KEK Madura Mulai Dikunci, Pamekasan Siapkan Dokumen dan Lahan

Kamis, 17 September 2026 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Kamura, Zubairi bersama Bupati Pamekasan dan jajarannya

Ketua Kamura, Zubairi bersama Bupati Pamekasan dan jajarannya

KEK Madura Mulai Dikunci, Pamekasan Siapkan Dokumen dan Lahan

SETARAJATIM.COM, PAMEKASAN — Rencana besar menjadikan Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau mulai memasuki tahap konkret. Pemkab Pamekasan memastikan dukungannya dengan menyiapkan lahan, sekaligus ikut mengawal proses pengusulan kawasan yang ditargetkan mengubah wajah industri tembakau Madura.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman saat menerima audiensi Karsana Muda Madura (KAMURA) di Rumah Dinas Bupati, kompleks Pendopo Ronggosukowati, Rabu (16/9/2026).

Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari konsolidasi KAMURA bersama pemerintah kabupaten se-Madura. Rombongan secara bergiliran mendatangi empat kabupaten untuk memastikan kesiapan daerah, terutama menyangkut lahan dan dokumen pendukung yang dibutuhkan dalam pengusulan KEK.

Kholilurrahman menegaskan, Pemkab Pamekasan tidak ingin rencana KEK berhenti sebagai gagasan. Pemerintah daerah siap terlibat dalam pengawalan proses tersebut.

“Kami ikut mengawal agar ini sukses. Berdirinya KEK di Madura adalah visi dan keinginan kita bersama,” tegas Kholilurrahman.

Menurutnya, komunikasi dan kebersamaan empat kabupaten menjadi faktor penting untuk menjaga agar agenda tersebut berjalan secara kolektif.

“Silaturahmi telah menumbuhkan semangat baru,” ujarnya.

Bukan Sekadar Lumbung Tembakau

Kholilurrahman mendorong agar potensi tembakau Madura tidak berhenti pada aktivitas budidaya dan perdagangan bahan baku.

Melalui KEK, Madura diharapkan mampu membangun rantai industri yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi daerah.

“Pertama, Madura sentra tembakau di tingkat nasional. Arahnya nanti seperti itu. Madura jadi pusat industri tembakau nasional,” katanya.

Ia juga menyatakan optimismenya terhadap konsolidasi empat kabupaten.

“Saya sangat bersemangat sekali. Ini menjadi harapan bagi kita sekalian. Kebersamaan ini membuahkan hasil,” ucapnya.

Salah satu persoalan yang kini menjadi perhatian adalah ketersediaan lahan. Kholilurrahman memastikan Pamekasan akan mengambil bagian dalam memenuhi kebutuhan tersebut.

“Lahan. Di lingkungan Pamekasan, lahan akan disiapkan,” katanya.

Empat Kabupaten Dikonsolidasikan

Ketua KAMURA Subairi Muzakki menyebut kesiapan lahan menjadi salah satu titik krusial dalam proses pengusulan KEK Tembakau Madura.

Konsep yang dibawa KAMURA adalah satu kawasan yang terintegrasi dengan empat klaster di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Dengan skema tersebut, pengembangan KEK tidak diarahkan hanya berpusat di satu kabupaten. Masing-masing daerah diharapkan memiliki peran dan memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi yang tumbuh di kawasan tersebut.

“Komitmen lahan dari setiap kabupaten adalah kunci. Tanpa itu, dokumen usulan tidak bisa naik ke tahap berikutnya,” ujar Subairi.

Karena itu, audiensi dengan pemerintah daerah bukan sekadar agenda seremonial. KAMURA tengah mengunci komitmen daerah sebagai bagian dari kelengkapan dokumen usulan.

Bangkalan dan Sumenep Sudah Bergerak

Konsolidasi di Pamekasan dilakukan setelah KAMURA bertemu dengan Pemkab Bangkalan.

Pada Selasa (15/9/2026), rombongan diterima Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Ja’far. Dalam pertemuan tersebut, Fauzan menekankan pentingnya menghindari ego sektoral antarwilayah.

Ia juga mendorong agar pengembangan tembakau Madura tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi dilanjutkan menuju industrialisasi.

Sementara pada Rabu (16/9/2026), di hari yang sama dengan audiensi di Pamekasan, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan kesiapan menyediakan 30 hektare lahan di Patean untuk mendukung rencana KEK Tembakau Madura.

Rangkaian komitmen tersebut memperlihatkan bahwa agenda KEK kini mulai bergerak dari gagasan bersama menuju pemenuhan persyaratan yang lebih konkret.

Dibawa ke Pemprov Jatim

Pengusulan KEK Tembakau Madura sebelumnya telah mendapat dukungan bersama dari para bupati se-Madura. Mereka telah menandatangani surat bersama yang meminta Gubernur Jawa Timur mengajukan Madura sebagai KEK kepada pemerintah pusat.

Koordinasi di tingkat Pemprov Jawa Timur bersama sejumlah organisasi perangkat daerah juga telah dilakukan pada 6 Agustus 2026.

Tahap berikutnya, KAMURA akan menyelesaikan rangkaian audiensi di empat kabupaten dan menghimpun komitmen lahan serta dokumen pendukung dari masing-masing pemerintah daerah.

Seluruh bahan tersebut kemudian akan dibawa ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari proses lanjutan pengusulan KEK Tembakau Madura.

Jika terealisasi, KEK tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Madura sebagai salah satu sentra tembakau nasional, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya industri pengolahan dan aktivitas ekonomi bernilai tambah di empat kabupaten.

Penulis : Lin

Editor : Yu

Berita Terkait

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci
Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas
Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Meluas, Bantuan Aspal Khofifah Hanya 1,5 Truk Jadi Sorotan
Dalam Rangka Hari Jadi Provinsi Jatim ke-81, Khofifah Gelontorkan Bansos di Sumenep
Rebut Piala DRT The Big Family, Festival Banjari Sumenep Tawarkan Hadiah Rp5 Juta
Tak Cukup Imbauan, KSOP Kalianget Tanamkan Budaya Selamat Berlayar Lewat Pesantren

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:25 WIB

DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Meluas, Bantuan Aspal Khofifah Hanya 1,5 Truk Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Dalam Rangka Hari Jadi Provinsi Jatim ke-81, Khofifah Gelontorkan Bansos di Sumenep

Berita Terbaru