Tak Cukup Imbauan, KSOP Kalianget Tanamkan Budaya Selamat Berlayar Lewat Pesantren

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KSOP Bersholawat di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Tarate

KSOP Bersholawat di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni Tarate

Tak Cukup Imbauan, KSOP Kalianget Tanamkan Budaya Selamat Berlayar Lewat Pesantren

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Keselamatan di laut tak cukup hanya mengandalkan petugas dan aturan. Kesadaran penumpang, kedisiplinan awak kapal, hingga kepedulian masyarakat menjadi kunci untuk mencegah risiko pelayaran. Berangkat dari pentingnya kesadaran kolektif tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget menyasar lingkungan pesantren melalui kegiatan *Syahbandar Bersholawat* di Pondok Pesantren Aqidah Usymuni, Sumenep, Jawa Timur, Selasa (13/10/2026).

Mengusung tema *“Menguatkan Iman, Menjaga Keselamatan dan Menghijaukan Bumi”*, kegiatan ini bukan sekadar agenda keagamaan. KSOP Kalianget memanfaatkannya sebagai ruang edukasi untuk menanamkan budaya keselamatan pelayaran sekaligus mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran tidak boleh dipandang sebagai tanggung jawab syahbandar, nakhoda, awak kapal, atau operator semata. Semua pihak yang terlibat dalam aktivitas transportasi laut harus memiliki kesadaran untuk mendahulukan keselamatan.

“Melalui kegiatan Syahbandar Bersholawat ini, kami ingin menyampaikan bahwa keselamatan pelayaran bukan hanya urusan kapal dan perjalanan di laut. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian untuk mengutamakan keselamatan,” kata Azwar.

Menurutnya, pendekatan keagamaan dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan edukasi keselamatan, terutama kepada generasi muda. Pesan tentang disiplin dan kepatuhan terhadap aturan diharapkan tidak berhenti sebagai materi sosialisasi, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Disiplin, taat aturan, dan saling mengingatkan merupakan kebiasaan baik yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berada di pelabuhan, di atas kapal, maupun di lingkungan pesisir,” ujarnya.

Azwar mengingatkan, perjalanan laut menuntut kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Penumpang harus mengikuti arahan petugas dan awak kapal serta menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan. Sikap abai terhadap aturan berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Karena itu, ia berharap para santri tidak hanya menjadi peserta edukasi, tetapi juga ikut menyebarkan pemahaman tentang keselamatan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

“Kami berharap para santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kegiatan ini, tetapi juga mampu menjadi duta keselamatan di lingkungan keluarga, pesantren, dan masyarakat. Pengetahuan sederhana tentang keselamatan bisa sangat berarti dan bahkan membantu menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya.

Tak hanya soal keselamatan, laut juga harus dijaga.

KSOP Kalianget turut mengingatkan bahwa kelestarian lingkungan menjadi bagian penting dari keberlangsungan hidup masyarakat pesisir dan kepulauan. Laut bukan sekadar jalur transportasi, melainkan sumber penghidupan yang harus diwariskan dalam kondisi baik kepada generasi berikutnya.

“Laut bukan tempat untuk membuang sampah ataupun melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Kita harus menjaga laut agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” tegas Azwar.

Ia menilai, kepedulian terhadap keselamatan dan lingkungan merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, pesan keagamaan perlu berjalan seiring dengan tindakan nyata untuk membangun kebiasaan yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Azwar juga menekankan pentingnya peran para kiai dan pengasuh pondok pesantren dalam memperkuat edukasi keselamatan. Kedekatan tokoh agama dengan masyarakat dinilai dapat membantu pesan pemerintah diterima lebih luas dan menjadi bagian dari keseharian warga.

“Kami menyadari bahwa edukasi keselamatan akan semakin kuat apabila tidak hanya disampaikan oleh instansi pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan dari para kiai dan pengasuh pondok pesantren,” tuturnya.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Disperkimhub Sumenep, Camat Kalianget, Danramil Kalianget, Kapolsek Kalianget, serta pengasuh dan santri Pondok Pesantren Aqidah Usymuni.

Usai kegiatan Syahbandar Bersholawat, KSOP Kelas IV Kalianget bersama Disperkimhub Sumenep, Danramil Kalianget, Camat Kota dan Kapolsek Kota serta sejumlah tamu undangan melanjutkan agenda dengan menanam pohon di sekitar kampus STITA.

Penanaman pohon itu menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menegaskan bahwa pesan “Menghijaukan Bumi” tidak berhenti pada slogan, tetapi perlu diwujudkan melalui aksi nyata.

Melalui kegiatan tersebut, KSOP Kelas IV Kalianget berharap kesadaran keselamatan pelayaran semakin tumbuh di tengah masyarakat Sumenep, terutama di kawasan pesisir dan kepulauan yang mengandalkan transportasi laut.

Tantangannya bukan hanya menyampaikan aturan, melainkan membangun kebiasaan agar keselamatan menjadi prioritas setiap kali masyarakat berlayar.

Penulis : Fat

Editor : You

Berita Terkait

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah
Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi
TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci
Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas
Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Meluas, Bantuan Aspal Khofifah Hanya 1,5 Truk Jadi Sorotan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama

Berita Terbaru