Daerah

Distribusi Zakat Tokoh Nasional di Sumenep Dijaga Ketat, Polisi Turunkan Ratusan Personel

Distribusi Zakat Tokoh Nasional di Sumenep Dijaga Ketat, Polisi Turunkan Ratusan Personel

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Di tengah khusyuknya lantunan ayat suci dan panjangnya antrean warga penerima zakat mal, ratusan personel Polres Sumenep berdiri siaga. Bukan sekadar berjaga, tetapi memastikan denyut Ramadhan 1447 Hijriah di Kota Keris tetap berdetak dalam suasana aman dan tertib, Jumat (18/2/2026).

Sebanyak 193 personel gabungan diterjunkan sejak pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB untuk mengawal pelaksanaan Sholat Tarawih dan pembagian zakat mal yang diselenggarakan tokoh nasional Said Abdullah.

Pengamanan dilakukan serentak di sejumlah titik, mulai dari Mushala Wakaf Abdullah, Masjid Laju, Masjid Naqsabandiyah, Mushala Habib Muhsin, Mushala Zainab, Mushala Ba’antar, Mushala Bahrez, hingga Masjid Fatimah Bin Gauzan.

Arus lalu lintas di sekitar lokasi diatur ketat. Petugas terlihat membentuk pola pengamanan terbuka dan tertutup, mengurai kepadatan jamaah, sekaligus mengantisipasi potensi kerumunan saat pembagian zakat berlangsung.

Polisi tidak hanya berdiri mengawasi, tetapi aktif mengarahkan warga lanjut usia, membantu menata barisan, hingga memastikan distribusi berjalan tertib.

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan dengan skala massa besar memerlukan kesiapan maksimal.

“Setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar harus dikelola dengan baik dari sisi keamanan. Kami tidak ingin ada celah gangguan sekecil apa pun. Ramadhan harus berlangsung dengan rasa aman yang nyata,” tegasnya.

Menurutnya, lonjakan aktivitas sosial selama Ramadhan berpotensi memicu kerawanan apabila tidak diantisipasi secara terukur. Karena itu, Polres Sumenep menerapkan langkah preventif dengan menempatkan personel di titik-titik strategis, termasuk akses keluar-masuk jamaah.

“Pengamanan ini bukan hanya soal menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat. Kami mengedepankan pencegahan, bukan menunggu terjadi sesuatu,” ujar Anang.

Ia juga menekankan bahwa stabilitas kamtibmas selama Ramadhan menjadi prioritas utama jajaran Polres Sumenep. Intensitas patroli malam, penjagaan rumah ibadah, hingga pengawasan kegiatan sosial akan terus ditingkatkan hingga akhir bulan suci.

“Ramadhan adalah momentum ibadah dan solidaritas. Tugas kami memastikan keduanya berjalan tanpa gangguan. Keamanan masyarakat adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya.

Dengan pengamanan yang terukur dan pendekatan humanis di lapangan, Ramadhan di Sumenep tahun ini pun berjalan dalam suasana yang damai, di mana jamaah dapat beribadah dengan tenang, dan warga penerima zakat merasakan kepedulian tanpa rasa khawatir.

(why/jodi)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button