Kejahatan Seksual Berulang di Kangean, BEMSU Nyatakan Darurat Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Senin, 13 April 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejahatan Seksual Berulang di Kangean, BEMSU Nyatakan Darurat Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

SETARAJATIM.COM, SUMENEP — Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak kembali terjadi di wilayah Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, tepatnya di Kecamatan Arjasa. Peristiwa ini memicu kecaman keras dari Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) yang menilai kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat kekerasan seksual.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan anak di bawah umur berusia 14 tahun yang diduga mengalami kekerasan seksual secara berulang oleh sejumlah pelaku. Modus yang digunakan pelaku disebut-sebut berupa ancaman menggunakan video, sehingga korban tidak berdaya.

BEMSU menilai, kasus ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, peristiwa serupa kerap terjadi di wilayah kepulauan, khususnya Kangean. Hal ini dinilai sebagai indikator lemahnya sistem perlindungan anak dan minimnya pengawasan dari berbagai pihak.

Pengurus BEMSU, Ahmad Fadlan Masykuri, menegaskan bahwa situasi ini merupakan alarm serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Sudah terlalu sering kekerasan seksual terhadap anak terjadi di wilayah kepulauan, khususnya Kangean. Namun hingga saat ini belum ada langkah konkret yang mampu mencegah terulangnya kejadian serupa. Ini menunjukkan perlindungan terhadap perempuan dan anak masih sangat lemah,” tegasnya, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan dan masa depan generasi muda di wilayah kepulauan. Anak-anak seharusnya mendapatkan perlindungan penuh agar dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat.

Atas kejadian ini, BEMSU menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak terkait. Di antaranya mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus secara transparan dan profesional, serta segera menangkap seluruh pelaku tanpa tebang pilih.

Selain itu, BEMSU juga meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk segera memberikan pendampingan psikologis kepada korban serta memastikan perlindungan maksimal.

Tak hanya itu, BEMSU mendorong adanya peningkatan pengawasan di wilayah kepulauan serta pembentukan tim khusus perlindungan anak guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Transparansi perkembangan kasus kepada publik juga menjadi salah satu tuntutan utama.

BEMSU menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga berjalan secara adil dan korban mendapatkan pemulihan yang layak.

“Kami tidak ingin kasus seperti ini terus terjadi dan berulang. Jika tidak ada langkah nyata, mahasiswa dan masyarakat akan terus bersuara demi keselamatan masyarakat di Kepulauan Kangean,” lanjut Fadlan.

Di sisi lain, BEMSU juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sosial serta berani melaporkan jika mengetahui adanya tindakan kekerasan seksual.

Maraknya kasus yang berulang di wilayah tersebut membuat BEMSU secara tegas menyatakan Kepulauan Kangean dalam kondisi darurat kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, sekaligus menyerukan perhatian serius dari seluruh pihak untuk menyelamatkan generasi muda di daerah kepulauan.

Penulis : WR

Editor : WH

Berita Terkait

Dugaan Pungli Oknum Polisi di Gapura Diselidiki, Sipropam Polresta Sumenep Bergerak
Status Tersangka Anggota Polairud Jadi Sorotan, JSP Desak Kejari Sumenep Bertindak Terbuka
Razia Miras di Cafe Lotus, Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 48 Botol
Kekerasan Seksual Anak di Rubaru Kembali Disorot, Aktivis Kopri UPI Sumenep Desak Pelaku Diusut Tuntas
Terekam CCTV! Pria Bersarung Bobol Rombong Jagung di Sumenep, Dibekuk Subuh di Pamekasan
Masuk Kamar dengan Alasan Pinjam Colokan, Pria di Kangean Diamankan Polisi atas Dugaan Perkosaan
Kasus Kekerasan Seksual Anak di Rubaru Terbongkar, Pria 41 Tahun Ditahan Polisi
2,6 Ton Sabu Cair Dicegat di Laut Kepri, MV Ocean Porter Bongkar Jejak Sindikat Narkoba Internasional

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Status Tersangka Anggota Polairud Jadi Sorotan, JSP Desak Kejari Sumenep Bertindak Terbuka

Selasa, 8 September 2026 - 11:48 WIB

Razia Miras di Cafe Lotus, Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 48 Botol

Minggu, 6 September 2026 - 09:50 WIB

Kekerasan Seksual Anak di Rubaru Kembali Disorot, Aktivis Kopri UPI Sumenep Desak Pelaku Diusut Tuntas

Kamis, 3 September 2026 - 11:31 WIB

Terekam CCTV! Pria Bersarung Bobol Rombong Jagung di Sumenep, Dibekuk Subuh di Pamekasan

Selasa, 1 September 2026 - 19:25 WIB

Masuk Kamar dengan Alasan Pinjam Colokan, Pria di Kangean Diamankan Polisi atas Dugaan Perkosaan

Berita Terbaru