Daerah

Satu Lapangan, Dua Nasib: Kapolsek Rubaru Naik Pangkat, Aipda Dipecat dalam Upacara Polres Sumenep

Satu Lapangan, Dua Nasib: Kapolsek Rubaru Naik Pangkat, Aipda Dipecat dalam Upacara Polres Sumenep

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Suasana Lapangan Tribrata Polres Sumenep, Senin (2/3/2026) pagi, menjadi saksi dua peristiwa kontras dalam satu rangkaian upacara. Di satu sisi, penghargaan atas pengabdian diberikan. Di sisi lain, sanksi tegas dijatuhkan demi menjaga marwah institusi.

Upacara yang dipimpin langsung Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto itu dihadiri Wakapolres, para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polri dan ASN Polres Sumenep.

Dalam prosesi tersebut, Kompol Moh. Haqqul, MM, yang menjabat Kapolsek Rubaru, resmi menerima kenaikan pangkat penghargaan. Apresiasi itu diberikan atas dedikasi, loyalitas, integritas, dan kinerja yang dinilai konsisten selama masa pengabdiannya di tubuh Polri.

Dalam amanatnya, AKBP Anang Hardiyanto menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk kepercayaan institusi yang harus dijawab dengan tanggung jawab lebih besar.

“Kenaikan pangkat adalah penghargaan sekaligus amanah. Harus diiringi peningkatan profesionalisme, kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta komitmen menjaga nama baik Polri,” tegasnya.

Namun momentum yang sama juga menjadi panggung penegakan disiplin. Polres Sumenep melaksanakan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Aipda NHP setelah melalui proses panjang sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres menekankan, keputusan PTDH bukan langkah instan, melainkan opsi terakhir sebagai bentuk ketegasan institusi terhadap pelanggaran yang mencederai kepercayaan publik.

“Ini menjadi pengingat bagi seluruh anggota agar senantiasa menjaga sikap, perilaku, dan moralitas sebagai aparat penegak hukum. Nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya harus diimplementasikan dalam setiap tugas,” ujarnya.

Menurutnya, keseimbangan antara penghargaan dan sanksi merupakan kunci menjaga profesionalisme organisasi. Polri yang Presisi, lanjut dia, hanya dapat terwujud apabila setiap personel memegang teguh integritas dan disiplin.

Upacara tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan refleksi nyata bahwa institusi memberi tempat bagi yang berprestasi dan bertindak tegas terhadap pelanggaran.

Di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi, Polres Sumenep menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan masyarakat melalui profesionalisme dan penegakan aturan tanpa kompromi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button