Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes Digencarkan, Puskesmas Rubaru lakukan Skrining kesehatan
SETARAJATIM.COM, SUMENEP — Puskesmas Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, terus menggencarkan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus. Upaya ini dilakukan melalui skrining kesehatan dan edukasi masyarakat guna mencegah komplikasi serius sejak dini.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Puskesmas Rubaru, dr. Riza Wulandari Hariyani, mengatakan bahwa peningkatan tekanan darah dan kadar gula darah harus segera ditangani melalui skrining kesehatan, pemeriksaan rutin, pengobatan, serta edukasi perubahan pola hidup sehat. Hal ini jg sesuai dengan arahan Kepala Dinas Kesehatan P2KB kabupaten Sumenep.
“Hipertensi dan diabetes merupakan penyakit kronis yang berkembang dalam jangka panjang. Jika tidak dikendalikan sejak awal, bisa memicu komplikasi berat seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, penanganan akan semakin kompleks apabila pasien sudah mengalami komplikasi. Bahkan, pada kasus gagal ginjal, pasien harus menjalani terapi cuci darah secara rutin.
“Karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama, ” tegas dr. Riza.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu memahami batas normal tekanan darah dan gula darah. Karena masyarakat merasa sehat walaupun Tekanan darah atau gula darahnya tinggi bila tidak ada keluhan atau tidak merasa sakit. Tekanan darah dikategorikan hipertensi jika mencapai ≥140/90 mmHg.
Adapun gula darah sewaktu (acak) perlu diwaspadai jika mencapai ≥200 mg/dL, terutama jika disertai gejala klinis.
Dokter Riza, yang akrab disapa dr. Ica, menambahkan bahwa pola hidup tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya kasus tersebut, termasuk di kalangan usia muda. Konsumsi makanan tinggi gula, garam, serta minuman kemasan menjadi pemicu yang kerap ditemukan di lapangan.
“Saat ini tidak hanya usia lanjut, namun usia di atas 20 tahun bahkan remaja sudah mulai ada yang mengalami peningkatan tekanan darah dan gula darah. Kami pernah menemukan kasus pada usia remaja dengan gula darah tinggi akibat kebiasaan mengkonsumsi minuman manis kemasan setiap hari,” jelasnya.
Ia mengingatkan sejumlah gejala awal diabetes yang perlu diwaspadai, seperti sering haus, sering lapar, dan sering buang air kecil secara berlebihan. Jika gejala tersebut muncul tidak wajar, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Selain itu, bagi pasien yang telah terdiagnosis, puskesmas mengadakan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis). Program ini mencakup edukasi kesehatan, senam bersama, pemeriksaan rutin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan darah dan gula darah pasien tetap terkendali.
“Obat harus diminum rutin apabila seseorang telah terdiagnosa Hipertensi atau Kencing Manis, sedangkan penyakit ini bisa kita cegah sejak dini melalui pola makan sehat, mengurangi konsumsi gula dan garam, serta rutin olah raga dan beraktivitas fisik” pungkasnya.
Dengan langkah proaktif tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat, sehingga angka kasus penyakit kronis dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik.
Penulis : WR
Editor : WH
















