Puting Beliung Terjang Karduluk, BPBD Sumenep Lakukan Pendataan dan Penanganan Darurat

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi puting beliung

Ilustrasi puting beliung

Puting Beliung Terjang Karduluk, BPBD Sumenep Lakukan Pendataan dan Penanganan Darurat

SUMENEP, SETARAJATIM.COM – Hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung menerjang wilayah Karduluk Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep, Minggu (1/2/2026). Peristiwa cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

Kejadian itu pertama kali dilaporkan melalui Call Center 112 serta laporan langsung dari seorang warga bernama Jamal kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep bersama unsur terkait langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan lapangan.

Hasil pantauan memastikan bahwa puting beliung benar terjadi dan berdampak pada permukiman warga, khususnya di salah satu dusun yang terdampak paling parah.

Kepala BPBD Sumenep, Ach. Laili Maulidy menyampaikan bahwa laporan diterima saat kondisi cuaca ekstrem masih berlangsung di wilayah tersebut.

“Setelah menerima laporan melalui Call Center 112 dan laporan langsung dari warga, tim kami langsung menuju lokasi. Di lapangan kami memastikan telah terjadi puting beliung yang mengakibatkan kerusakan pada beberapa rumah warga,” ujarnya; Selasa (3/2/2026).

Saat ini pihaknya kata Laili masih fokus pada pendataan serta penanganan awal bagi warga terdampak bencana angin puting beliung untuk memastikan berapa jumlah dan tingkat kerusakan bangunanan.

“Kami masih melakukan pendataan jumlah rumah yang terdampak beserta tingkat kerusakannya. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan warga dan menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat,” kata Ach. Laili Maulidy.

Dari hasil assasmen sementar lanjut Laili, tim sudah mendapatkan data kerusakan mencapai 188 bangunan dari tiga Kecamatan di tiga Desa, yakni Desa Karduluk Kecamatan Pragaan, Desa Kapedi Kecamatan Bluto dan Desa Guluk-guluk Kecamatan Guluk-guluk.

“Dari hasil asassemen sementara, untuk tiga kecamatan ini yang terbanyak rumah atau bangunan rusak itu ada di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan” terangnya.

Sementara di Desa Kapedi Kecamatan Bluto ada rumah yang tertimpa pohon dengan korban 5 orang luka ringan dan langsung ditangani medis. Sedang di Desa/Kecamatan Guluk-guluk satu ruang kelas atau sekolah.

“Untuk korban 5 orang warga Desa Kapedi sudah tertangani dan 4 orangnya sudah pulang, satu korban masih dilakukan perawatan intensif di rumah sakit. Kalau di Desa Guluk-guluk itu ruang kelas MTs Putri Annuqayah” paparnya.

Laili juga mengingatkan agar warga tetap meningkatkan kewaspaan selama musim penghujan, ia meminta agar warga melakukan penebangan pohon di sekitar rumah jika dianggap membahayakan atau pohon sudah usia tua.

“BPBD Kabupaten Sumenep mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Apabila terjadi bencana atau kondisi darurat, warga diminta segera melaporkan melalui jalur resmi agar dapat ditangani dengan cepat,” ujar Laili.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan diperkirakan masih berlangsung sepanjang Februari 2026. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada, baik saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika berada di dalam rumah, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi dengan intensitas tinggi, sedang, hingga rendah.

“Bagi warga saat berada di luar ketika terjadi hujan untuk mencari tempat berdetuh yang aman, karena angin sewaktu-waktu bisa datang. Begitu juga kami meminta warga pesisir dan bagi warga yang biasa beraktivitas di laut untuk bisa menunda pelayaran atau aktivitas saat cuaca kurang bersahabat” pungkasnya.

(wardi/why)

Berita Terkait

Khofifah Pastikan Lansia Korban Gempa Manggarai Tak Sendiri, Tim Trauma Healing Diperkuat
36 Regu SDN/SDI Ramaikan Gerak Jalan Kecamatan Rubaru
Hosnan Pasang Badan untuk Sumenep Kepulauan: Bukan Sekadar Ganti Nama
Tak Ingin Kepulauan Terisolasi, Bupati Sumenep Desak Penguatan Akses Laut ke Kemenhub
Kejurkab Mini Soccer Pamekasan Jadi Panggung Seleksi Atlet Menuju Porprov Jatim
Prancak 95 Tembus Pasar Djarum, Petani Tembakau Sumenep Dapat Angin Segar
Pendidikan Sumenep Jangan Terjebak Rutinitas: Infrastruktur Tertinggal, Anggaran Harus Jemput Bola, Guru Jangan Dikorbankan
Bakesbangpol Sumenep Minta Ormas Bluto Tak Sekadar Jadi Penonton: Jaga Warga dari Konflik dan Narkotika

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Khofifah Pastikan Lansia Korban Gempa Manggarai Tak Sendiri, Tim Trauma Healing Diperkuat

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:07 WIB

36 Regu SDN/SDI Ramaikan Gerak Jalan Kecamatan Rubaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Hosnan Pasang Badan untuk Sumenep Kepulauan: Bukan Sekadar Ganti Nama

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Tak Ingin Kepulauan Terisolasi, Bupati Sumenep Desak Penguatan Akses Laut ke Kemenhub

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Kejurkab Mini Soccer Pamekasan Jadi Panggung Seleksi Atlet Menuju Porprov Jatim

Berita Terbaru

Sekcam Rubaru, Saruji lepas peserta Gerak jalan Agustusan

Daerah

36 Regu SDN/SDI Ramaikan Gerak Jalan Kecamatan Rubaru

Senin, 24 Agu 2026 - 10:07 WIB