Sumenep Tetapkan Siaga 7 Hari, Wabup Pimpin Langsung Penanganan Korban Kebakaran Kapal
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep mempercepat penanganan musibah kebakaran kapal dengan menetapkan status siaga selama tujuh hari ke depan. Keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi darurat Forkopimda digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (3/8/2026), menyusul masih berlangsungnya proses penanganan korban dan kebutuhan koordinasi lintas instansi.
Rapat dipimpin langsung Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim dan dihadiri unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Sosial, tenaga kesehatan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah. Fokus pembahasan diarahkan pada percepatan evakuasi, layanan medis, distribusi logistik, hingga penguatan komando lapangan selama masa tanggap darurat.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Seluruh unsur harus bergerak cepat, bekerja sama, dan memastikan setiap korban memperoleh pelayanan terbaik,” kata Imam Hasyim.
Keputusan menetapkan siaga tujuh hari menunjukkan pemerintah daerah tidak ingin penanganan berhenti pada fase evakuasi semata. Seluruh perangkat diminta tetap dalam kondisi siap bergerak untuk mengantisipasi perkembangan situasi, termasuk kemungkinan kebutuhan medis lanjutan dan dukungan kemanusiaan bagi korban serta keluarga terdampak.
Usai rapat, Imam Hasyim bersama jajaran Forkopimda langsung menuju Posko Tanggap Darurat di Pelabuhan Kalianget. Di lokasi itu, ia memeriksa proses pendataan korban, distribusi bantuan, kesiapan logistik, serta koordinasi antarpetugas yang menjadi titik krusial dalam penanganan darurat.
Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kepada korban dan keluarga sebagai dukungan awal di tengah situasi yang masih berlangsung.
Rangkaian peninjauan berlanjut ke Rumah Sakit Islam Kalianget, tempat empat korban masih menjalani perawatan intensif.
Wakil Bupati berdialog dengan tenaga medis dan memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan maksimal sesuai kebutuhan medis masing-masing.
Data sementara mencatat sembilan korban dalam musibah tersebut. Lima korban telah dirujuk ke rumah sakit di Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, sementara empat lainnya masih dirawat intensif di Kalianget di bawah pengawasan tim medis.
Imam Hasyim menegaskan seluruh unsur tetap disiagakan selama sepekan ke depan agar tidak ada celah dalam pelayanan kepada korban.
“Kita harus memastikan kebutuhan kemanusiaan terpenuhi, pelayanan kesehatan berjalan optimal, dan seluruh proses penanganan berlangsung sampai kondisi benar-benar aman dan terkendali,” ujarnya.
Langkah cepat pemerintah daerah, mulai dari rapat darurat, inspeksi posko, hingga pemantauan langsung ke rumah sakit, menjadi sinyal bahwa penanganan musibah tidak hanya berfokus pada respons awal, tetapi juga pada pengawalan pemulihan korban hingga masa tanggap darurat berakhir.
Penulis : You
Editor : FA
















