Lima Kursi Kepala OPD Sumenep Masih Kosong, Pemkab Tunggu Lampu Hijau Pusat Sebelum Lelang Jabatan

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo usai acara di pendopo agung (dokumen)

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo usai acara di pendopo agung (dokumen)

Lima Kursi Kepala OPD Sumenep Masih Kosong, Pemkab Tunggu Lampu Hijau Pusat Sebelum Lelang Jabatan

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Proses pengisian lima jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep masih belum bisa dimulai. Bukan karena minimnya kandidat, melainkan karena pemerintah daerah masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat sebagai syarat wajib sebelum pelaksanaan seleksi terbuka.

Empat jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) saat ini masih menunggu persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), sementara satu jabatan lainnya masih harus memperoleh rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, pengisian jabatan pimpinan OPD tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan kewenangan kepala daerah. Seluruh proses harus mengikuti mekanisme yang diatur pemerintah agar memiliki dasar hukum yang kuat.

“Kami sudah menyampaikan surat permohonan kepada BKN untuk persetujuan pengisian empat jabatan pimpinan tinggi pratama. Saat ini kami tinggal menunggu jawaban dari pemerintah pusat. Semua harus mengikuti mekanisme yang berlaku, sehingga tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh bupati,” kata Achmad Fauzi, Selasa (14/7/2026).

Fauzi menjelaskan, secara keseluruhan terdapat lima jabatan kepala OPD yang akan diisi. Namun, satu posisi belum dapat diproses karena masih menunggu persetujuan dari Kemendagri.

“Total ada lima jabatan yang akan diisi. Empat menunggu persetujuan BKN, sedangkan satu jabatan masih menunggu surat dari Kemendagri. Selama persetujuan itu belum turun, proses seleksi belum bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Bupati memastikan Pemkab Sumenep akan langsung memulai tahapan seleksi terbuka begitu seluruh izin dari pemerintah pusat diterbitkan.

“Begitu seluruh persetujuan sudah kami terima, proses seleksi akan segera berjalan sesuai aturan. Prinsipnya kami ingin seluruh tahapan berlangsung transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan perundang-undangan,” tegas Fauzi.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep Benny Irawan mengatakan, koordinasi dengan berbagai instansi pemerintah telah dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pengisian jabatan berjalan sesuai regulasi.

Menurutnya, BKPSDM telah berkonsultasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kementerian Dalam Negeri, hingga Badan Kepegawaian Negara terkait mekanisme pelaksanaan seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama.

“Koordinasi dan konsultasi sudah kami lakukan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kemendagri, serta BKN. Langkah ini merupakan prosedur yang wajib ditempuh sebelum seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama dapat dilaksanakan,” ujar Benny.

Ia menegaskan, proses pengisian jabatan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena setiap tahapan harus memperoleh persetujuan dari instansi yang berwenang.

“Kami tidak ingin ada tahapan yang dilangkahi. Seluruh proses harus sesuai sistem merit dan ketentuan peraturan perundang-undangan agar hasil seleksi memiliki legitimasi yang kuat serta memberikan kepastian hukum,” katanya.

Benny menambahkan, sembari menunggu respons dari pemerintah pusat, BKPSDM terus menyiapkan seluruh kebutuhan administrasi sehingga ketika persetujuan diterbitkan, proses seleksi dapat segera dimulai tanpa hambatan.

“Persiapan administrasi terus kami lakukan. Begitu seluruh persetujuan keluar, tahapan seleksi akan langsung dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku. Target kami bukan sekadar mengisi jabatan kosong, tetapi memastikan pejabat yang terpilih benar-benar kompeten melalui proses yang objektif, transparan, dan profesional,” pungkasnya.

Penulis : You

Editor : ND

Berita Terkait

Sidak Masih Temukan ASN Tak Disiplin, Wabup Sumenep Desak Pimpinan OPD Bertindak
Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah
Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi
TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci
Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Sidak Masih Temukan ASN Tak Disiplin, Wabup Sumenep Desak Pimpinan OPD Bertindak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Berita Terbaru