Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Pemkab Sumenep Pastikan Anggaran Benar-Benar Menjawab Kebutuhan Rakyat

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim saat acara paripurna Perubahana KUA-PPAS 2026 di Gedung DPRD Sumenep

Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim saat acara paripurna Perubahana KUA-PPAS 2026 di Gedung DPRD Sumenep

Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati, Pemkab Sumenep Pastikan Anggaran Benar-Benar Menjawab Kebutuhan Rakyat

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama DPRD Kabupaten Sumenep resmi menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum APBD serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (Perubahan KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Penandatanganan tersebut berlangsung dalam rapat paripurna DPRD Sumenep, Senin (10/8/2026). Sambutan Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo disampaikan oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim.

Dalam sambutan tersebut, Bupati menegaskan bahwa perubahan KUA-PPAS bukan sekadar penyesuaian dokumen anggaran. Perubahan itu merupakan respons pemerintah daerah terhadap dinamika kebutuhan masyarakat, perubahan target pendapatan, sekaligus upaya mengoptimalkan alokasi belanja prioritas.

Menurutnya, penyesuaian anggaran harus tetap berpedoman pada ketentuan perundang-undangan sehingga pengelolaan keuangan daerah berjalan efektif, transparan dan akuntabel.

Dinamika Ekonomi Paksa Anggaran Berubah

Pemkab Sumenep menilai perubahan kondisi ekonomi makro, baik di dalam maupun luar negeri, serta perubahan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi menjadi salah satu alasan perlunya penyesuaian kondisi ekonomi daerah memasuki semester kedua 2026.

Sejumlah asumsi dalam KUA APBD 2026 harus disesuaikan, termasuk menyusul terbitnya Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Selain itu, penyesuaian dilakukan untuk mengakomodasi tambahan pendapatan transfer dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya untuk bidang pendidikan dan kesehatan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan APBD harus mampu mengikuti perkembangan fiskal dan kebutuhan pembangunan, bukan berhenti sebagai formalitas administratif.

Jadi Pedoman Perubahan APBD

Bupati menyebut kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam siklus pembangunan daerah. Dokumen tersebut selanjutnya menjadi pedoman dalam menentukan arah serta alokasi anggaran sesuai kebutuhan pembangunan.

Pemkab berharap perubahan anggaran dapat membuat kebijakan daerah lebih responsif terhadap berbagai tantangan sekaligus mengoptimalkan potensi daerah untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Kesepakatan itu juga menjadi dasar untuk menyusun Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2026.

Bupati berharap proses tersebut dapat dilanjutkan hingga penetapan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD 2026 tepat waktu dan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif

Di sisi lain, penandatanganan Perubahan KUA-PPAS disebut menjadi bukti terjaganya kemitraan dan sinergi antara eksekutif dan legislatif.

Menurut Bupati, sinergi Pemkab dan DPRD merupakan fondasi penting untuk menjaga kesinambungan pembangunan sekaligus memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Namun, kemitraan tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses pembahasan dan penandatanganan dokumen anggaran. Pemerintah daerah dan DPRD diminta terus menjalankan fungsi, tugas dan perannya masing-masing dengan menjunjung kebersamaan.

“Harapannya, Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 mendatang dapat berjalan sesuai dengan harapan sehingga kepentingan rakyat Kabupaten Sumenep dapat terlayani secara maksimal,” demikian inti pesan Bupati dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati KH. Imam Hasyim.

Dengan demikian, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar menyelesaikan tahapan administrasi perubahan APBD, tetapi memastikan setiap penyesuaian anggaran benar-benar bermuara pada peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Sumenep.

Penulis : You

Editor : Fa

Berita Terkait

Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Jadi Etalase Potensi Sumenep
Jalan Lenteng-Mandala Rp16 Miliar Disorot: Marlaf Sucipto Minta Proyek Jangan Asal Jadi
Khofifah Gelar Maulid Nabi dan Haul ke-12 Suami, Ribuan Warga Larut dalam Doa
Khofifah Pastikan Lansia Korban Gempa Manggarai Tak Sendiri, Tim Trauma Healing Diperkuat
36 Regu SDN/SDI Ramaikan Gerak Jalan Kecamatan Rubaru
Hosnan Pasang Badan untuk Sumenep Kepulauan: Bukan Sekadar Ganti Nama
Tak Ingin Kepulauan Terisolasi, Bupati Sumenep Desak Penguatan Akses Laut ke Kemenhub
Kejurkab Mini Soccer Pamekasan Jadi Panggung Seleksi Atlet Menuju Porprov Jatim

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:07 WIB

Madura Night Vaganza 2026 Dibuka, 200 Stan Jadi Etalase Potensi Sumenep

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Jalan Lenteng-Mandala Rp16 Miliar Disorot: Marlaf Sucipto Minta Proyek Jangan Asal Jadi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Khofifah Gelar Maulid Nabi dan Haul ke-12 Suami, Ribuan Warga Larut dalam Doa

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Khofifah Pastikan Lansia Korban Gempa Manggarai Tak Sendiri, Tim Trauma Healing Diperkuat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Hosnan Pasang Badan untuk Sumenep Kepulauan: Bukan Sekadar Ganti Nama

Berita Terbaru