BBM Bersubsidi Diserbu, Pemkab Sumenep Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Sumenep dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan akibat kelangkaan stok maupun terganggunya distribusi bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan pasokan BBM dari PT Pertamina (Persero) kepada seluruh mitra SPBU tetap berjalan normal.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menjelaskan bahwa lonjakan antrean dipicu meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi setelah sebagian masyarakat beralih dari BBM non-subsidi karena adanya selisih harga yang cukup signifikan.
“Secara stok dan pasokan tidak ada kendala. Distribusi dari Pertamina kepada mitra-mitra SPBU berjalan normal, termasuk kuota untuk Kabupaten Sumenep tidak ada pengurangan,” ujar Dadang, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, antrean yang terjadi saat ini merupakan dampak perubahan pola konsumsi masyarakat. Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengguna beralih ke BBM bersubsidi karena selisih harga mencapai sekitar Rp3.950 per liter jenis pertamax. Dan Rp 7.000-8.000 ntuk solar non subsidi jenis Pertamina dex dan sejenisnya.
Dadang juga menjelaskan bahwa kuota BBM setiap bulan memang berbeda. Pada bulan sebelumnya terdapat penyesuaian kuota karena momentum hari besar keagamaan, sedangkan pada bulan Juni kuota kembali ke alokasi normal.
“Kondisi itu bertepatan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, termasuk kepulangan jemaah haji, sehingga permintaan BBM bersubsidi melonjak” ungkapnya.
Ia menambahkan, mulai Juli nanti BPH Migas bersama PT Pertamina (Persero) akan melakukan penataan ulang kuota di masing-masing SPBU untuk mengurangi antrean.
Selain itu, sejumlah SPBU telah menerapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi, di antaranya maksimal lima liter untuk kendaraan roda dua. Pembatasan juga diberlakukan bagi kendaraan roda empat sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
“Pemkab Sumenep mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan” pungkasnya.
Di sisi lain, Pertamina terus mempercepat distribusi dari depot ke SPBU dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar penyaluran BBM tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Penulis : You
Editor : Fa
















