Sumenep Siap Jadi Sentra Hilirisasi Kelapa Jatim, Puluhan Ribu Bibit Unggul Disiapkan

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep Siap Jadi Sentra Hilirisasi Kelapa Jatim, Puluhan Ribu Bibit Unggul Disiapkan

SETARAJATIM.COM, SUMENEP — Kabupaten Sumenep mulai memantapkan langkah sebagai salah satu penopang pengembangan industri kelapa di Jawa Timur. Sejalan dengan program hilirisasi subsektor perkebunan yang terus dipacu Kementerian Pertanian RI, daerah paling timur di Pulau Madura itu kini memperkuat sektor hulu melalui penyediaan bibit kelapa unggul bersertifikat.

Selama ini Sumenep dikenal memiliki potensi perkebunan kelapa yang cukup besar, terutama di wilayah pesisir. Potensi tersebut dinilai sangat strategis untuk mendukung pengembangan industri turunan kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pemerintah pusat sendiri tengah mendorong hilirisasi perkebunan agar komoditas unggulan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat ekonomi desa.

Dukungan terhadap program tersebut mulai terlihat dari berkembangnya usaha pembibitan kelapa di Kabupaten Sumenep. Salah satunya dilakukan CV Elang Buana di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, yang saat ini aktif mengembangkan bibit kelapa unggulan bersertifikat.

Direktur CV Elang Buana, Hadi Triono mengatakan, kebutuhan bibit berkualitas menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan perkebunan kelapa masyarakat ke depan.

“Potensi kelapa di Sumenep sangat besar. Karena itu, penyediaan bibit unggul harus dipersiapkan sejak sekarang agar hasil perkebunan masyarakat lebih produktif dan berkualitas,” ujar Hadi, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, bibit kelapa yang dikembangkan telah mengantongi sertifikasi resmi dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Saat ini jumlah bibit bersertifikat yang tersedia mencapai sekitar 56 ribu benih.

Menurutnya, kualitas bibit menjadi pondasi utama dalam mendukung keberhasilan hilirisasi perkebunan. Sebab, hasil produksi yang baik sangat bergantung pada mutu tanaman yang dibudidayakan petani.

“Kalau bibitnya berkualitas, tentu hasil panennya juga lebih baik. Ini penting karena hilirisasi membutuhkan bahan baku yang unggul agar produk turunannya mampu bersaing,” katanya.

Hadi menilai, peluang pengembangan industri berbasis kelapa di Sumenep masih sangat terbuka lebar. Selain dijual sebagai komoditas mentah, kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti minyak kelapa, bahan pangan olahan, hingga kebutuhan industri lainnya.

“Ke depan, kelapa tidak hanya dijual buahnya saja. Banyak produk turunan yang bisa dikembangkan dan itu menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain memenuhi kebutuhan bibit perkebunan, keberadaan penangkaran bibit kelapa tersebut juga mulai memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga aktivitas distribusi bibit dan penguatan usaha berbasis desa.

“Harapannya, penangkaran ini bisa ikut membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar sekaligus mendukung pengembangan sektor perkebunan di Sumenep,” pungkasnya.

Penulis : WD

Editor : WH

Berita Terkait

Transmisi Moneter BI Dipertanyakan, Achsanul: Jangan Berhenti di Pasar Keuangan
360 Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Bergerak Bersama, Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Perkuat Kekompakan
Dari Kolam Lele hingga Kandang Ayam, Bupati Fauzi Dorong Desa Bataal Timur Jadi Penopang MBG
PPR Sumenep Dorong Industri Rokok Jadi Penopang Stabilitas Harga Tembakau 2026
Gelar FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia di Bali, Berikut Masukan dari SMSI untuk Panja RUU
DPMPTSP Sumenep Perkuat Pendampingan LKPM, 100 Pelaku Usaha Ikuti Bimtek Semester I 2026
Kades Basoka: Rubaru Agro Culture Fest Jadi Momentum Kenalkan Potensi Desa
Valen DA7 Banjir Dukungan, Bos DRT Big Family: Kebanggaan Madura yang Harus Dijaga

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Transmisi Moneter BI Dipertanyakan, Achsanul: Jangan Berhenti di Pasar Keuangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:09 WIB

360 Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Bergerak Bersama, Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Perkuat Kekompakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:31 WIB

Dari Kolam Lele hingga Kandang Ayam, Bupati Fauzi Dorong Desa Bataal Timur Jadi Penopang MBG

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:18 WIB

PPR Sumenep Dorong Industri Rokok Jadi Penopang Stabilitas Harga Tembakau 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:50 WIB

Gelar FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia di Bali, Berikut Masukan dari SMSI untuk Panja RUU

Berita Terbaru

Sekcam Rubaru, Saruji lepas peserta Gerak jalan Agustusan

Daerah

36 Regu SDN/SDI Ramaikan Gerak Jalan Kecamatan Rubaru

Senin, 24 Agu 2026 - 10:07 WIB