Sidak Masih Temukan ASN Tak Disiplin, Wabup Sumenep Desak Pimpinan OPD Bertindak
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadi momentum bagi Wakil Bupati KH Imam Hasyim untuk melontarkan teguran soal kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN). Ia mengungkapkan, inspeksi mendadak (sidak) masih menemukan pegawai yang belum sepenuhnya mematuhi aturan kedinasan.
Sorotan itu disampaikan Imam Hasyim saat memimpin upacara gabungan di lingkungan Pemkab Sumenep, Senin (19/10/2026). Di tengah suasana religius dengan para pejabat dan ASN mengenakan busana putih ala santri, ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar formalitas.
Temuan dalam sidak tersebut menjadi pengingat bahwa pembenahan disiplin birokrasi masih membutuhkan perhatian serius. Imam Hasyim pun meminta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) mengambil peran lebih aktif dalam mengawasi dan membina bawahannya.
“Kita harus disiplin masuk kantor dan dalam segala hal sebagai ASN. Kewajiban harus dilaksanakan sesuai tugas dan kemampuan masing-masing,” tegasnya.
Menurut Imam Hasyim, kedisiplinan merupakan kewajiban mendasar setiap aparatur pemerintah. Karena itu, pegawai dituntut menaati jam kerja, menjalankan tugas sesuai tanggung jawab, serta menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab pembinaan tidak bisa dilepaskan dari peran pimpinan OPD. Pengawasan internal harus berjalan konsisten agar pegawai tidak baru menunjukkan kepatuhan ketika pemeriksaan dilakukan.
“Pimpinan OPD harus mampu membina anak buahnya agar mengikuti aturan. Kedisiplinan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Pernyataan Wakil Bupati tersebut menempatkan hasil sidak sebagai bahan evaluasi bagi jajaran birokrasi Pemkab Sumenep. Pengawasan, menurut pesan yang disampaikannya, perlu diikuti pembinaan yang nyata agar kepatuhan ASN tidak berhenti pada teguran sesaat.
Imam Hasyim mengapresiasi pegawai yang telah menaati aturan dan menjalankan kewajibannya. Namun, ia mengingatkan seluruh ASN agar mempertahankan komitmen tersebut dalam pekerjaan sehari-hari.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, saya mengucapkan terima kasih kepada ASN yang telah mengikuti aturan dan melaksanakan kewajibannya,” katanya.
Lebih dari sekadar kehadiran di kantor, disiplin juga berkaitan dengan integritas, tanggung jawab, dan kesungguhan menjalankan amanah. Sebab, ketidakpatuhan terhadap aturan kedinasan berpotensi mengganggu tertib kerja dan kualitas pelayanan publik.
Karena itu, pimpinan OPD diharapkan tidak hanya memastikan pekerjaan administratif berjalan, tetapi juga memastikan setiap pegawai memahami kewajiban dan konsekuensi dari tanggung jawabnya.
Di luar persoalan disiplin, Imam Hasyim mengajak seluruh peserta upacara mengenang peran santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menilai semangat perjuangan dan pengabdian para santri patut menjadi teladan bagi aparatur pemerintah.
“Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT. Para santri memiliki andil dalam perjuangan Indonesia dan semangatnya patut kita teladani,” ungkap Wabup.
Upacara gabungan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, serta pejabat eselon III dan IV. Moh. Ramli, S.Sos., M.Si., bertindak sebagai pemimpin upacara.
Dalam kesempatan itu, Imam Hasyim juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Sumenep. Ia mengingatkan bahwa manusia dapat menyusun rencana, tetapi keputusan akhir berada dalam ketentuan Allah SWT.
“Manusia mempunyai rencana, tetapi Allah SWT yang menentukan. Saya memohon maaf atas ketidakhadiran Bapak Bupati Sumenep,” tuturnya.
Menutup amanatnya, ia mengingatkan pentingnya ibadah dan ketakwaan dalam menjalankan kehidupan. Upacara kemudian diakhiri dengan pembacaan Ummul Kitab, Surah Al-Fatihah.
Peringatan Hari Santri Nasional di lingkungan Pemkab Sumenep menyisakan pesan yang lebih luas dari sekadar seremoni. Ketika sidak masih menemukan ASN yang belum sepenuhnya patuh, efektivitas pembinaan dan konsistensi pengawasan menjadi hal yang patut mendapat perhatian.
Pesan Wakil Bupati kini menjadi tantangan bagi pimpinan OPD untuk membuktikan bahwa disiplin benar-benar ditegakkan di lingkungan kerja masing-masing. Kepatuhan tidak semestinya hanya terlihat saat upacara, pemeriksaan, atau ketika pimpinan hadir.
Sebab, disiplin birokrasi tidak cukup diucapkan dalam amanat. Ukurannya adalah kepatuhan dalam bekerja, tanggung jawab dalam menjalankan tugas, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Penulis : Efa
Editor : You
















