Disdik Sumenep Klaim Data Siswa Sudah Diserahkan, Cakupan MBG Masih Terbatas di Kepulauan
SETARAJATIM.COM, SUMENEP — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep, H. Mohammad Iksan, menegaskan bahwa seluruh data siswa lintas jenjang pendidikan telah diserahkan kepada koordinator program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Data tersebut mencakup peserta didik mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP. “Semua data siswa sudah kami sampaikan kepada koordinator MBG Kabupaten Sumenep,” ujar Iksan, Senin (4/5/2026).
Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan validitas dan pemanfaatan data dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan, pihaknya mendorong agar seluruh anak usia sekolah bisa terjangkau program MBG tanpa terkecuali.
“Kami ingin semua anak usia sekolah mendapatkan MBG,” tegasnya.
Meski demikian, Iksan mengakui bahwa soal jangkauan distribusi makanan bergizi sepenuhnya berada di tangan koordinator MBG. Artinya, tidak semua wilayah secara otomatis terlayani, tergantung kapasitas dapur MBG yang tersedia.
“Jangkauan yang bisa dikover oleh dapur MBG merupakan kewenangan koordinator,” jelasnya.
Ia juga berharap setiap dapur MBG mampu menyajikan makanan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan. Selain itu, pengawasan di tingkat kecamatan dinilai krusial agar kualitas makanan tetap terjaga saat didistribusikan kepada siswa.
“Kami berharap ada pengawasan intens dari forum komunikasi MBG di tiap kecamatan,” imbuhnya.
Namun, ketika disinggung terkait sekolah atau lembaga pendidikan yang belum menerima program MBG, Iksan mengaku belum menerima laporan rinci. “Kalau laporan MBG tidak dikonsumsi, kami belum menerima,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator MBG Kecamatan Sapeken, Dedy, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memiliki data riil siswa di wilayahnya. Hanya saja, implementasi program masih terbatas pada beberapa pulau.
“Dapur MBG saat ini hanya tersedia di Pulau Sapeken, Pagerungan Besar, dan Pagerungan Kecil. Untuk desa dan pulau lainnya masih belum terjangkau,” ungkapnya melalui sambungan telepon.
Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan cakupan program MBG, khususnya di wilayah kepulauan. Di tengah komitmen pemerintah untuk pemerataan gizi anak, keterbatasan infrastruktur dapur menjadi tantangan yang perlu segera diatasi agar program ini benar-benar menyentuh seluruh siswa di Kabupaten Sumenep.
Penulis : WR
Editor : WH
















