Tasyakuran HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Ingatkan Makna Merdeka Tak Berhenti pada Seremoni

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep bersama para anak yatim di malam tasyakuran HUT ke-81 RI

Bupati Sumenep bersama para anak yatim di malam tasyakuran HUT ke-81 RI

Tasyakuran HUT ke-81 RI di Sumenep, Bupati Ingatkan Makna Merdeka Tak Berhenti pada Seremoni

SETARAJATIM.COM, SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengingatkan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak semestinya berhenti pada seremoni dan kemeriahan perayaan.

Pesan itu mengemuka dalam malam tasyakuran HUT ke-81 RI yang digelar di Lapangan Kesenian Sumekar, Gotong Royong, Sumenep, Rabu (19/8/2026) malam.

Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diteruskan dengan kerja konkret.

Bagi pemerintah, kata dia, bentuk perjuangan di era sekarang salah satunya adalah memastikan pembangunan dan pelayanan publik memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, tetapi amanah yang harus kita isi dengan karya nyata, pengabdian, dan kontribusi terbaik untuk kemajuan Sumenep,” ujar Fauzi.

Menurut dia, perubahan zaman telah menggeser bentuk perjuangan. Jika para pahlawan dahulu berjuang menghadapi penjajahan secara langsung, generasi sekarang menghadapi tantangan berupa persoalan pendidikan, ekonomi, pembangunan, teknologi, hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, Fauzi meminta generasi muda tidak sekadar menjadi pewaris sejarah, tetapi harus menjadi pelaku pembangunan.

“Generasi penerus harus mampu menerjemahkan semangat perjuangan para pahlawan melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, serta berbagai kegiatan positif yang membangun masa depan,” katanya.

Pemerintah Tak Bisa Berjalan Sendiri

Fauzi menilai pembangunan daerah tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar berbagai program pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ia mengajak masyarakat menjaga budaya gotong royong serta memperkuat kepedulian sosial di tengah perubahan kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.

“Mengisi kemerdekaan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat melalui gotong royong, kepedulian sosial, dan kontribusi sesuai bidang masing-masing,” kata dia.

Menurut Fauzi, pembangunan membutuhkan kondisi sosial yang stabil. Perbedaan pandangan, latar belakang maupun kepentingan tidak boleh berkembang menjadi konflik yang justru menghambat kemajuan daerah.

“Kita harus menjaga persatuan, toleransi dan gotong royong, karena kemajuan Sumenep akan semakin kuat jika seluruh masyarakat bergerak dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.

Ukuran Kemerdekaan Ada pada Manfaat

Fauzi juga menekankan bahwa semangat kemerdekaan harus tercermin dalam kualitas pelayanan pemerintah. Pembangunan, menurut dia, harus memiliki orientasi yang jelas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Perjuangan hari ini kita lanjutkan melalui pembangunan, pelayanan publik yang baik, pengabdian, dan kerja keras agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” katanya.

Pernyataan itu menempatkan pelayanan publik sebagai salah satu wajah kemerdekaan di tingkat daerah.

Sebab, kemerdekaan bagi masyarakat bukan hanya persoalan sejarah, tetapi juga menyangkut kesempatan memperoleh pelayanan yang layak, akses pembangunan, ruang untuk berkembang, serta rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Malam tasyakuran tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Sumenep. Berbagai kegiatan sebelumnya telah digelar masyarakat mulai dari tingkat lingkungan, desa, kecamatan hingga kabupaten.

Fauzi berharap seluruh rangkaian perayaan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan persaudaraan.

Ia menilai suasana aman dan kondusif harus terus dipelihara agar pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Perjuangan belum selesai. Generasi hari ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita para pendahulu melalui kerja nyata dan kontribusi terbaik bagi daerah,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penutup refleksi malam tasyakuran: kemerdekaan bukan sekadar sesuatu yang diwarisi, melainkan tanggung jawab yang harus terus dibuktikan melalui kerja dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Penulis : You

Editor : Fa

Berita Terkait

Stand Desa Wisata Pragaan Siap Semarakkan Madura Culture Fest 2026
Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Jadi Etalase Potensi Sumenep
Jalan Lenteng-Mandala Rp16 Miliar Disorot: Marlaf Sucipto Minta Proyek Jangan Asal Jadi
Khofifah Gelar Maulid Nabi dan Haul ke-12 Suami, Ribuan Warga Larut dalam Doa
Khofifah Pastikan Lansia Korban Gempa Manggarai Tak Sendiri, Tim Trauma Healing Diperkuat
36 Regu SDN/SDI Ramaikan Gerak Jalan Kecamatan Rubaru
Hosnan Pasang Badan untuk Sumenep Kepulauan: Bukan Sekadar Ganti Nama
Tak Ingin Kepulauan Terisolasi, Bupati Sumenep Desak Penguatan Akses Laut ke Kemenhub

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Stand Desa Wisata Pragaan Siap Semarakkan Madura Culture Fest 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:07 WIB

Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Jadi Etalase Potensi Sumenep

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Jalan Lenteng-Mandala Rp16 Miliar Disorot: Marlaf Sucipto Minta Proyek Jangan Asal Jadi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Khofifah Gelar Maulid Nabi dan Haul ke-12 Suami, Ribuan Warga Larut dalam Doa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Khofifah Pastikan Lansia Korban Gempa Manggarai Tak Sendiri, Tim Trauma Healing Diperkuat

Berita Terbaru