Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Pelajar Kabupaten Sumenep memborong seluruh podium juara Lomba Poster Nasional dalam ajang Semarak Hari Pangan Nasional (SHPN) 2026. Prestasi ini bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi desain, tetapi juga memperlihatkan daya saing pelajar daerah dalam menyampaikan gagasan inovasi pangan melalui kreativitas digital.
Zahra Aliya Putri, siswi kelas X-D Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep, tampil sebagai juara pertama. Ia mengungguli peserta lainnya melalui karya poster bertajuk “Generasi Muda Beraksi, Pangan Lokal Berinovasi” yang mengangkat peran teknologi dalam pengembangan pangan lokal.
Keberhasilan Zahra semakin istimewa karena posisi kedua dan ketiga juga ditempati pelajar asal Sumenep. Nur Afidah Syarah dari SMAN 2 Sumenep meraih juara kedua, sedangkan Annisa Khalifah Azzahrah dari SMK Al-Karimiyyah Sumenep menempati posisi ketiga.
Hasil tersebut diumumkan melalui akun Instagram panitia, @ofc.himalogista. Ketiga pelajar itu masing-masing tercatat dengan kode Finalis 006, Finalis 005, dan Finalis 007.
Kompetisi ini diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista), Fakultas Pertanian, Universitas Wiraraja (Unija) Madura. Tema yang diangkat, “Generasi Muda Digital, Diversifikasi Pangan Lokal Berkelanjutan”, menantang peserta menuangkan ide tentang masa depan pangan Indonesia melalui media visual yang kreatif dan inovatif.
Teknologi Digital Jadi Pesan Utama
Dalam posternya, Zahra memadukan ilustrasi generasi muda, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta gambaran inovasi di sektor pertanian dan pangan.
Karya tersebut menyampaikan pesan bahwa teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi pangan lokal. Generasi muda pun memiliki ruang untuk terlibat dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, bukan hanya sebagai pengguna teknologi, melainkan juga pencipta gagasan dan inovasi.
Di balik kemenangan tersebut, Zahra mengaku tidak menyangka bisa menjadi yang terbaik dalam kompetisi tingkat nasional. Ia menyebut proses merumuskan konsep visual menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi selama pembuatan poster.
“Pastinya sangat senang, bersyukur, dan sama sekali tidak menyangka bisa meraih Juara 1 di tingkat nasional. Waktu proses pembuatan poster ini tantangannya lumayan berat untuk memikirkan ide visualnya, tapi Alhamdulillah kerja kerasnya membuahkan hasil terbaik,” ungkap Zahra, Jumat (16/10/2026).
Ia juga menegaskan bahwa prestasi tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga dan bimbingan para guru di MAN Sumenep.
“Prestasi ini juga berkat doa dari orang tua serta bimbingan dari guru-guru di MAN Sumenep,” tambahnya.
Bukan Sekadar Piala, tetapi Dorongan untuk Terus Berkarya
Bagi Zahra, kemenangan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan di bidang desain grafis digital. Ia berharap prestasi yang diraihnya tidak berhenti sebagai pencapaian sesaat, tetapi menjadi awal untuk menghasilkan karya-karya yang lebih konsisten dan bermanfaat.
Ia juga ingin pesan mengenai pangan lokal yang dituangkan dalam posternya dapat menggerakkan generasi muda untuk lebih peduli terhadap kemandirian pangan Indonesia.
“Semoga pencapaian ini bisa memotivasi saya untuk terus belajar dan mengasah kemampuan di bidang desain grafis digital agar bisa lebih konsisten berkarya. Selain itu, semoga karya poster saya yang bertema pangan lokal ini bisa menginspirasi teman-teman generasi muda lainnya untuk ikut peduli terhadap kemandirian pangan di Indonesia,” katanya.
Prestasi Zahra mendapat apresiasi dari MAN Sumenep. Melalui akun Instagram resmi @man.sumenep, pihak madrasah mengunggah ucapan selamat kepada siswi kelas X-D tersebut, disertai foto Zahra memegang trofi juara pertama.
Sementara itu, keberhasilan tiga pelajar dari lembaga pendidikan berbeda menguasai seluruh posisi juara menjadi sorotan tersendiri. Capaian ini menunjukkan bahwa kreativitas digital dan kemampuan mengembangkan gagasan tidak hanya tumbuh di pusat-pusat kota besar, tetapi juga di kalangan pelajar daerah.
Di tengah semakin pentingnya inovasi teknologi dalam berbagai sektor, prestasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelajar membutuhkan ruang untuk mengembangkan kemampuan, menguji gagasan, dan berkompetisi di tingkat yang lebih luas.
Bagi Sumenep, sapu bersih podium SHPN 2026 menjadi modal kebanggaan sekaligus tantangan untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, adaptif terhadap teknologi, dan peka terhadap persoalan strategis, termasuk masa depan pangan Indonesia.
Penulis : You
Editor : Efa
















