Mahasiswa STAI Miftahul Ulum Sumenep Soroti Fasilitas dan Kebersihan Kampus, Desak Tindakan Nyata
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) bersama seluruh Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) STAI Miftahul Ulum Sumenep menggelar forum bertajuk “Kemendagri Menyapa: Serap Aspirasi Duduk Bareng Mahasiswa” sebagai wadah menyampaikan berbagai persoalan yang dirasakan mahasiswa di lingkungan kampus, Minggu (26/4/2026).
Forum tersebut menjadi ruang terbuka yang dimanfaatkan mahasiswa untuk menyuarakan kritik, aspirasi, dan harapan secara langsung kepada pihak kampus. Sejumlah isu krusial mencuat, mulai dari kondisi fasilitas yang dinilai belum memadai, kurangnya transparansi pengelolaan anggaran, hingga lemahnya sistem kebersihan di area kampus.
Mahasiswa menyoroti berbagai fasilitas yang dianggap perlu segera dibenahi, seperti ruang belajar yang kurang nyaman, area parkir yang tidak tertata, serta kamar mandi yang tidak terawat. Selain itu, persoalan kebersihan lingkungan kampus juga menjadi perhatian serius karena dinilai berdampak langsung pada kenyamanan dan kesehatan civitas akademika.
Ketua BEM STAI Miftahul Ulum Sumenep, Ahmad Fadlan Masykuri, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk keseriusan mahasiswa dalam mendorong perubahan nyata.
“Permasalahan fasilitas dan kebersihan bukan hal sepele, apalagi transparansi tata kelola anggaran. Ini menyangkut kenyamanan, kesehatan, dan kualitas belajar mahasiswa. Kami berharap ada langkah konkret dari pihak kampus, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Antusiasme mahasiswa dalam forum tersebut terlihat tinggi. Banyak peserta yang aktif menyampaikan pengalaman serta keluhan mereka secara langsung. Bagi sebagian mahasiswa, forum ini menjadi momentum penting untuk didengar setelah sekian lama persoalan serupa dirasakan tanpa solusi yang jelas.
Salah satu mahasiswa mengaku mengapresiasi terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi tempat menyampaikan keluhan, tetapi juga ruang dialog untuk mencari solusi bersama.
“Kami berharap apa yang disampaikan hari ini benar-benar ditindaklanjuti, bukan berhenti di forum saja,” ujarnya.
Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya lingkungan kampus yang layak, bersih, dan nyaman. Hal ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa mahasiswa tidak bersikap apatis, melainkan siap terlibat dalam proses perubahan.
Melalui forum ini, mahasiswa mendesak adanya perbaikan fasilitas secara menyeluruh, peningkatan sistem pengelolaan kebersihan, serta kejelasan rencana dan timeline perbaikan dari pihak kampus.
BEM bersama ORMAWA menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi tersebut hingga terealisasi di lapangan. Langkah ini dipandang sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa dan mendorong kemajuan kampus ke arah yang lebih baik.
BEM x ORMAWA – Satu Suara, Satu Perjuangan.
Penulis : WR
Editor : WH
















