Petik Laut Masalembu 2026, Ratusan Perahu Iringi Tradisi Syukur dan Seruan Jaga Laut untuk Generasi Mendatang

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan Perahu ramadhan petik laut masalembu

Ratusan Perahu ramadhan petik laut masalembu

Petik Laut Masalembu 2026, Ratusan Perahu Iringi Tradisi Syukur dan Seruan Jaga Laut untuk Generasi Mendatang

SETARAJATIM.COM, MASALEMBU – Tradisi Petik Laut (Rokat Tase’) kembali menghidupkan semangat kebersamaan masyarakat pesisir di Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep. Rangkaian kegiatan yang digelar oleh Rawatan Samudra berlangsung khidmat, meriah, aman, dan tertib, sekaligus menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan keselamatan bagi para nelayan, Kamis (9/7/2026).

Tradisi tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun itu tidak hanya menjadi agenda budaya masyarakat nelayan, tetapi juga momentum memperkuat nilai religius, mempererat persaudaraan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai darat yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Iring-iringan berlangsung semarak, mencerminkan kegembiraan sekaligus rasa syukur atas hasil laut yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat Masalembu.

Pada malam harinya, suasana semakin semarak dengan pentas seni budaya yang menghadirkan berbagai pertunjukan khas daerah. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi masyarakat sekaligus upaya melestarikan seni dan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Puncak acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius. Selanjutnya, sambutan panitia disampaikan oleh Pengurus Rawatan Samudra, Jailani, sebelum dilanjutkan dengan istiqosah, ceramah agama, dan doa bersama.

Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon keselamatan bagi seluruh nelayan yang setiap hari menggantungkan hidupnya di lautan, serta berharap hasil tangkapan yang melimpah dan dijauhkan dari berbagai musibah.

Kemeriahan mencapai puncaknya saat ratusan perahu nelayan berlayar bersama dalam pawai laut yang memadati perairan Masalembu. Tidak hanya diikuti para nelayan, setiap perahu juga dipenuhi anak-anak, perempuan, pemuda, hingga seluruh anggota keluarga yang turut merasakan semangat kebersamaan dalam tradisi tersebut.

Pemandangan ratusan perahu yang bergerak serempak di atas laut menciptakan panorama yang memukau sekaligus menjadi simbol kuatnya persatuan masyarakat pesisir dalam menjaga tradisi leluhur.

Mewakili panitia sekaligus perwakilan rawatan samudra, Jailani dalam sambutannya menegaskan bahwa Petik Laut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan warisan budaya yang sarat dengan nilai sejarah, spiritual, dan sosial.

“Petik Laut adalah jati diri masyarakat nelayan Masalembu. Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT, menjaga persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta mencintai laut sebagai sumber kehidupan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya menjaga ekosistem laut.

Menurutnya, laut yang dinikmati masyarakat hari ini bukan hanya warisan dari para leluhur, tetapi juga titipan yang wajib dijaga untuk generasi mendatang.

“Laut Masalembu harus tetap lestari agar anak cucu kita kelak masih dapat menikmati kekayaan yang sama. Jangan sampai mereka hanya mendengar cerita bahwa Masalembu pernah memiliki laut yang kaya. Mari kita rawat bersama, kita jaga, dan kita wariskan dalam kondisi yang tetap memberi kehidupan,” katanya.

Jailani juga mengajak masyarakat agar tidak mudah menyerah dalam menjaga budaya dan lingkungan.

“Jangan berhenti hanya karena merasa lelah, dan jangan menyerah hanya karena perjuangan belum sepenuhnya tercapai. Selama kita tetap bersatu, peduli, dan terus berjuang, insya Allah akan selalu ada jalan dan harapan,” tuturnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta mempertahankan tradisi sebagai identitas masyarakat nelayan Masalembu.

Panitia Rawatan Samudra menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, para sesepuh nelayan, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, pemerintah, pemilik perahu, relawan, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

Berkat dukungan semua pihak, seluruh agenda mulai dari pawai darat, pentas seni, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, istiqosah, ceramah agama, doa bersama, hingga pawai laut dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan lancar.

Tradisi Petik Laut tahun ini kembali menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga menjadi perekat persatuan masyarakat dan pengingat pentingnya menjaga kelestarian laut.

Semangat gotong royong yang tercermin dari ratusan perahu yang berlayar bersama menjadi bukti bahwa masyarakat Masalembu masih memegang teguh nilai-nilai kebersamaan, religiusitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui Petik Laut, masyarakat tidak hanya merayakan hasil laut yang melimpah, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga laut Masalembu agar tetap lestari sebagai sumber kehidupan, kebanggaan daerah, dan warisan berharga bagi generasi yang akan datang.

Penulis : You

Editor : Fa

Berita Terkait

Mahasiswa UPI Sumenep Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, Bukti Solidaritas di Tengah Bencana
Bukan Sekadar Main Layangan, PSI Sumenep Dorong Ngonjuk Lajangan Jadi Ruang Rawat Budaya
Baznas Sumenep Tembus Kepulauan Sapeken, Bantuan RTLH Mulai Menjangkau Wilayah Terluar
BEM Universitas Annuqayah Bersama Sejumlah Mitra Gelar Seminar dan Aksi Bersih Sungai, Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan
DRT The Big Family Gelar Khitan Massal Gratis untuk 200 Anak, Teguhkan Komitmen Sosial di Bulan Muharram 1448 H
Camat Ambunten Apresiasi Generasi Muda Lestarikan Tari Sintung, Dinilai Sejalan dengan Visi Pemkab Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Bukan Sekadar Main Layangan, PSI Sumenep Dorong Ngonjuk Lajangan Jadi Ruang Rawat Budaya

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:35 WIB

Baznas Sumenep Tembus Kepulauan Sapeken, Bantuan RTLH Mulai Menjangkau Wilayah Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:14 WIB

Petik Laut Masalembu 2026, Ratusan Perahu Iringi Tradisi Syukur dan Seruan Jaga Laut untuk Generasi Mendatang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:17 WIB

BEM Universitas Annuqayah Bersama Sejumlah Mitra Gelar Seminar dan Aksi Bersih Sungai, Bangun Kesadaran Peduli Lingkungan

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:37 WIB

DRT The Big Family Gelar Khitan Massal Gratis untuk 200 Anak, Teguhkan Komitmen Sosial di Bulan Muharram 1448 H

Berita Terbaru

Sekcam Rubaru, Saruji lepas peserta Gerak jalan Agustusan

Daerah

36 Regu SDN/SDI Ramaikan Gerak Jalan Kecamatan Rubaru

Senin, 24 Agu 2026 - 10:07 WIB