Bupati Sumenep Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tegaskan Peran Strategis Bukan “Kotak Kosong”

Rabu, 8 April 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep usai melakukan pelantikan Pejabat Tinggi Pratama

Bupati Sumenep usai melakukan pelantikan Pejabat Tinggi Pratama

Bupati Sumenep Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tegaskan Peran Strategis Bukan “Kotak Kosong”

SETAJATIM.COM, SUMENEP — Kekosongan jabatan di lingkungan pemerintah daerah dinilai dapat menghambat jalannya roda pemerintahan. Karena itu, pengisian jabatan strategis, termasuk staf ahli bupati, menjadi langkah penting untuk memastikan kinerja pemerintahan tetap optimal.

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa keberadaan staf ahli bukan sekadar pelengkap struktur, melainkan memiliki peran strategis dalam membantu kepala daerah merumuskan kebijakan.

“Kalau ada jabatan kosong, tentu roda pemerintahan tidak akan berjalan maksimal. Makanya harus diisi. Ini penting agar kinerja pemerintahan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, pengisian staf ahli sebelumnya sempat tertunda karena pemerintah perlu melakukan kajian mendalam terkait urgensi dan peran yang akan dijalankan.

Ia menjelaskan, staf ahli memiliki beberapa fungsi utama, di antaranya membantu bupati dalam merumuskan kebijakan strategis, menjadi mitra diskusi dalam membahas isu-isu penting daerah, serta memberikan pertimbangan dari berbagai aspek seperti hukum, sosial, hingga ekonomi.

“Staf ahli ini akan kami beri ruang penuh untuk mengakses informasi dari OPD. Dengan begitu, mereka bisa membantu merumuskan berbagai kebijakan strategis secara komprehensif,” jelas Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo.

Menariknya, tiga staf ahli yang terpilih didominasi kalangan muda. Bupati menegaskan, hal tersebut bukan faktor kesengajaan, melainkan hasil dari proses seleksi dan asesmen yang objektif.

“Yang masuk tiga besar memang kebetulan muda-muda. Ini hasil proses dari awal. Bukan karena bupatinya muda, tapi memang itu hasil penilaian,” tegasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa staf ahli merupakan “jabatan buangan” atau tidak memiliki peran signifikan.

“Hari ini tidak ada istilah staf ahli masuk kotak. Justru ini posisi strategis dan akan sangat sibuk, bahkan bisa lebih sibuk dari kepala dinas karena selalu bersama bupati,” katanya.

Selain pengisian staf ahli, pemerintah daerah juga tengah memproses pengisian jabatan lain, termasuk di lingkungan Inspektorat yang saat ini menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri).

“Insya Allah dalam waktu dekat, mungkin minggu depan, sudah ada pengisian. Ini bagian dari mutasi tahap kedua sesuai komitmen kami,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bupati juga menyinggung pentingnya peran lembaga riset seperti BRIN dalam mendukung kajian pembangunan daerah. Kekosongan yang sempat terjadi selama dua bulan dinilai berdampak pada minimnya kajian strategis.

“BRIN ini penting untuk penelitian dan pengkajian. Kalau kosong, tentu kita kesulitan menghasilkan kajian-kajian penting untuk daerah,” tambah Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo.

Dengan pengisian sejumlah jabatan tersebut, diharapkan roda pemerintahan semakin efektif dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah ke depan.

Untuk diketahui, empat pejabat yang dilantik yakni Bintoro, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Manding, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Selain itu, Joko Santrio dilantik sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan.

Adapun Hizbul Wathan ditunjuk sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik, serta Dedy Falahuddin sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Penulis : WD

Editor : WH

Berita Terkait

Camat Pragaan Pimpin Aksi Bersih Tugu Keris, Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Gerakan Indonesia ASRI
ASN Sumenep Wajib Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan, Bupati Siapkan Sanksi Tegas
Tiga Raperda Disepakati, Bupati Sumenep: Bukti Sinergi Pemerintah dan DPRD
Buntut Audiensi HMI Lancaran Soal Carut-Marut Pengolahan Limbah SPPG, Satgas Lakukan Sidak ke Sejumlah SPPG di Sumenep
HMI Komisariat Lancaran Desak Satgas MBG Tutup SPPG Tak Ber-IPAL di Wilayah Kecamatan Ganding dan Guluk-Guluk
Reses II Fraksi PAN DPRD Sumenep Ungkap Keluhan Warga, Infrastruktur Jadi Sorotan Utama
Kelangkaan BBM dan Gas LPG di Kepulauan Kangean, Ketua BEM STAIM Ahmad Fadlan Masykuri Soroti Dugaan Permainan Oknum
Pemkab Sumenep Keluarkan Edaran Hemat BBM, ASN Diimbau Gunakan Transportasi Non-BBM Setiap Jumat

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:44 WIB

Camat Pragaan Pimpin Aksi Bersih Tugu Keris, Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Gerakan Indonesia ASRI

Rabu, 8 April 2026 - 12:31 WIB

ASN Sumenep Wajib Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan, Bupati Siapkan Sanksi Tegas

Rabu, 8 April 2026 - 10:36 WIB

Bupati Sumenep Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tegaskan Peran Strategis Bukan “Kotak Kosong”

Selasa, 7 April 2026 - 14:03 WIB

Tiga Raperda Disepakati, Bupati Sumenep: Bukti Sinergi Pemerintah dan DPRD

Kamis, 2 April 2026 - 21:05 WIB

Buntut Audiensi HMI Lancaran Soal Carut-Marut Pengolahan Limbah SPPG, Satgas Lakukan Sidak ke Sejumlah SPPG di Sumenep

Berita Terbaru