Sumenep Pangkas Desa Berkembang: 17 Desa Naik Kelas, 146 Kini Berstatus Mandiri

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati bersama para pejabat dan Camat se-Kabupaten Sumenep

Bupati bersama para pejabat dan Camat se-Kabupaten Sumenep

Sumenep Pangkas Desa Berkembang: 17 Desa Naik Kelas, 146 Kini Berstatus Mandiri

SETARAJATIM.COM. SUMENEP — Kabupaten Sumenep menunjukkan lompatan dalam pembangunan desa. Hasil pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026 mencatat jumlah desa berstatus Mandiri meningkat, sementara desa Berkembang berhasil ditekan cukup tajam.

Data tersebut terungkap dalam Penandatanganan Berita Acara Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026 yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (28/8/2026).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Drs. Achmad Dzulkarnain, menegaskan pemutakhiran Indeks Desa bukan sekadar proses pendataan, melainkan menjadi pijakan untuk membaca kondisi riil desa sekaligus menentukan arah intervensi pembangunan.

“Indeks Desa memberikan gambaran objektif mengenai tingkat perkembangan desa. Data ini menjadi bahan untuk menentukan kondisi, kebutuhan dan prioritas pembangunan desa,” ujar Achmad Dzulkarnain.

Desa Mandiri Bertambah 12

Berdasarkan hasil pemutakhiran 2026, sebanyak 146 desa kini berstatus Mandiri. Angka ini meningkat dari sebelumnya 134 desa atau bertambah 12 desa.

Jumlah desa berstatus Maju juga meningkat dari 140 menjadi 145 desa.

Sebaliknya, desa yang masih berstatus Berkembang turun drastis dari 56 menjadi 39 desa. Artinya, terdapat 17 desa yang berhasil keluar dari kategori Berkembang.

Perubahan komposisi tersebut menjadi sinyal kuat adanya pergeseran status desa di Sumenep menuju tingkat pembangunan yang lebih tinggi.

“Harapan kami, ke depan semua desa di Kabupaten Sumenep bisa berstatus Mandiri dan Maju. Tidak ada lagi desa yang berstatus Berkembang,” tegasnya.

330 Desa Jadi Sasaran Pemutakhiran

Achmad Dzulkarnain menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil proses pemutakhiran yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa dan kecamatan.

Pemutakhiran dilakukan terhadap 330 pemerintah desa di 27 kecamatan. Proses tersebut melibatkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, PIC Indeks Desa Kecamatan serta Tim Verifikasi dan Validasi.

Sebelumnya, DPMD Sumenep juga menggelar sosialisasi Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026 pada 4 Agustus 2026.

Indeks Desa mengukur sejumlah dimensi penting pembangunan desa, mulai dari layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas hingga tata kelola pemerintahan desa.

Karena itu, peningkatan status desa tidak cukup dibaca sebagai perubahan angka. Data tersebut harus menjadi dasar untuk memastikan program pembangunan benar-benar menjawab persoalan masyarakat di masing-masing desa.

39 Desa Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Di balik capaian positif itu, DPMD Sumenep masih menghadapi tantangan. Sebanyak 39 desa masih berada pada kategori Berkembang.
Angka ini memang turun 17 desa dibandingkan sebelumnya. Namun, puluhan desa tersebut tetap membutuhkan perhatian agar tidak berhenti pada status yang sama.

Achmad Dzulkarnain menegaskan, target ke depan bukan hanya memperbanyak desa Mandiri, tetapi memastikan seluruh desa mampu bergerak naik secara berkelanjutan.

“Target akhirnya tentu seluruh desa semakin maju dan mandiri,” ujarnya.

Dengan 146 desa Mandiri, 145 desa Maju dan 39 desa Berkembang, peta Indeks Desa Sumenep 2026 kini jauh lebih positif dibandingkan sebelumnya.

Tantangannya tinggal satu: memastikan 39 desa yang masih Berkembang benar-benar naik kelas, bukan sekadar berubah status di atas kertas.

Penulis : You

Editor : FA

Berita Terkait

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci
Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas
Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Meluas, Bantuan Aspal Khofifah Hanya 1,5 Truk Jadi Sorotan
Dalam Rangka Hari Jadi Provinsi Jatim ke-81, Khofifah Gelontorkan Bansos di Sumenep
Rebut Piala DRT The Big Family, Festival Banjari Sumenep Tawarkan Hadiah Rp5 Juta
Tak Cukup Imbauan, KSOP Kalianget Tanamkan Budaya Selamat Berlayar Lewat Pesantren

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:25 WIB

DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Meluas, Bantuan Aspal Khofifah Hanya 1,5 Truk Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Dalam Rangka Hari Jadi Provinsi Jatim ke-81, Khofifah Gelontorkan Bansos di Sumenep

Berita Terbaru