Baznas Jatim-Sumenep Turun Langsung, Warga Desa Langsar Dapat Bantuan Air Bersih
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Kemarau panjang menyebabkan sumber air warga di Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, mengalami kekurangan pasokan. Kondisi itu membuat masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Krisis air tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan. Sejak Juli 2026, warga mulai kesulitan mendapatkan air sehingga terpaksa membeli untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Ketua RT 13 Desa Langsar, Masdarun, mengatakan kekurangan air bersih terjadi seiring berlangsungnya kemarau panjang. Minimnya ketersediaan air membuat warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan pasokan air.
“Warga mulai mengalami kekurangan air bersih sejak bulan tujuh lalu. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga terpaksa membeli. Satu pikap air harganya sekitar Rp80 ribu,” ujar Masdarun.
Air yang dibeli warga digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minum dan memasak hingga mandi serta keperluan rumah tangga lainnya. Kondisi tersebut membuat krisis air tidak hanya menyulitkan aktivitas warga, tetapi juga menambah beban pengeluaran keluarga.
Merespons kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Timur bersama Baznas Kabupaten Sumenep menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Langsar, Senin (5/10/2026).
Penyaluran bantuan melibatkan Kodim 0827 Sumenep, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep Achmad Fauzi turut turun langsung dalam pendistribusian air bersih kepada masyarakat.
Ketua Baznas Sumenep Ahmad Rahman mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
“Kami Baznas Sumenep bersama Baznas Jawa Timur, bersama Bupati, BPBD dan Dinas Sosial, turun langsung memberikan bantuan air bersih kepada warga Langsar,” kata Ahmad Rahman.
Menurut Ahmad Rahman, bantuan air bersih akan terus didistribusikan ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air akibat kemarau panjang.
Tidak hanya wilayah daratan, Baznas juga akan menyasar sejumlah wilayah kepulauan yang turut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami akan terus melakukan distribusi air bersih ke daerah-daerah yang mengalami krisis air. Termasuk wilayah kepulauan, karena di sana juga banyak masyarakat yang terdampak kekeringan,” pungkasnya.
Kondisi di Langsar menunjukkan dampak langsung kemarau panjang terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Selama pasokan air belum kembali normal, warga harus mengandalkan pembelian air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penulis : Efa
Editor : You
















