Dalam Rangka Hari Jadi Provinsi Jatim ke-81, Khofifah Gelontorkan Bansos di Sumenep
SETARAJATIM.COM. SUMENEP – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tak sekadar diisi seremoni. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membawa rangkaian bantuan sosial dan pelayanan publik ke Kabupaten Sumenep, mulai dari khitanan massal, bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas, dukungan untuk nelayan, hingga program beasiswa bagi 50.000 siswa dengan anggaran Rp50 miliar.
Berbagai program tersebut dipusatkan dalam kegiatan di Pantai Slopeng, Sumenep, Rabu (14/10/2026), dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Sumenep, TNI Angkatan Laut, Baznas, serta Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Surabaya.
Dalam kunjungan Khofifah ke Sumenep disambut Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lainnya.
Khofifah menegaskan, kegiatan itu merupakan bentuk sinergi lintas lembaga untuk menjangkau masyarakat melalui bantuan yang menyentuh kebutuhan dasar, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
“Pendekatan kita adalah indeks pembangunan manusia. Jadi, ada kesehatan, pendidikan, kemudian ekonomi,” ujar Khofifah.
Khitanan Massal hingga Bantuan bagi Kelompok Rentan
Di sektor kesehatan, Pemprov Jatim menyediakan layanan khitanan massal dengan jumlah pendaftar telah melampaui 175 anak. Panitia bahkan menyiapkan kapasitas hingga 200 peserta untuk mengakomodasi tambahan anak yang ingin mengikuti program tersebut.
“Layanan kesehatan gratis juga digelar, mencakup pemeriksaan umum serta kesehatan gigi dan mulut. Pelayanan ini mendapat dukungan IKA Unair dan TNI Angkatan Laut, termasuk fasilitas kendaraan untuk mendukung tindakan kesehatan lanjutan jika diperlukan” ungkap Khofifah.
Tak hanya layanan kesehatan lanjut Khofifah, pemerintah juga menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Bantuan diberikan kepada penyandang disabilitas, termasuk penyandang disabilitas berat, serta warga lanjut usia berusia di atas 70 tahun yang masuk sasaran bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH).
Di sektor ekonomi, bantuan juga diarahkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta nelayan melalui penyaluran alat tangkap ikan.
“Pemprov Jatim bersama Pemkab Sumenep turut menyerahkan bantuan aspal untuk mendukung kebutuhan infrastruktur daerah” katanya.
Beasiswa Rp50 Miliar untuk 50 Ribu Siswa
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah penyiapan anggaran Rp50 miliar untuk beasiswa afirmasi bagi 50.000 siswa SMA, SMK, dan SLB di seluruh Jawa Timur.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas dukungan di sektor pendidikan, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.
“Selain itu, anak-anak juga mendapat akses literasi melalui mobil perpustakaan keliling yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut” ujarnya.
Khofifah menempatkan pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi sebagai tiga bidang yang saling berkaitan dalam mendorong peningkatan indeks pembangunan manusia.
Tak Berhenti di Pantai Slopeng
Rangkaian kegiatan sosial Pemprov Jatim juga dijadwalkan berlanjut pada sejumlah program lain, mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), distribusi air bersih, pasar murah, hingga bantuan sosial lainnya.
Khofifah mengapresiasi dukungan TNI Angkatan Laut, Baznas, IKA Unair, dan Pemkab Sumenep dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pelayanan dan bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Nanti kami juga membawa program penyaluran air bersih untuk warga yang membutuhkan dan terdampak kekeringan, ini nanti langsung di back up pak Wabup, bapak KH. Imam Hasyim” tururnya.
Meski demikian, dampak program-program tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh ketepatan penerima, besaran manfaat, serta keberlanjutan bantuan setelah kegiatan seremonial berakhir.
Dengan beragam bantuan yang dibawa ke Sumenep, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh program benar-benar menjawab kebutuhan warga, terutama kelompok rentan yang masih membutuhkan akses lebih baik terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi.
Penulis : Efa
Editor : You
















