DPMPTSP Sumenep Perkuat Pendampingan LKPM, 100 Pelaku Usaha Ikuti Bimtek Semester I 2026

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DPMPTSP Sumenep, Heru Susanto (tengah) didampingi Sekretaris. Kukuh Agus Susyanto (kiri) dan Kabid Permodalan, H. Herman Hariyanto (kanan)

Kepala DPMPTSP Sumenep, Heru Susanto (tengah) didampingi Sekretaris. Kukuh Agus Susyanto (kiri) dan Kabid Permodalan, H. Herman Hariyanto (kanan)

DPMPTSP Sumenep Perkuat Pendampingan LKPM, 100 Pelaku Usaha Ikuti Bimtek Semester I 2026

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep menggelar Bimbingan Teknis, Pembinaan dan Pendampingan Penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Triwulan II dan Semester I Tahun 2026 yang diikuti sekitar 100 pelaku usaha, di lantai 2 Kantor DPMPTSP Sumenep, Rabu (8/7/2026).

Kepala DPMPTSP Kabupaten Sumenep, Heru Santoso, S.STP didampingi Sekretarisnya Kukuh Agus Susyanto, SE dan Kabid Penanaman Modal, H. Herman Hariyanto, SE saat membuka acara mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan LKPM sekaligus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat di Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, realisasi investasi tidak hanya diukur dari banyaknya pelaku usaha yang membuka usaha di suatu daerah, tetapi juga dari perkembangan usaha setelah memperoleh perizinan.

“Yang kami pantau bukan hanya pelaku usaha membuka usaha di Kabupaten Sumenep, tetapi bagaimana perkembangan usahanya setelah memperoleh izin. Jangan sampai hanya membuka usaha, tetapi tidak berkembang. Hal itu yang menjadi fokus kami melalui pelaporan LKPM,” ujar Heru.

Ia menjelaskan, penyampaian LKPM memiliki periode pelaporan yang telah ditetapkan pemerintah sehingga tidak dapat dilakukan sewaktu-waktu. Karena itu, setiap pelaku usaha wajib melaporkan perkembangan kegiatan usahanya sesuai jadwal yang berlaku.

Heru mengakui capaian pelaporan LKPM Kabupaten Sumenep terus mengalami peningkatan. Namun, pihaknya masih terus mendorong kepatuhan pelaku usaha karena posisi pelaporan LKPM di tingkat Provinsi Jawa Timur masih perlu ditingkatkan.

Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami bahwa penyampaian LKPM merupakan kewajiban, khususnya bagi pelaku usaha dengan nilai investasi di atas Rp1 miliar.

Selain meningkatkan kepatuhan pelaporan, DPMPTSP juga terus memberikan kemudahan pelayanan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Masyarakat yang mengalami kendala dapat memperoleh pendampingan secara gratis melalui Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Seluruh proses dilakukan melalui sistem. Kami siap memberikan pendampingan sampai izin terbit tanpa dipungut biaya,” katanya.

Heru menambahkan, setelah izin diterbitkan, DPMPTSP melakukan pengawasan administratif terhadap kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan LKPM. Sementara pengawasan teknis terhadap kegiatan usaha dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai sektor masing-masing.

Sebagai strategi meningkatkan kepatuhan pelaporan, DPMPTSP memberikan pendampingan kepada sekitar 100 pelaku usaha, terutama yang memiliki nilai investasi di atas Rp5 miliar. Pendampingan dilakukan melalui pelayanan langsung di kantor, layanan hotline, maupun kunjungan ke lokasi usaha apabila diperlukan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini pelaku usaha semakin memahami kewajibannya dalam menyampaikan LKPM. Dengan begitu, iklim investasi di Kabupaten Sumenep semakin kondusif, usaha berkembang, dan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat,” pungkas Heru.

Penulis : You

Editor : FA

Berita Terkait

Transmisi Moneter BI Dipertanyakan, Achsanul: Jangan Berhenti di Pasar Keuangan
360 Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Bergerak Bersama, Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Perkuat Kekompakan
Dari Kolam Lele hingga Kandang Ayam, Bupati Fauzi Dorong Desa Bataal Timur Jadi Penopang MBG
PPR Sumenep Dorong Industri Rokok Jadi Penopang Stabilitas Harga Tembakau 2026
Gelar FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia di Bali, Berikut Masukan dari SMSI untuk Panja RUU
Kades Basoka: Rubaru Agro Culture Fest Jadi Momentum Kenalkan Potensi Desa
Valen DA7 Banjir Dukungan, Bos DRT Big Family: Kebanggaan Madura yang Harus Dijaga
Panen Melon Modern di Sumenep, Polres Dorong Petani Milenial Kembangkan Smart Farming

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Transmisi Moneter BI Dipertanyakan, Achsanul: Jangan Berhenti di Pasar Keuangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:09 WIB

360 Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Bergerak Bersama, Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Perkuat Kekompakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:31 WIB

Dari Kolam Lele hingga Kandang Ayam, Bupati Fauzi Dorong Desa Bataal Timur Jadi Penopang MBG

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:18 WIB

PPR Sumenep Dorong Industri Rokok Jadi Penopang Stabilitas Harga Tembakau 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:50 WIB

Gelar FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia di Bali, Berikut Masukan dari SMSI untuk Panja RUU

Berita Terbaru