Puluhan Grup Banjari Berebut Piala DRT di Sumenep, Gus Khoiron Siap Guncang Rubaru Lewat Shalawat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan malam festival Banjari Piala DRT The Big Family

Pembukaan malam festival Banjari Piala DRT The Big Family

Puluhan Grup Banjari Berebut Piala DRT di Sumenep, Gus Khoiron Siap Guncang Rubaru Lewat Shalawat

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Semarak Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sumenep tak sekadar diwarnai seremoni. DRT Gemar Bersholawat menghadirkan Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family sebagai panggung bagi puluhan grup banjari untuk unjuk kemampuan sekaligus merawat tradisi shalawat di tengah masyarakat.

Ajang seni Islami tersebut bukan hanya soal perebutan gelar juara dan hadiah jutaan rupiah. Festival ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, memperkuat persaudaraan, serta meneguhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju malam puncak DRT Gemar Bersholawat yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026, di Lapangan Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Sumenep.

Panitia menyiapkan penampilan Majelis Sholawat At-Taufiq dari Kabupaten Sampang, di bawah asuhan KH. Muhammad Khoiron Zaini atau Gus Khoiron. Kehadiran majelis tersebut diharapkan mengundang antusiasme masyarakat untuk bershalawat bersama dalam suasana religius.

Ketua Panitia Festival Banjari Al-Habsyi, Imam Mustain R., menegaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar menjadi kompetisi musik Islami, melainkan juga wadah mempertemukan komunitas pecinta shalawat dari berbagai wilayah.

“Melalui Festival Banjari Al-Habsyi ini, kami ingin menghadirkan ruang positif bagi para pecinta shalawat untuk mengembangkan potensi, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama merawat tradisi seni Islami. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumenep,” ujar Imam, saat pembukaan festival Banjari, Jumat (23/10/2026) malam.

Menurut Imam, peringatan Hari Santri Nasional seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Semangat santri perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata yang memperkuat nilai keagamaan, akhlak, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

Karena itu, festival ini diharapkan mampu menjadi alternatif kegiatan positif bagi generasi muda, sekaligus menjaga eksistensi seni banjari dan tradisi shalawat yang telah mengakar di tengah masyarakat Madura.

Persaingan antarkelompok banjari diperkirakan semakin menarik dengan hadiah yang disiapkan panitia. Juara pertama akan membawa pulang Rp5 juta beserta trofi dan piagam penghargaan.

Juara kedua memperoleh Rp3 juta, sedangkan juara ketiga mendapatkan Rp1,5 juta. Panitia juga menyediakan penghargaan khusus kategori Best Jingle dengan hadiah Rp1 juta dan piagam.

Meski hadiah menjadi daya tarik, Imam mengingatkan peserta agar tidak kehilangan esensi utama kegiatan, yakni menjunjung adab, menjaga sportivitas, dan memperkuat persaudaraan.

“Kemenangan merupakan kebanggaan, tetapi menjaga persaudaraan dan menghidupkan shalawat jauh lebih penting,” tegasnya.

Setelah festival, perhatian akan tertuju pada malam puncak DRT Gemar Bersholawat di Desa Banasare. Kehadiran Majelis Sholawat At-Taufiq bersama Gus Khoiron menjadi salah satu agenda utama yang diharapkan menarik kehadiran masyarakat dari berbagai wilayah.

Panitia mengajak masyarakat Sumenep untuk meramaikan kegiatan tersebut sekaligus menjadikannya momentum mempererat silaturahmi melalui lantunan shalawat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Sumenep untuk hadir dan meramaikan malam puncak DRT Gemar Bersholawat pada 31 Oktober 2026 di Lapangan Desa Banasare. Mari kita bershalawat bersama Gus Khoiron dan Majelis Sholawat At-Taufiq, sekaligus mempererat persaudaraan dalam suasana yang penuh keberkahan,” ajaknya.

Melalui festival dan malam puncak tersebut, DRT Gemar Bersholawat berupaya menegaskan bahwa tradisi shalawat bukan sekadar perayaan keagamaan. Di dalamnya terdapat ruang untuk membangun kebersamaan, menanamkan nilai-nilai Islami, dan mendekatkan generasi muda pada kegiatan yang positif.

Momentum Hari Santri Nasional 2026 pun diharapkan tidak berlalu sebagai agenda seremonial semata, tetapi meninggalkan semangat untuk terus menghidupkan shalawat, menjaga tradisi, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Sumenep.

Penulis : Fat

Editor : You

Berita Terkait

DRT Gemar Bersholawat di Banasare, Pemkab Sumenep: Hari Santri Jangan Berhenti pada Seremoni
Ribuan Jemaah Padati DRT Gemar Bersholawat di Banasare, UMKM Lokal Ikut Ketiban Berkah
Bahasa Madura Warnai Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi: Pembangunan Harus Menjangkau Daratan dan Kepulauan
Di Balik Haul Raja-Raja Madura, Bupati Fauzi Soroti Warisan yang Mulai Tergerus Zaman
Hari Jadi Sumenep ke-757, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Berharap Kesejahteraan Masyarakat Terus Meningkat
Guru Sumenep Tembus Podium Kompetisi AI Jatim, Dr. Rusliy Dorong Pendidik Berani Berinovasi
Bupati Sumenep Luncurkan 1001 Puisi, Literasi Pelajar Jangan Berhenti Jadi Seremoni
Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU dan Rumah Produksi Dipertanyakan, JASTRA Tagih Kejari Sumenep: Jangan Jalan di Tempat!

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

DRT Gemar Bersholawat di Banasare, Pemkab Sumenep: Hari Santri Jangan Berhenti pada Seremoni

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ribuan Jemaah Padati DRT Gemar Bersholawat di Banasare, UMKM Lokal Ikut Ketiban Berkah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Bahasa Madura Warnai Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi: Pembangunan Harus Menjangkau Daratan dan Kepulauan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Di Balik Haul Raja-Raja Madura, Bupati Fauzi Soroti Warisan yang Mulai Tergerus Zaman

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-757, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Berharap Kesejahteraan Masyarakat Terus Meningkat

Berita Terbaru