR
Editor : You
















