SMSI Jatim Gandeng Kejati Kawal Dana Desa dan MBG, Sinergi Media-Hukum Diperkuat hingga Pelosok

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penguru SMSI Jatim bersama Asintel Kejati

Penguru SMSI Jatim bersama Asintel Kejati

SMSI Jatim Gandeng Kejati Kawal Dana Desa dan MBG, Sinergi Media-Hukum Diperkuat hingga Pelosok

SETARAJATIM.COM, SURABAYA – Sinergi antara insan pers dan aparat penegak hukum di Jawa Timur memasuki babak baru. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur menjalin penguatan kemitraan dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk mengawal transparansi pengelolaan Dana Desa sekaligus mendukung suksesnya program strategis nasional Jaksa Garda Desa (JAGA DESA) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Komitmen tersebut mengemuka dalam silaturahmi jajaran Pengurus SMSI Jawa Timur ke Kantor Kejati Jatim di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (24/7/2026).

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut atas kerja sama strategis yang telah dibangun SMSI Pusat bersama Kejaksaan Agung RI dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS).

Ketua SMSI Jawa Timur, Sokip, menegaskan bahwa media siber tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mengawal kebijakan pemerintah agar berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Jejaring SMSI di seluruh Jawa Timur siap bersinergi dengan kejaksaan untuk memperkuat edukasi hukum, mendorong transparansi pengelolaan Dana Desa, serta mengawal pelaksanaan program nasional agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sokip didampingi Sekretaris SMSI Jatim Tarmuji, Ketua Forum Pemred SMSI Samiaji Makin Rahmat, Wakil Ketua Bidang Hukum Budi Mulyono, Wakil Ketua Bidang Advokasi Anggit Nugroho, dan Ketua Bidang IT Budhi Bola.

Rombongan diterima langsung oleh Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Jawa Timur, Pri Wijeksono, S.H., M.H., yang menyambut positif inisiatif SMSI memperkuat kolaborasi dengan institusi kejaksaan.

Menurut Pri Wijeksono, sinergi tersebut perlu segera diwujudkan dalam langkah nyata melalui forum bersama antara jajaran Kejaksaan Negeri, khususnya para Kepala Seksi Intelijen, dengan pemerintah desa di seluruh Jawa Timur.

“Perlu kita tindak lanjuti secara konkret dengan mempertemukan para Kasi Intel di daerah bersama aparatur desa agar program ini benar-benar berjalan efektif,” tegas Pri.

Media Dilibatkan Perkuat Pencegahan Korupsi Desa

Dalam kesempatan itu, Kejati Jatim menegaskan bahwa Program JAGA DESA merupakan pendekatan preventif Kejaksaan RI dalam mengawal penggunaan Dana Desa agar tepat sasaran, transparan, dan bebas dari penyimpangan.

Melalui program tersebut, kejaksaan tidak hanya hadir sebagai penindak hukum ketika terjadi pelanggaran, tetapi juga menjadi mitra konsultasi hukum bagi kepala desa dan perangkat desa melalui penyuluhan, pendampingan administrasi, hingga layanan konsultasi.

Meski demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi tantangan di lapangan.

Kasi II Asintel Kejati Jatim, Dwi Setiadi, mengungkapkan salah satu kendala utama adalah belum optimalnya pemanfaatan aplikasi pendataan potensi desa oleh pemerintah desa.

“Aplikasi ini menjadi instrumen penting untuk memetakan potensi ekonomi, pariwisata, hingga kerawanan sosial desa secara real time. Namun, masih banyak aparatur desa yang belum disiplin memperbarui data sehingga pengawasan dan perencanaan pembangunan menjadi kurang maksimal,” jelas Dwi.

Karena itu, Kejati Jatim memandang keberadaan media siber memiliki posisi strategis dalam meningkatkan literasi hukum sekaligus membangun kesadaran aparatur desa mengenai pentingnya keterbukaan data.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan SMSI. Melalui jejaring medianya, kami berharap sosialisasi program ini semakin luas sehingga aparatur desa terdorong aktif mengisi data dan bersama-sama mewujudkan tata kelola desa yang lebih baik,” pungkas Dwi.

Kolaborasi SMSI Jawa Timur dan Kejati Jawa Timur ini diharapkan menjadi penguatan ekosistem pengawasan berbasis edukasi.

Dengan melibatkan media sebagai mitra strategis, program JAGA DESA dan MBG tidak hanya diawasi dari sisi penegakan hukum, tetapi juga dikawal melalui penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan membangun kesadaran publik hingga ke tingkat desa.

Penulis : Jos

Editor : You

Berita Terkait

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah
Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi
TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci
Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas
Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Meluas, Bantuan Aspal Khofifah Hanya 1,5 Truk Jadi Sorotan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama

Berita Terbaru