Kelangkaan BBM dan Gas LPG di Kepulauan Kangean, Ketua BEM STAIM Ahmad Fadlan Masykuri Soroti Dugaan Permainan Oknum

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahmad Fadlan Masykuri

Ahmad Fadlan Masykuri

Kelangkaan BBM dan Gas LPG di Kepulauan Kangean, Ketua BEM STAIM Ahmad Fadlan Masykuri Soroti Dugaan Permainan Oknum

SETARAJATIM.COM. SUMENEP – Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, kembali menghadapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas LPG yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga memicu terjadinya panic buying akibat kekhawatiran masyarakat terhadap terbatasnya pasokan energi.

Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Kepulauan Kangean mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM dan gas LPG di sejumlah titik penyaluran.

Antrean panjang mulai terlihat, sementara sebagian warga mengaku tidak mendapatkan jatah karena stok yang cepat habis. Situasi ini membuat masyarakat memilih membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya sebagai bentuk antisipasi terhadap kelangkaan yang berkepanjangan.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Miftahul Ulum, Ahmad Fadlan Masykuri, menilai bahwa kelangkaan ini tidak terlepas dari sulitnya akses penyaluran BBM dan gas LPG ke wilayah Kepulauan Kangean.

Letak geografis yang terpisah dari daratan utama membuat distribusi energi menjadi terbatas dan rentan terhadap gangguan.

“Sulitnya akses penyaluran BBM dan gas LPG ke Kepulauan Kangean membuat pasokan menjadi terbatas. Ketika terjadi kelangkaan, masyarakat menjadi panik dan melakukan pembelian berlebih. Kondisi ini kemudian semakin memperparah situasi di lapangan,” ujar Ahmad Fadlan Masykuri, Selasa (31/3/2026).

Ia juga menyoroti bahwa keterbatasan distribusi tersebut membuka peluang bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memainkan situasi, baik melalui penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat.

“Kondisi ini sangat rentan dimainkan oleh oknum tertentu. Ketika terjadi panic buying dan pasokan terbatas, maka peluang penimbunan atau permainan distribusi menjadi semakin besar. Ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan aparat terkait,” tegasnya.

Kelangkaan BBM dan gas LPG tersebut berdampak langsung terhadap berbagai sektor, terutama nelayan yang kesulitan melaut akibat terbatasnya bahan bakar.

Selain itu, pelaku usaha kecil juga mengeluhkan terganggunya aktivitas usaha karena sulitnya mendapatkan gas LPG untuk kebutuhan operasional.

Ahmad Fadlan Masykuri juga mendesak pemerintah daerah, pihak distributor, dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM dan gas LPG di Kepulauan Kangean. Ia menegaskan bahwa masyarakat kepulauan berhak mendapatkan akses energi yang adil dan merata.

“Kelangkaan yang terus terjadi tanpa solusi jelas dikhawatirkan akan semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat Kepulauan Kangean” pungkasnya.

Oleh karena itu, diperlukan langkah cepat dan konkret dari pemerintah agar distribusi BBM dan gas LPG kembali normal serta tidak memberi ruang bagi oknum yang ingin memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi.

(Wardi/Why)

Berita Terkait

ASN Sumenep Wajib Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan, Bupati Siapkan Sanksi Tegas
Bupati Sumenep Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tegaskan Peran Strategis Bukan “Kotak Kosong”
Tiga Raperda Disepakati, Bupati Sumenep: Bukti Sinergi Pemerintah dan DPRD
Buntut Audiensi HMI Lancaran Soal Carut-Marut Pengolahan Limbah SPPG, Satgas Lakukan Sidak ke Sejumlah SPPG di Sumenep
HMI Komisariat Lancaran Desak Satgas MBG Tutup SPPG Tak Ber-IPAL di Wilayah Kecamatan Ganding dan Guluk-Guluk
Reses II Fraksi PAN DPRD Sumenep Ungkap Keluhan Warga, Infrastruktur Jadi Sorotan Utama
Pemkab Sumenep Keluarkan Edaran Hemat BBM, ASN Diimbau Gunakan Transportasi Non-BBM Setiap Jumat
Arus Balik di Terminal Arya Wiraraja Sumenep Membludak, Penumpang Tembus 1.400 Orang pada Puncak H+4

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:31 WIB

ASN Sumenep Wajib Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan, Bupati Siapkan Sanksi Tegas

Rabu, 8 April 2026 - 10:36 WIB

Bupati Sumenep Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tegaskan Peran Strategis Bukan “Kotak Kosong”

Selasa, 7 April 2026 - 14:03 WIB

Tiga Raperda Disepakati, Bupati Sumenep: Bukti Sinergi Pemerintah dan DPRD

Kamis, 2 April 2026 - 21:05 WIB

Buntut Audiensi HMI Lancaran Soal Carut-Marut Pengolahan Limbah SPPG, Satgas Lakukan Sidak ke Sejumlah SPPG di Sumenep

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:42 WIB

Reses II Fraksi PAN DPRD Sumenep Ungkap Keluhan Warga, Infrastruktur Jadi Sorotan Utama

Berita Terbaru