BBM Bersubsidi Diserbu, Pemkab Sumenep Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU

Senin, 29 Juni 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabag Perekekonomian, Dadang Deddy Iskandar

Kabag Perekekonomian, Dadang Deddy Iskandar

BBM Bersubsidi Diserbu, Pemkab Sumenep Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Sumenep dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan akibat kelangkaan stok maupun terganggunya distribusi bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan pasokan BBM dari PT Pertamina (Persero) kepada seluruh mitra SPBU tetap berjalan normal.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, menjelaskan bahwa lonjakan antrean dipicu meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi setelah sebagian masyarakat beralih dari BBM non-subsidi karena adanya selisih harga yang cukup signifikan.

“Secara stok dan pasokan tidak ada kendala. Distribusi dari Pertamina kepada mitra-mitra SPBU berjalan normal, termasuk kuota untuk Kabupaten Sumenep tidak ada pengurangan,” ujar Dadang, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, antrean yang terjadi saat ini merupakan dampak perubahan pola konsumsi masyarakat. Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengguna beralih ke BBM bersubsidi karena selisih harga mencapai sekitar Rp3.950 per liter jenis pertamax. Dan Rp 7.000-8.000 ntuk solar non subsidi jenis Pertamina dex dan sejenisnya.

Dadang juga menjelaskan bahwa kuota BBM setiap bulan memang berbeda. Pada bulan sebelumnya terdapat penyesuaian kuota karena momentum hari besar keagamaan, sedangkan pada bulan Juni kuota kembali ke alokasi normal.

“Kondisi itu bertepatan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, termasuk kepulangan jemaah haji, sehingga permintaan BBM bersubsidi melonjak” ungkapnya.

Ia menambahkan, mulai Juli nanti BPH Migas bersama PT Pertamina (Persero) akan melakukan penataan ulang kuota di masing-masing SPBU untuk mengurangi antrean.

Selain itu, sejumlah SPBU telah menerapkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi, di antaranya maksimal lima liter untuk kendaraan roda dua. Pembatasan juga diberlakukan bagi kendaraan roda empat sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Pemkab Sumenep mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan” pungkasnya.

Di sisi lain, Pertamina terus mempercepat distribusi dari depot ke SPBU dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar penyaluran BBM tetap lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Penulis : You

Editor : Fa

Berita Terkait

Sidak Masih Temukan ASN Tak Disiplin, Wabup Sumenep Desak Pimpinan OPD Bertindak
Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah
Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi
TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci
Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Sidak Masih Temukan ASN Tak Disiplin, Wabup Sumenep Desak Pimpinan OPD Bertindak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Berita Terbaru