Kelangkaan BBM dan Gas LPG di Kepulauan Kangean, Ketua BEM STAIM Ahmad Fadlan Masykuri Soroti Dugaan Permainan Oknum
SETARAJATIM.COM. SUMENEP – Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, kembali menghadapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas LPG yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga memicu terjadinya panic buying akibat kekhawatiran masyarakat terhadap terbatasnya pasokan energi.
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Kepulauan Kangean mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM dan gas LPG di sejumlah titik penyaluran.
Antrean panjang mulai terlihat, sementara sebagian warga mengaku tidak mendapatkan jatah karena stok yang cepat habis. Situasi ini membuat masyarakat memilih membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya sebagai bentuk antisipasi terhadap kelangkaan yang berkepanjangan.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Miftahul Ulum, Ahmad Fadlan Masykuri, menilai bahwa kelangkaan ini tidak terlepas dari sulitnya akses penyaluran BBM dan gas LPG ke wilayah Kepulauan Kangean.
Letak geografis yang terpisah dari daratan utama membuat distribusi energi menjadi terbatas dan rentan terhadap gangguan.
“Sulitnya akses penyaluran BBM dan gas LPG ke Kepulauan Kangean membuat pasokan menjadi terbatas. Ketika terjadi kelangkaan, masyarakat menjadi panik dan melakukan pembelian berlebih. Kondisi ini kemudian semakin memperparah situasi di lapangan,” ujar Ahmad Fadlan Masykuri, Selasa (31/3/2026).
Ia juga menyoroti bahwa keterbatasan distribusi tersebut membuka peluang bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memainkan situasi, baik melalui penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat.
“Kondisi ini sangat rentan dimainkan oleh oknum tertentu. Ketika terjadi panic buying dan pasokan terbatas, maka peluang penimbunan atau permainan distribusi menjadi semakin besar. Ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan aparat terkait,” tegasnya.
Kelangkaan BBM dan gas LPG tersebut berdampak langsung terhadap berbagai sektor, terutama nelayan yang kesulitan melaut akibat terbatasnya bahan bakar.
Selain itu, pelaku usaha kecil juga mengeluhkan terganggunya aktivitas usaha karena sulitnya mendapatkan gas LPG untuk kebutuhan operasional.
Ahmad Fadlan Masykuri juga mendesak pemerintah daerah, pihak distributor, dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM dan gas LPG di Kepulauan Kangean. Ia menegaskan bahwa masyarakat kepulauan berhak mendapatkan akses energi yang adil dan merata.
“Kelangkaan yang terus terjadi tanpa solusi jelas dikhawatirkan akan semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat Kepulauan Kangean” pungkasnya.
Oleh karena itu, diperlukan langkah cepat dan konkret dari pemerintah agar distribusi BBM dan gas LPG kembali normal serta tidak memberi ruang bagi oknum yang ingin memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi.
(Wardi/Why)













