Antusias Peserta Meningkat, Lomba Merangkai Orong Ketupat Diharapkan Jadi Agenda Unggulan

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Batang-Batang Mujib, S.Sos. M.Si saat menyampaikan sambutan dalam acara festival ketupat

Camat Batang-Batang Mujib, S.Sos. M.Si saat menyampaikan sambutan dalam acara festival ketupat

Antusias Peserta Meningkat, Lomba Merangkai Orong Ketupat Diharapkan Jadi Agenda Unggulan

SETARAJATIM.COM, SUMENEP — Panitia lomba merangkai orong ketupat yang digelar di kawasan Pantai Lombang, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep memastikan seluruh persiapan kegiatan dilakukan secara maksimal demi memberikan kenyamanan bagi para peserta.

Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat pesisir tersebut berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai desa. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan tradisional.

Camat Batang-batang, Mujib, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya bersama panitia telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari penataan lokasi, kesiapan fasilitas, hingga pengaturan teknis lomba agar berjalan tertib dan lancar.

Menurutnya, kenyamanan peserta menjadi prioritas utama, sehingga mereka tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga dapat menikmati suasana kegiatan dengan penuh kebersamaan.

“Kami ingin para peserta merasa nyaman dan tidak bosan selama mengikuti lomba. Dengan begitu, mereka akan termotivasi untuk kembali berpartisipasi di tahun berikutnya,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Mujib juga mengungkapkan bahwa jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi indikator tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut.

Tercatat, sebanyak 120 peserta mengikuti lomba merangkai orong ketupat, sementara 105 peserta lainnya turut ambil bagian dalam kategori lomba merangkai menu.

“Alhamdulillah, tahun ini pesertanya cukup banyak. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan lomba tidak selalu dilakukan di lokasi yang sama setiap tahunnya. Pemerintah daerah biasanya menerapkan sistem rotasi tempat guna memberikan kesempatan bagi wilayah lain untuk menjadi tuan rumah sekaligus memperkenalkan potensi daerah masing-masing.

“Kadang dilaksanakan di tempat berbeda, bisa di Pantai Lombang, Salopeng, atau lokasi lainnya, tergantung kebijakan pimpinan di kabupaten. Tahun lalu di Salopeng, tahun ini di Lombang, dan ke depan bisa saja kembali lagi ke sini,” jelasnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek budaya, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar. Selama pelaksanaan lomba, terlihat peningkatan kunjungan masyarakat yang turut meramaikan kawasan Pantai Lombang.

Sejumlah pelaku UMKM lokal juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menjajakan berbagai produk, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan. Hal ini secara tidak langsung turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, tentu berdampak positif bagi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil. Pengunjung meningkat, ekonomi juga ikut bergerak,” ungkapnya.

Selain itu, lomba merangkai orong ketupat juga dinilai memiliki nilai edukatif, khususnya bagi generasi muda agar tetap mengenal dan melestarikan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman.

Pihaknya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda unggulan di Kabupaten Sumenep.

“Harapannya lomba ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi agenda tahunan yang dipertimbangkan dan diunggulkan karena manfaatnya sangat luas,” pungkasnya.

(Wardi/why)

Berita Terkait

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah
Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi
TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci
Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas
Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Meluas, Bantuan Aspal Khofifah Hanya 1,5 Truk Jadi Sorotan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama

Berita Terbaru