Tongkang Bermuatan CPO Bocor dan Hampir Tenggelam di Perairan Giliyang, Lima Kru Berhasil Dievakuasi
Tongkang Bermuatan CPO Bocor dan Hampir Tenggelam di Perairan Giliyang, Lima Kru Berhasil Dievakuasi
SUMENEP, SETARAJATIM.COM – Sebuah kapal tongkang bermuatan Crude Palm Oil (CPO), TK. Indo Ocean Marine, mengalami kebocoran dan hampir tenggelam hingga akhirnya kandas di perairan Desa Banraas, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Kamis (22/1/2026) dini hari. Beruntung, seluruh kru kapal berjumlah lima orang berhasil dievakuasi dengan selamat.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis sekitar pukul 06.00 LT (Local Time). Sebanyak lima kru tongkang berhasil melakukan evakuasi mandiri dengan bantuan Potensi SAR (Potsar) setempat yang dipimpin oleh H. Kahor, selaku Sekretaris Desa Banraas, Pulau Giliyang.
Tongkang diketahui kandas pada jarak sekitar ±300 meter dari bibir pantai Pulau Giliyang, tepatnya di koordinat:
– Latitude – Longitude: -6.96397514, 114.17478338
– DMS: 6° 57′ 50.31” S | 114° 10′ 29.22” E
– UTM: 187804.408E 9229299.749N
– MGRS: 50MJT 87804 29300
Perkembangan Operasi SAR
Dalam laporan perkembangan SAR, pada pukul 03.13 LT, personel Polairud terlebih dahulu memberikan briefing melalui sambungan telepon kepada salah satu kru tongkang. Kru diminta tetap bertahan di atas tongkang hingga kondisi sekitar benar-benar terang dan menunggu air laut surut agar proses evakuasi bisa dilakukan dengan aman.
Saat air laut surut, warga setempat diketahui dapat berjalan dari bibir pantai menuju lokasi tongkang yang kandas. Proses evakuasi dilakukan dengan pengawasan langsung oleh Potsar di lokasi kejadian.
Selanjutnya, pada pukul 06.35 LT, seluruh kru tongkang TK. Indo Ocean Marine berhasil mencapai daratan dengan selamat. Para kru kemudian dievakuasi menuju rumah warga sekitar untuk membersihkan diri dan menjalani proses recovery atau pemulihan kondisi.
Tim SAR Gabungan Bersiap Lakukan Penjemputan
Sementara itu, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos Sumenep dan Polairud telah melakukan persiapan rencana aksi evakuasi lanjutan dengan menggunakan armada RBB (Rescue Boat Basarnas), sambil terus memantau kondisi cuaca di perairan.
Pada pukul 07.40 LT, Tim SAR Gabungan dilaporkan telah lepas tali dan bergerak menuju Pulau Giliyang. Rencananya, setibanya di perairan Pulau Giliyang, kapal SAR akan bersandar di dermaga baru Desa Bancamara, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.
Setelah proses recovery terhadap lima kru selesai, seluruh kru tongkang direncanakan akan dibawa menuju titik penjemputan di dermaga baru Desa Bancamara untuk penanganan lebih lanjut.
Unsur SAR yang Terlibat
Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini, antara lain:
Polairud Polri, meliputi Satpolairud Polres Sumenep dan Ditpolairud Polda Jawa Timur (2 personel) Basarnas sebanyak 5 personel
Armada yang digunakan:
RBB (Rescue Boat Basarnas)
Unsur pendukung lainnya:
Personel Polsek Dungkek sebanyak 2 personel
Potsar yang terdiri dari warga sekitar lokasi kejadian, dipimpin oleh Sekdes Banraas, H. Kahor
Data Awak dan Kapal
Data awak tongkang:
Jumanto (Bosun)
Wibowo Ari Murdiyanto (Kelasi)
Dwi Karunianto (Kelasi)
Sudriman (Kelasi)
Briptu Ribut Prasetyo (Polri/Pengawal)
Data kapal tongkang:
Nama Kapal: TK. Indo Ocean Marine
Muatan: Crude Palm Oil (CPO)
Jumlah kru: 4 orang + 1 pengawal
Rute pelayaran: Dari Kalimantan Selatan dengan tujuan Gresik, Jawa Timur
Hingga berita ini diturunkan, kondisi seluruh kru dilaporkan selamat, sementara pihak berwenang masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kapal tongkang yang kandas serta potensi dampak lingkungan di sekitar lokasi kejadian.
(Fa/yu)



