Hari Koperasi di Sumenep, Bupati Fauzi Instruksikan Audit Tata Kelola: Koperasi Tak Sehat Harus Dipetakan
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta jajaran Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (DKUPP) melakukan pemetaan dan verifikasi menyeluruh terhadap koperasi yang beroperasi di wilayahnya. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan koperasi benar-benar menjadi penggerak ekonomi rakyat, bukan sekadar tercatat secara administratif.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Fauzi saat menghadiri peringatan tasyakurab Hari Koperasi Nasional kw-79 di Pendopo Agung Keraton Sumenep, yang digelar Dekopinda, Kamis (16/7/2026).
Di hadapan ratusan pengurus dan anggota koperasi, Fauzi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh hanya berbangga dengan banyaknya jumlah koperasi. Yang lebih penting adalah memastikan koperasi memiliki tata kelola yang sehat, aktif menjalankan usaha, serta memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Kita harus mengetahui secara jelas mana koperasi yang sehat, mana yang membutuhkan pembinaan, dan mana yang sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah harus hadir melakukan verifikasi dan pendampingan,” tegasnya.
Menurut Fauzi, koperasi selama ini terbukti menjadi wadah ekonomi berbasis gotong royong yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Namun, keberlangsungan koperasi sangat bergantung pada kualitas manajemen dan sumber daya manusia yang mengelolanya.
Karena itu, ia meminta DKUPP tidak hanya menjalankan fungsi administratif, melainkan aktif melakukan pembinaan, peningkatan kapasitas pengurus, hingga penguatan literasi perkoperasian.
“Jumlah koperasi di Kabupaten Sumenep cukup banyak. Tantangannya adalah bagaimana koperasi-koperasi tersebut dapat tumbuh sehat, profesional, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Fauzi menilai masih terdapat koperasi yang perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam aspek tata kelola organisasi dan administrasi. Pembinaan yang tepat, kata dia, akan menjadi kunci agar koperasi mampu berkembang dan beradaptasi dengan dinamika ekonomi.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan koperasi yang selama ini tetap menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah berbagai tantangan ekonomi.
“Koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesia. Semangat kebersamaan yang menjadi ruh koperasi harus terus dipertahankan dan diperkuat,” katanya.
Peringatan Hari Koperasi di Sumenep tahun ini diawali dengan upacara dan diikuti berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku koperasi dari berbagai sektor. Momentum tersebut dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen mewujudkan koperasi yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.
Memasuki usia ke-79 tahun, Fauzi berharap koperasi tidak hanya bertahan, tetapi mampu menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Koperasi harus naik kelas. Tidak cukup hanya eksis, tetapi harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi anggotanya dan masyarakat luas,” pungkasnya.
Penulis : You
Editor : ND
















