Hairul Anwar Sebut Program MBG sebagai Pilar Membangun SDM Unggul Indonesia

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Hairul Anwar

Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Hairul Anwar

Hairul Anwar Sebut Program MBG sebagai Pilar Membangun SDM Unggul Indonesia

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

Pernyataan tersebut disampaikan legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk NgomBe (Ngobrol MBG) yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumenep, Kamis (9/7/2026).

Dalam forum yang menjadi ajang diskusi sekaligus evaluasi pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Sumenep itu, Hairul menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak merupakan pondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.

Menurutnya, Program MBG tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan bergizi di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia dini.

“Program ini adalah bentuk investasi negara dalam membangun kualitas generasi penerus. Pemenuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan hingga usia sekolah akan melahirkan SDM yang lebih sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Hairul.

Ia menjelaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak akan berjalan optimal apabila persoalan gizi anak masih menjadi tantangan. Karena itu, Program MBG dinilai memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan prestasi belajar sekaligus menekan risiko stunting dan masalah gizi lainnya.

Hairul juga menekankan bahwa keberhasilan program tersebut harus dibarengi dengan mekanisme evaluasi yang berkelanjutan. Evaluasi diperlukan untuk memastikan pelaksanaan di lapangan benar-benar efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Setiap program tentu membutuhkan evaluasi agar dapat terus disempurnakan. Masukan dari masyarakat, tenaga pendidik, pemerintah, maupun berbagai pihak lainnya menjadi bahan penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG,” katanya.

Menurut dia, forum diskusi seperti FGD NgomBe memiliki nilai strategis karena menjadi ruang komunikasi antara pemerintah, legislatif, akademisi, media, dan masyarakat untuk menyampaikan gagasan serta solusi terhadap berbagai tantangan implementasi program.

Lebih lanjut, Hairul mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mengawal Program MBG sebagai salah satu program prioritas nasional. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan program tersebut.

“Apabila seluruh pihak berjalan bersama, saya optimistis Program Makan Bergizi Gratis akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Tujuan membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045 akan lebih mudah diwujudkan,” tutupnya.

Penulis : You

Editor : Fa

Berita Terkait

Sidak Masih Temukan ASN Tak Disiplin, Wabup Sumenep Desak Pimpinan OPD Bertindak
Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah
Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi
TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci
Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Sidak Masih Temukan ASN Tak Disiplin, Wabup Sumenep Desak Pimpinan OPD Bertindak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Berita Terbaru