Hari Kereta Api Nasional, Khofifah Minta Keselamatan dan Layanan Penumpang Jadi Prioritas

Senin, 28 September 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah saat berada di dalam Kereta Api

Gubernur Khofifah saat berada di dalam Kereta Api

Hari Kereta Api Nasional, Khofifah Minta Keselamatan dan Layanan Penumpang Jadi Prioritas

SETARAJATIM.COM, SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadikan peringatan Hari Kereta Api Nasional ke-81 sebagai momentum untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api di Jawa Timur.

Menurut Khofifah, penguatan layanan dan keselamatan menjadi penting seiring semakin strategisnya peran kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat. Saat ini, jaringan perkeretaapian di Jawa Timur mencapai 1.525 kilometer dengan 138 perjalanan kereta api setiap hari.

“Selamat Hari Kereta Api Nasional ke-81. Terima kasih kepada seluruh insan perkeretaapian atas dedikasi dan pengabdiannya. Mari terus meningkatkan pelayanan agar setiap perjalanan menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Khofifah, Senin (28/9).

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, jaringan perkeretaapian di wilayah tersebut mencakup 123 stasiun. Dari total panjang jaringan 1.525 kilometer, sepanjang 910 kilometer merupakan jalur aktif, sedangkan 615 kilometer lainnya merupakan jalur nonaktif.

Adapun 138 perjalanan kereta api setiap hari tersebut terbagi dalam tiga wilayah kerja, yakni 40 perjalanan di wilayah Daop 7 Madiun, 80 perjalanan di Daop 8 Surabaya, dan 18 perjalanan di Daop 9 Jember.

Khofifah menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa kereta api tidak lagi sekadar menjadi moda transportasi antarkota. Kereta api telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, termasuk untuk mengakses tempat kerja, sekolah, perguruan tinggi, pusat ekonomi, hingga destinasi wisata.

Karena itu, ia mendorong peningkatan kualitas pelayanan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari kemudahan memperoleh informasi perjalanan, ketepatan waktu, kenyamanan di stasiun dan selama perjalanan, hingga pemenuhan kebutuhan penumpang yang memerlukan perhatian khusus.

“Pelayanan yang semakin baik harus dirasakan oleh semua penumpang, termasuk anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas. Kemudahan akses serta kenyamanan di stasiun dan selama perjalanan perlu terus menjadi perhatian bersama,” tuturnya.

Dorong Pengembangan Kereta Rel Listrik

Peningkatan layanan perkeretaapian juga diarahkan melalui pengembangan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang direncanakan menggunakan kereta rel listrik.

Pada fase 1A, pengembangan SRRL mencakup konstruksi dan elektrifikasi jalur Sidoarjo–Gubeng serta Depo Sidotopo sepanjang sekitar 30 kilometer.

Penyelesaian desain teknis terperinci atau Detail Engineering Design (DED) fase tersebut ditargetkan pada triwulan I 2027. Sementara proses lelang konstruksi dan elektrifikasi direncanakan dimulai pada pertengahan 2027.

Pengembangan fase 1A juga mencakup peningkatan fasilitas di lima stasiun, yakni Gubeng, Wonokromo, Waru, Gedangan, dan Sidoarjo. Selain itu, akan disiapkan depo tetap di Sidotopo untuk perawatan kereta rel listrik, pembangunan gardu listrik di empat stasiun, serta peningkatan sistem persinyalan dan telekomunikasi sepanjang lintasan.

Secara bertahap, layanan SRRL direncanakan mencakup koridor Pasar Turi–Sidoarjo. Fase 1A meliputi Sidoarjo–Gubeng–Sidotopo, sedangkan fase 1B mencakup Surabaya Kota–Pasar Turi.

Pengembangan berikutnya direncanakan meliputi lintas Lamongan–Pasar Turi, Wonokromo–Mojokerto, serta Tarik–Sidoarjo.

Keselamatan 999 Perlintasan Jadi Perhatian

Di tengah pengembangan layanan tersebut, Khofifah menempatkan keselamatan di perlintasan sebidang sebagai salah satu perhatian utama.

Data Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya per 7 Mei 2026 mencatat terdapat 999 perlintasan sebidang di Jawa Timur. Sebanyak 916 perlintasan telah terdaftar atau memiliki nomor JPL, sedangkan 83 lainnya belum terdaftar.

Dari 916 perlintasan yang telah terdaftar, sebanyak 182 perlintasan tercatat tidak dijaga.

Khofifah menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama karena keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kesiapan penjagaan, koordinasi antarinstansi, dan kedisiplinan masyarakat.

“Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap pengembangan layanan kereta api. Pengamanan perlintasan membutuhkan koordinasi yang kuat, kesiapan petugas, serta kepatuhan masyarakat terhadap rambu dan ketentuan keselamatan,” tegasnya.

Dalam pengembangan SRRL fase 1A, aspek keselamatan juga menjadi bagian dari pekerjaan melalui rencana penanganan 44 perlintasan sebidang.

Dari jumlah tersebut, 34 perlintasan dijaga KAI, tiga dijaga pemerintah daerah, satu dijaga sukarelawan, sedangkan enam lainnya tidak dijaga dan memerlukan penanganan berupa penutupan atau penggabungan perlintasan.

Pengembangan SRRL fase 1A juga mencakup desain tiga jalan layang atau flyover, yakni di Jalan Ambengan, Bung Tomo, dan Pahlawan Sidoarjo. Pembangunan ketiga flyover tersebut direncanakan menggunakan pendanaan APBN.

132 Palang Pintu Dibangun

Upaya memperkuat keselamatan perlintasan sebelumnya juga dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui pembangunan 132 palang pintu dan pos jaga kereta api secara bertahap pada periode 2023–2025.

Fasilitas tersebut tersebar di 22 kabupaten/kota di Jawa Timur. Atas inisiatif tersebut, Khofifah menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pemrakarsa Pembangunan Palang Pintu dan Pos Jaga Kereta Api Terbanyak.

Namun, Khofifah menegaskan pembangunan infrastruktur keselamatan harus diikuti dengan pemeliharaan dan kesiapan penjagaan secara berkelanjutan.

“Pembangunan palang pintu dan pos jaga harus disertai pemeliharaan serta kesiapan penjagaan. Tujuan kita adalah melindungi masyarakat yang melintas dan mendukung keselamatan perjalanan kereta api,” ungkapnya.

Selain infrastruktur, ia mengajak masyarakat membangun budaya tertib di perlintasan sebidang. Kepatuhan terhadap rambu dan ketentuan keselamatan, termasuk tidak menerobos palang pintu, dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan.

Edukasi keselamatan juga perlu dilakukan secara konsisten dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak-anak dan generasi muda.

Menurut Khofifah, kesadaran mengenai keselamatan di perlintasan perlu dibangun sejak dini agar kepatuhan terhadap aturan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Perkuat Integrasi Antarmoda

Khofifah juga mendorong agar pengembangan perkeretaapian tidak hanya berorientasi pada peningkatan perjalanan kereta, tetapi turut memperkuat konektivitas dengan moda transportasi umum lainnya.

Integrasi antarmoda dinilai penting agar masyarakat memperoleh kemudahan sejak meninggalkan rumah hingga mencapai tujuan akhir.

“Masyarakat membutuhkan perjalanan yang mudah sejak berangkat dari rumah sampai tiba di tujuan. Karena itu, keterhubungan kereta api dengan angkutan umum lainnya perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas,” jelasnya.

Di momentum Hari Kereta Api Nasional ke-81, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada masinis, petugas stasiun, penjaga perlintasan, serta seluruh insan perkeretaapian yang setiap hari menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

“Teruslah melayani dengan sepenuh hati. Semoga perkeretaapian Indonesia semakin maju dan semakin melayani, mempererat konektivitas antardaerah, serta membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Pulung Chausar

Editor : Yu

Berita Terkait

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah
Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi
TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci
Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas
Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Meluas, Bantuan Aspal Khofifah Hanya 1,5 Truk Jadi Sorotan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama

Berita Terbaru