Bukan Sekadar Main Layangan, PSI Sumenep Dorong Ngonjuk Lajangan Jadi Ruang Rawat Budaya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan Sekadar Main Layangan, PSI Sumenep Dorong Ngonjuk Lajangan Jadi Ruang Rawat Budaya

SETARAJATIM.COM, SUMENEP — Tradisi lokal tidak cukup hanya dikenang, tetapi perlu terus dihidupkan di tengah masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ngonjuk Lajangan di Desa Billapora Rebba, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Kamis (20/8/2026).

Mengangkat tema “Merawat Kebudayaan, Membangun Kebersamaan”, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus mempertahankan tradisi yang mulai berhadapan dengan perubahan zaman.

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumenep, R. Ach. Djoni Tunaidy, hadir bersama Ketua DPC PSI Kecamatan Lenteng dan turut berbaur dalam kegiatan masyarakat tersebut.

Menurut Djoni, Ngonjuk Lajangan tidak semestinya dipandang sebatas permainan tradisional. Di balik aktivitas tersebut terdapat nilai kebersamaan yang semakin penting untuk dipertahankan.

“Jangan sampai budaya lokal hanya kita ingat ketika ada momentum tertentu. Budaya harus terus hadir dan dilakukan oleh masyarakat,” ujar Djoni.

Ia mendorong agar kegiatan semacam itu dapat dilaksanakan secara rutin. Sebab, menurutnya, ruang-ruang kebersamaan di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan dan membangun kepedulian sosial.

Djoni menegaskan, kegiatan di Billapora Rebba tersebut bukan berorientasi pada kompetisi atau perlombaan. Masyarakat justru diajak menikmati kegiatan secara bersama-sama tanpa menghilangkan nilai tradisinya.

“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut. Bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ikhtiar menjaga budaya dan mempererat hubungan antarmasyarakat,” katanya.

Ia juga menilai pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi muda. Tanpa regenerasi, berbagai permainan dan tradisi lokal berpotensi semakin jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Karena itu, Djoni mengajak masyarakat tidak melihat budaya sebagai sesuatu yang bersifat masa lalu. Menurutnya, budaya harus diberi ruang untuk tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ngonjuk Lajangan di Billapora Rebba akhirnya bukan sekadar aktivitas menerbangkan layangan. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, masyarakat masih memiliki ruang untuk merawat tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan.

Penulis : You

Editor : FA

Berita Terkait

Mahasiswa UPI Sumenep Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, Bukti Solidaritas di Tengah Bencana
Baznas Sumenep Tembus Kepulauan Sapeken, Bantuan RTLH Mulai Menjangkau Wilayah Terluar
Petik Laut Masalembu 2026, Ratusan Perahu Iringi Tradisi Syukur dan Seruan Jaga Laut untuk Generasi Mendatang
BEM Universitas Annuqayah Bersama Sejumlah Mitra Gelar Seminar dan Aksi Bersih Sungai, Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan
DRT The Big Family Gelar Khitan Massal Gratis untuk 200 Anak, Teguhkan Komitmen Sosial di Bulan Muharram 1448 H
Camat Ambunten Apresiasi Generasi Muda Lestarikan Tari Sintung, Dinilai Sejalan dengan Visi Pemkab Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Mahasiswa UPI Sumenep Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, Bukti Solidaritas di Tengah Bencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Bukan Sekadar Main Layangan, PSI Sumenep Dorong Ngonjuk Lajangan Jadi Ruang Rawat Budaya

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:35 WIB

Baznas Sumenep Tembus Kepulauan Sapeken, Bantuan RTLH Mulai Menjangkau Wilayah Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:14 WIB

Petik Laut Masalembu 2026, Ratusan Perahu Iringi Tradisi Syukur dan Seruan Jaga Laut untuk Generasi Mendatang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:17 WIB

BEM Universitas Annuqayah Bersama Sejumlah Mitra Gelar Seminar dan Aksi Bersih Sungai, Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan

Berita Terbaru