Dalam Rangka Hari Jadi Provinsi Jatim ke-81, Khofifah Gelontorkan Bansos di Sumenep

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah didampingi Wakil Bupati Sumenep saat di Slopeng

Gubernur Khofifah didampingi Wakil Bupati Sumenep saat di Slopeng

Dalam Rangka Hari Jadi Provinsi Jatim ke-81, Khofifah Gelontorkan Bansos di Sumenep

SETARAJATIM.COM. SUMENEP – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tak sekadar diisi seremoni. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membawa rangkaian bantuan sosial dan pelayanan publik ke Kabupaten Sumenep, mulai dari khitanan massal, bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas, dukungan untuk nelayan, hingga program beasiswa bagi 50.000 siswa dengan anggaran Rp50 miliar.

Berbagai program tersebut dipusatkan dalam kegiatan di Pantai Slopeng, Sumenep, Rabu (14/10/2026), dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Sumenep, TNI Angkatan Laut, Baznas, serta Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Surabaya.

Dalam kunjungan Khofifah ke Sumenep disambut Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lainnya.

Khofifah menegaskan, kegiatan itu merupakan bentuk sinergi lintas lembaga untuk menjangkau masyarakat melalui bantuan yang menyentuh kebutuhan dasar, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

“Pendekatan kita adalah indeks pembangunan manusia. Jadi, ada kesehatan, pendidikan, kemudian ekonomi,” ujar Khofifah.

Khitanan Massal hingga Bantuan bagi Kelompok Rentan

Di sektor kesehatan, Pemprov Jatim menyediakan layanan khitanan massal dengan jumlah pendaftar telah melampaui 175 anak. Panitia bahkan menyiapkan kapasitas hingga 200 peserta untuk mengakomodasi tambahan anak yang ingin mengikuti program tersebut.

“Layanan kesehatan gratis juga digelar, mencakup pemeriksaan umum serta kesehatan gigi dan mulut. Pelayanan ini mendapat dukungan IKA Unair dan TNI Angkatan Laut, termasuk fasilitas kendaraan untuk mendukung tindakan kesehatan lanjutan jika diperlukan” ungkap Khofifah.

Tak hanya layanan kesehatan lanjut Khofifah, pemerintah juga menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Bantuan diberikan kepada penyandang disabilitas, termasuk penyandang disabilitas berat, serta warga lanjut usia berusia di atas 70 tahun yang masuk sasaran bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH).

Di sektor ekonomi, bantuan juga diarahkan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta nelayan melalui penyaluran alat tangkap ikan.

“Pemprov Jatim bersama Pemkab Sumenep turut menyerahkan bantuan aspal untuk mendukung kebutuhan infrastruktur daerah” katanya.

Beasiswa Rp50 Miliar untuk 50 Ribu Siswa

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah penyiapan anggaran Rp50 miliar untuk beasiswa afirmasi bagi 50.000 siswa SMA, SMK, dan SLB di seluruh Jawa Timur.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas dukungan di sektor pendidikan, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.

“Selain itu, anak-anak juga mendapat akses literasi melalui mobil perpustakaan keliling yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut” ujarnya.

Khofifah menempatkan pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi sebagai tiga bidang yang saling berkaitan dalam mendorong peningkatan indeks pembangunan manusia.

Tak Berhenti di Pantai Slopeng

Rangkaian kegiatan sosial Pemprov Jatim juga dijadwalkan berlanjut pada sejumlah program lain, mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), distribusi air bersih, pasar murah, hingga bantuan sosial lainnya.

Khofifah mengapresiasi dukungan TNI Angkatan Laut, Baznas, IKA Unair, dan Pemkab Sumenep dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar pelayanan dan bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Nanti kami juga membawa program penyaluran air bersih untuk warga yang membutuhkan dan terdampak kekeringan, ini nanti langsung di back up pak Wabup, bapak KH. Imam Hasyim” tururnya.

Meski demikian, dampak program-program tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh ketepatan penerima, besaran manfaat, serta keberlanjutan bantuan setelah kegiatan seremonial berakhir.

Dengan beragam bantuan yang dibawa ke Sumenep, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh program benar-benar menjawab kebutuhan warga, terutama kelompok rentan yang masih membutuhkan akses lebih baik terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi.

Penulis : Efa

Editor : You

Berita Terkait

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah
Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi
TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci
Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas
Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Meluas, Bantuan Aspal Khofifah Hanya 1,5 Truk Jadi Sorotan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama

Berita Terbaru