BEMSU Soroti Ketidakkonsistenan Informasi dan Minimnya Transparansi Kasus Penemuan Kokain di Sumenep

Sabtu, 18 April 2026 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi BEMSU (dok setara)

Aksi BEMSU (dok setara)

BEMSU Soroti Ketidakkonsistenan Informasi dan Minimnya Transparansi Kasus Penemuan Kokain di Sumenep

SETARAJATIM.COM, SUMENEP — Penanganan kasus penemuan narkotika jenis kokain dalam jumlah besar di pesisir Sumenep menuai sorotan tajam. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kabupaten Sumenep (BEMSU) menilai terdapat kejanggalan serius, mulai dari ketidakkonsistenan data hingga gagalnya penyampaian informasi publik secara terbuka.

Perhatian publik menguat setelah muncul perbedaan signifikan terkait berat barang bukti. Angka 27,83 kilogram sempat disampaikan sebagai total temuan. Namun belakangan, disebutkan bahwa angka tersebut merupakan berat bruto, sementara berat bersih kokain hanya sekitar 22 kilogram.

Selisih hampir 6 kilogram ini tidak pernah dijelaskan secara rinci kepada publik. Minimnya penjelasan memicu pertanyaan mendasar: bagaimana mekanisme pengukuran dilakukan, dan mengapa informasi krusial tersebut tidak disampaikan secara transparan sejak awal?
Kejanggalan tidak berhenti di situ.

Konferensi pers resmi yang sebelumnya dijadwalkan oleh Polres Sumenep, bahkan disebut akan dihadiri Kapolda Jawa Timur, mendadak dibatalkan tanpa keterangan yang jelas. Padahal, forum tersebut menjadi satu-satunya ruang resmi untuk menjawab berbagai pertanyaan publik atas kasus besar ini.

Pembatalan tanpa penjelasan justru memperkuat dugaan adanya persoalan yang belum diungkap ke publik. Dalam praktik penegakan hukum yang akuntabel, penundaan atau pembatalan agenda strategis semestinya disertai alasan terbuka—bukan dibiarkan menggantung tanpa kepastian.

BEMSU menilai, dua hal ini—ketidakkonsistenan data dan absennya konferensi pers—bukan sekadar persoalan teknis, melainkan indikasi lemahnya transparansi dan kontrol informasi dalam penanganan kasus.

“Ini bukan kasus kecil. Penemuan kokain dalam jumlah besar sangat mungkin berkaitan dengan jaringan narkotika yang lebih luas dan terorganisir. Karena itu, setiap detail informasi seharusnya disampaikan secara jelas dan konsisten,” tegas Koordinator BEMSU, Salman Farid, Sabtu (18/4/2026).

Lebih jauh, kondisi ini dinilai berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Ketika informasi berubah-ubah dan akses terhadap penjelasan resmi justru tertutup, ruang spekulasi akan semakin melebar—termasuk dugaan adanya hal-hal yang sengaja ditutupi.

Dalam konteks ini, transparansi bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan prasyarat utama menjaga legitimasi penegakan hukum. Tanpa keterbukaan, setiap langkah penanganan kasus akan terus dipertanyakan.

BEMSU mendesak aparat penegak hukum segera memberikan klarifikasi menyeluruh, termasuk membuka secara detail data barang bukti, kronologi penemuan, hingga alasan pembatalan konferensi pers.

“Jika tidak, publik berhak mempertanyakan: apakah ini sekadar kelalaian komunikasi, atau ada persoalan yang lebih besar yang belum diungkap” pungkasnya.

Penulis : WR

Editor : WH

Berita Terkait

Bangun Kepercayaan, Wabup Sumenep Dorong BPR Syariah Perkuat Ekonomi Inklusif
Bongkar Strategi Kebijakan, Dosen Muda Hadirkan Buku Pengambilan Keputusan yang Aplikatif
Camat Pragaan Pimpin Aksi Bersih Tugu Keris, Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Gerakan Indonesia ASRI
ASN Sumenep Wajib Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan, Bupati Siapkan Sanksi Tegas
Bupati Sumenep Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tegaskan Peran Strategis Bukan “Kotak Kosong”
Tiga Raperda Disepakati, Bupati Sumenep: Bukti Sinergi Pemerintah dan DPRD
Buntut Audiensi HMI Lancaran Soal Carut-Marut Pengolahan Limbah SPPG, Satgas Lakukan Sidak ke Sejumlah SPPG di Sumenep
HMI Komisariat Lancaran Desak Satgas MBG Tutup SPPG Tak Ber-IPAL di Wilayah Kecamatan Ganding dan Guluk-Guluk

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:37 WIB

BEMSU Soroti Ketidakkonsistenan Informasi dan Minimnya Transparansi Kasus Penemuan Kokain di Sumenep

Selasa, 14 April 2026 - 13:50 WIB

Bangun Kepercayaan, Wabup Sumenep Dorong BPR Syariah Perkuat Ekonomi Inklusif

Jumat, 10 April 2026 - 18:44 WIB

Camat Pragaan Pimpin Aksi Bersih Tugu Keris, Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Gerakan Indonesia ASRI

Rabu, 8 April 2026 - 12:31 WIB

ASN Sumenep Wajib Beralih ke Transportasi Ramah Lingkungan, Bupati Siapkan Sanksi Tegas

Rabu, 8 April 2026 - 10:36 WIB

Bupati Sumenep Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tegaskan Peran Strategis Bukan “Kotak Kosong”

Berita Terbaru