Raja dan Sultan Se-Nusantara akan Berkumpul di Sumenep, Keraton Jadi Napas MEC 2026

Rabu, 16 September 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Raja dan Sultan Se-Nusantara akan Berkumpul di Sumenep, Keraton Jadi Napas MEC 2026

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Sejumlah raja, sultan, pangeran, serta kerabat kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan hadir dalam gelaran Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Kabupaten Sumenep, Sabtu, 19 September 2026.

Kehadiran para tokoh adat dan kerajaan tersebut berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Banten, Yogyakarta, hingga Maluku Utara.

Salah satu tokoh yang telah memastikan kehadirannya adalah PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, SH., M.H., Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong, Lampung. Ia juga dikenal sebagai salah satu deklarator Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).

Selain itu, hadir PYM Ahmad Sjah, Sultan Jailolo dari Kesultanan Jailolo, Halmahera Barat, serta PYM Adji Raden Mohammad Bakhrun, Sultan Gunung Tabur dari Kalimantan Timur.

Dari Cirebon, PYM Pangeran Handi, SE., MM., Raja Kaprabon XI, dijadwalkan hadir bersama rombongan penari dan kru. Kehadiran rombongan tersebut diharapkan turut memperkaya sajian seni dan budaya dalam pelaksanaan MEC 2026.

Sementara dari Sulawesi Selatan, sejumlah tokoh kerajaan yang dijadwalkan hadir di antaranya YM Andi Idris Manginruru A. Idjo Daeng Buang Karaengta Katangka dari Kerajaan Gowa dan YM Andi Mardiani We Padauleng Karaeng Suginna, S.Pd., M.Pd., KaOpuan Benteng Selayar.

Tokoh lainnya yang dijadwalkan hadir yakni YM Roswati Lasimpala dari Kerajaan Gorontalo, YM Tb Suroso dari Kerabat Kesultanan Banten, serta YM KRAy.T. Roro Fitria dari Kerabat Kesultanan Yogyakarta.

Dari lingkungan Puro Pakualaman Yogyakarta, hadir YM Dra. Hj. KRAy T. Yani WSS Kuswodijoyo, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal MAKN.

Sementara dari unsur Dewan Pakar MAKN, dijadwalkan hadir YM Dr. Ir. Andi Muhammad Isradi Zainal, MT., MH., MM., DESS., M.KKK., IPU, serta YM RH Chandra. Turut hadir YM Soni Suharsono, DPP MAKN Bidang Revitalisasi Cagar Budaya.

Adapun dari Kesultanan Sumenep, tokoh yang dijadwalkan hadir yakni YM R. Yumei Sulistyo, Psi., MM., MNLP.

Meski demikian, panitia menyebut masih terdapat sejumlah kerajaan yang melakukan koordinasi terkait kehadiran dalam MEC 2026.

“Dari Kerajaan Bone dan Kerajaan Ternate masih dalam proses koordinasi,” kata Ketua KJS, M. Hariri, Rabu, 16 September 2026.

Angkat Tema Keraton Sumenep

MEC merupakan event tahunan yang diinisiasi Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Pada pelaksanaan tahun ini, MEC mengangkat tema “Keraton Sumenep”. Tema tersebut menjadi bagian dari upaya mengangkat sejarah, budaya, sekaligus identitas Keraton Sumenep melalui pertunjukan busana karnaval dan seni budaya.

Pelaksanaan MEC 2026 juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pegiat seni lokal, komunitas, mahasiswa, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

M. Hariri mengatakan, kehadiran para tokoh kerajaan dan kesultanan dari berbagai penjuru Nusantara diharapkan tidak sekadar menambah kemeriahan acara, tetapi juga membuka ruang interaksi dan jejaring kebudayaan.

“Kami berharap kehadiran para tokoh kerajaan Nusantara tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan MEC tahun ini, tetapi juga membuka ruang silaturahmi dan pertukaran pengetahuan tentang sejarah serta kebudayaan masing-masing daerah,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman latar belakang kerajaan dan kesultanan yang hadir menjadi peluang untuk mempertemukan berbagai warisan budaya Nusantara dalam satu panggung di Sumenep.

MEC 2026 diharapkan menjadi ruang perjumpaan budaya sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan sejarah dan identitas Sumenep kepada masyarakat luas.

Penulis : Yu

Editor : FA

Berita Terkait

KEK Tembakau Madura Dikebut, Bupati Sumenep Buka Lahan 30 Hektare di Patean
Pelantikan Rektor UINSA Malah Memantik Polemik, Spanduk Penolakan hingga Isu Pemeriksaan Kejaksaan
Dijanjikan Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp288,9 Juta
Honor Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Tak Dibayar, Bendahara Daud Samsuddin Disorot
Jalan Sumenep-Kalianget Bertahun-tahun Tambal Sulam, Distribusi Kepulauan Dipertaruhkan
Enam Dusun Adu Kreativitas di Tradisi Torbangan, Warga Torbang Perkuat Budaya dan Kebersamaan
Rahman Tak Tergoyahkan, Kembali Pimpin KPP Sumenep Periode 2026-2030
KKN UA dan PIK-R Ganding Edukasi 90 Santri Hidayatul Ulum soal Kesehatan Remaja dan Pernikahan Dini

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:53 WIB

Raja dan Sultan Se-Nusantara akan Berkumpul di Sumenep, Keraton Jadi Napas MEC 2026

Rabu, 16 September 2026 - 17:24 WIB

KEK Tembakau Madura Dikebut, Bupati Sumenep Buka Lahan 30 Hektare di Patean

Rabu, 16 September 2026 - 10:25 WIB

Pelantikan Rektor UINSA Malah Memantik Polemik, Spanduk Penolakan hingga Isu Pemeriksaan Kejaksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:30 WIB

Dijanjikan Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp288,9 Juta

Senin, 14 September 2026 - 15:56 WIB

Jalan Sumenep-Kalianget Bertahun-tahun Tambal Sulam, Distribusi Kepulauan Dipertaruhkan

Berita Terbaru