BPRS Bhakti Sumekar Dorong Inklusi Keuangan Syariah, Perkuat Kepercayaan Masyarakat di Tengah Pemulihan Ekonomi

Selasa, 14 April 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirut BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar

Dirut BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar

BPRS Bhakti Sumekar Dorong Inklusi Keuangan Syariah, Perkuat Kepercayaan Masyarakat di Tengah Pemulihan Ekonomi

SETARAJTIM.COM, SUMENEP — Upaya memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap keuangan berbasis syariah terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan talk show bertema “Mendorong Masyarakat melalui Inklusi Keuangan Syariah” yang digelar oleh Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di salah satu bangunan bersejarah tersebut tidak hanya menjadi forum edukasi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan syariah di tengah kondisi ekonomi yang masih dalam fase pemulihan.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, menegaskan bahwa keberadaan BPR Syariah harus mampu menjadi garda terdepan dalam mendorong inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Talk show ini menjadi langkah konkret kami untuk mendekatkan BPR Syariah kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem keuangan yang berlandaskan prinsip syariah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini BPR Syariah berada di bawah koordinasi BMS dengan total sekitar 165 unit di seluruh Indonesia, termasuk 26 unit yang tersebar di Jawa Timur. Jumlah tersebut menjadi potensi besar untuk memperluas jangkauan layanan keuangan yang inklusif dan berkeadilan.

Lebih lanjut, Fajar menekankan bahwa konsep keuangan syariah sejatinya telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Nilai-nilai muamalah seperti sistem bagi hasil, menurutnya, sudah menjadi praktik yang familiar, terutama di sektor pertanian dan peternakan.

“Prinsip keadilan dalam sistem bagi hasil bukan hal baru. Masyarakat kita sudah lama menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang membuat keuangan syariah sangat relevan dan mudah diterima,” jelasnya.

Ia juga menyoroti posisi ekonomi syariah sebagai alternatif di tengah dinamika sistem ekonomi global. Menurutnya, ekonomi syariah mampu menghadirkan keseimbangan antara kebebasan ekonomi ala kapitalisme dan pemerataan ala sosialisme, dengan mengedepankan nilai keadilan, etika, dan kemaslahatan bersama.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi berbagai pihak, mulai dari jajaran pimpinan BPRS hingga para tamu undangan yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan literasi keuangan syariah di daerah.

Suasana semakin semarak dengan sentuhan seni budaya lokal yang ditampilkan, memperkuat nuansa khas Sumenep sekaligus menegaskan bahwa pengembangan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya.

Melalui kegiatan ini, BPRS Bhakti Sumekar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya inklusi keuangan syariah sebagai solusi menghadapi tantangan ekonomi global, sekaligus mendorong terciptanya sistem perekonomian yang lebih tangguh, adil, dan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.

Penulis : WH

Editor : FA

Berita Terkait

Valen DA7 Banjir Dukungan, Bos DRT Big Family: Kebanggaan Madura yang Harus Dijaga
Panen Melon Modern di Sumenep, Polres Dorong Petani Milenial Kembangkan Smart Farming
Sumenep Siap Jadi Sentra Hilirisasi Kelapa Jatim, Puluhan Ribu Bibit Unggul Disiapkan
Owner PT Mahaputera Nusantara Ungkap Operasi Tapal Kuda MAKAYASA Mulai Kuasai Jalur Distribusi Jawa Timur
Makayasa Perluas Operasi Marketing Motoris, Bangun Jejaring Distribusi dari Desa untuk Dunia
Tiga Mahasiswi Universitas Ciputra Buktikan Bisnis Bisa Lahir dari Kampus
APTI Sumenep–PT Djarum Luncurkan Bibit Gratis Prancak 95, Dorong Produktivitas Petani Tembakau
Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Modal Usaha Ramadhan Harus Berbasis Data, Manfaatkan Tahara untuk Antisipasi THR

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:40 WIB

Valen DA7 Banjir Dukungan, Bos DRT Big Family: Kebanggaan Madura yang Harus Dijaga

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:33 WIB

Panen Melon Modern di Sumenep, Polres Dorong Petani Milenial Kembangkan Smart Farming

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:04 WIB

Sumenep Siap Jadi Sentra Hilirisasi Kelapa Jatim, Puluhan Ribu Bibit Unggul Disiapkan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:04 WIB

Owner PT Mahaputera Nusantara Ungkap Operasi Tapal Kuda MAKAYASA Mulai Kuasai Jalur Distribusi Jawa Timur

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:17 WIB

Makayasa Perluas Operasi Marketing Motoris, Bangun Jejaring Distribusi dari Desa untuk Dunia

Berita Terbaru