Kuatkan Pelaku UMKM dan Pelajar di Sektor Konveksi, Komindag Trenggalek Gelar Pelatihan Desain Busana dan Pola
SETARAJATIM.COM, TRENGGALEK – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Komindag) Kabupaten Trenggalek menggelar pelatihan desain busana dan pembuatan pola bagi pelaku usaha konveksi serta pelajar jurusan tata busana, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Aula Komindag Trenggalek ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menciptakan desain pakaian yang menarik dan sesuai dengan tren pasar terkini.
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Fatihatur Rohmah, yang membuka kegiatan tersebut berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk menambah wawasan dan keterampilan yang mendukung pengembangan usaha mereka.
“Pesan saya, ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan serap ilmunya sebaik mungkin. Dengan tambahan pengetahuan dan keterampilan, para peserta dapat menghasilkan desain yang lebih variatif, tidak monoton, serta mampu mengikuti kebutuhan dan permintaan pasar,” ujar Fatihatur Rohmah.
Istri Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, itu menjelaskan bahwa Kabupaten Trenggalek memiliki banyak pelaku usaha di sektor konveksi, mulai dari penjahit tradisional hingga pengusaha batik.
Namun, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah keterbatasan kemampuan dalam menciptakan desain busana yang mengikuti perkembangan tren.
“Karena itu, pelatihan ini digelar sebagai upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha agar mampu bersaing dan berinovasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Promosi, Pengembangan Ekspor, dan Kemetrologian Komindag Trenggalek, Nurun Nadjmi, mengatakan bahwa pelatihan tersebut menyasar pelajar SMK jurusan tata busana, penjahit, pelaku usaha konveksi, hingga pengusaha batik.
“Tujuan kegiatan ini adalah membekali peserta dengan kemampuan mendesain busana yang menarik dan sesuai tren. Selama ini, salah satu kelemahan yang masih dihadapi pelaku usaha konveksi adalah kurangnya inovasi dalam desain produk,” jelas Nurun.
Ia berharap pelatihan ini dapat melahirkan karya-karya baru yang segar dan inovatif. Terlebih, dalam waktu dekat akan digelar peragaan busana dalam rangka peringatan Hari Batik.
“Kita sudah memiliki produk yang dipasarkan di Plaza Sarinah. Namun untuk produk busana wanita masih belum tersedia. Saat ini yang ada baru kain batik dan kemeja pria. Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir desainer-desainer muda yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan memasarkannya di sana,” katanya.
Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari pelaku usaha konveksi dan pelajar tata busana mengikuti pelatihan ini. Selama dua hari, mereka mendapatkan pembekalan terkait desain busana dan teknik pembuatan pola.
Pada hari pertama, peserta menerima pelatihan desain busana secara digital menggunakan aplikasi Canva. Sementara pada hari kedua, materi difokuskan pada teknik pembuatan pola pakaian.
Meski beberapa peserta telah berpengalaman di bidang konveksi, pelatihan ini tetap diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi dan desain-desain baru yang lebih relevan dengan tren pasar saat ini.
Penulis : Dar/Tolip
Editor : WH
















