Di Balik Haul Raja-Raja Madura, Bupati Fauzi Soroti Warisan yang Mulai Tergerus Zaman

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Fauzi saat sambutan pada acara Haul Raja-Raja Madura dalam momentum Hari Jadi Sumenep ke-757

Bupati Fauzi saat sambutan pada acara Haul Raja-Raja Madura dalam momentum Hari Jadi Sumenep ke-757

Di Balik Haul Raja-Raja Madura, Bupati Fauzi Soroti Warisan yang Mulai Tergerus Zaman

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu. Ada nilai kepemimpinan, keagamaan, kemandirian ekonomi hingga budaya gotong royong yang diwariskan para leluhur dan harus tetap hidup di tengah masyarakat. Pesan itulah yang mengemuka dalam Haul Akbar Raja-Raja Madura di depan Masjid Agung Sumenep, Jumat malam (30/10/2026).

Ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tersebut. Haul Akbar yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep itu tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum meneguhkan kembali identitas dan akar sejarah masyarakat Madura.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa penghormatan terhadap para raja dan pemimpin terdahulu tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Generasi sekarang harus mampu meneruskan nilai-nilai positif yang telah diwariskan para pendahulu dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Fauzi, para pemimpin terdahulu telah meletakkan fondasi kehidupan masyarakat dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, keagamaan, sosial, hingga ekonomi.

“Haul Raja-Raja Madura ini sudah kita laksanakan selama lima tahun. Tujuannya untuk memberikan penghormatan kepada para pendahulu, khususnya atas fondasi yang telah mereka bangun dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia menilai, salah satu warisan penting para leluhur adalah pembentukan karakter masyarakat yang menjunjung tinggi penghormatan kepada orang tua, guru, serta sesama.

Nilai tersebut, kata dia, menjadi bagian dari identitas masyarakat Madura yang tidak boleh terkikis oleh perubahan zaman.

“Para pemimpin kita selalu mengingatkan agar kita menghormati dan menghargai orang yang lebih tua, bersikap sopan kepada orang tua, serta menghormati para guru. Nilai-nilai seperti inilah yang harus terus kita jaga,” tegasnya.

Fauzi juga mengingatkan bahwa kemajuan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya karakter, pendidikan, dan nilai keagamaan.

Kehadiran para kiai, ulama, dan guru dalam kegiatan tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa perjalanan sejarah Madura tidak dapat dipisahkan dari peran tokoh agama dan pendidik dalam membentuk karakter generasi penerus.

Selain warisan moral dan keagamaan, Bupati juga menyoroti keteladanan para leluhur dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Tradisi bertani, berdagang, dan berusaha merupakan bagian dari fondasi kehidupan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Nilai tersebut dinilai tetap relevan untuk menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

“Para pemimpin terdahulu telah memberikan pelajaran tentang bagaimana bertani, berdagang, dan berusaha. Mereka meletakkan fondasi agar masyarakat memiliki kemampuan untuk membangun kehidupan ekonomi yang lebih baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Fauzi menekankan pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan gotong royong sebagai kekuatan sosial masyarakat Madura.

Baginya, perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan harus disikapi dengan saling menghormati dan memperkuat semangat kekeluargaan.

“Kebersamaan dan gotong royong merupakan pelajaran dari para pendahulu kita. Mereka mengajarkan bagaimana kita saling membantu, menjaga kekeluargaan, dan hidup rukun dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Fauzi juga mengingatkan bahwa sejarah kepemimpinan di Pulau Madura memiliki keterkaitan erat antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Jejak sejarah tersebut menghubungkan Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep.

“Semua memiliki keterkaitan, mulai dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep. Inilah yang mendasari pelaksanaan Haul Raja-Raja Madura dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.

Melalui Haul Akbar tersebut, Pemkab Sumenep ingin memastikan generasi muda tidak tercerabut dari akar sejarah dan identitas daerahnya.

Sebab, mengenang para leluhur bukan semata-mata mengingat siapa yang pernah memimpin, tetapi juga memahami nilai perjuangan, keteladanan, dan fondasi kehidupan yang mereka tinggalkan.

Momentum Hari Jadi ke-757 Sumenep pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan usia daerah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa masa depan harus dibangun tanpa melupakan sejarah dan jati diri masyarakatnya.

Penulis : Efa

Editor : You

Berita Terkait

DRT Gemar Bersholawat di Banasare, Pemkab Sumenep: Hari Santri Jangan Berhenti pada Seremoni
Ribuan Jemaah Padati DRT Gemar Bersholawat di Banasare, UMKM Lokal Ikut Ketiban Berkah
Bahasa Madura Warnai Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi: Pembangunan Harus Menjangkau Daratan dan Kepulauan
Hari Jadi Sumenep ke-757, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Berharap Kesejahteraan Masyarakat Terus Meningkat
Guru Sumenep Tembus Podium Kompetisi AI Jatim, Dr. Rusliy Dorong Pendidik Berani Berinovasi
Bupati Sumenep Luncurkan 1001 Puisi, Literasi Pelajar Jangan Berhenti Jadi Seremoni
Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU dan Rumah Produksi Dipertanyakan, JASTRA Tagih Kejari Sumenep: Jangan Jalan di Tempat!
Dari Lapangan Antarkecamatan Menuju Perssu, Bupati Fauzi Dorong Pembinaan Pemain Muda

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

DRT Gemar Bersholawat di Banasare, Pemkab Sumenep: Hari Santri Jangan Berhenti pada Seremoni

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ribuan Jemaah Padati DRT Gemar Bersholawat di Banasare, UMKM Lokal Ikut Ketiban Berkah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Bahasa Madura Warnai Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi: Pembangunan Harus Menjangkau Daratan dan Kepulauan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Di Balik Haul Raja-Raja Madura, Bupati Fauzi Soroti Warisan yang Mulai Tergerus Zaman

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-757, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Berharap Kesejahteraan Masyarakat Terus Meningkat

Berita Terbaru