Pakan Mahal Jadi Tantangan, Tim Cara’de Dorong Pembudidaya Tinggimae Produksi Mandiri

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta pelatihan budidaya Pakan Ikan

Peserta pelatihan budidaya Pakan Ikan

Pakan Mahal Jadi Tantangan, Tim Cara’de Dorong Pembudidaya Tinggimae Produksi Mandiri

SETARAJATIM.COM, GOWA — Persoalan pakan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pembudidaya ikan. Ketergantungan pada pakan komersial membuat biaya produksi sulit ditekan. Di Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, persoalan itu mulai dijawab melalui penguatan kapasitas masyarakat.

Tim Cara’de Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (BEM KMF TP) Universitas Hasanudin (UH) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) 2026 menggelar Pelatihan Produksi Pakan Ikan Mandiri di Kantor Desa Tinggimae, Jumat (14/8/2026).

Sebanyak 27 peserta dari kelompok wanita tani (KWT), karang taruna, dan aparat desa mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WITA tersebut.

Bukan sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini diarahkan untuk mengubah pola pikir pembudidaya dari ketergantungan menjadi lebih mandiri. Masyarakat dibekali pengetahuan mengenai formulasi, pemilihan bahan, hingga prinsip dasar menghasilkan pakan yang sesuai dengan kebutuhan ikan.

Narasumber pelatihan, Adi Nugraha S. Kasim, menegaskan bahwa keberhasilan produksi pakan tidak bisa dilepaskan dari ketepatan formulasi.

“Kita harus mencari tahu betul-betul formulasi yang sesuai.” kata dia.

Menurutnya, kemampuan masyarakat membuat pakan sendiri dapat menjadi modal penting untuk memperkuat kemandirian pembudidaya. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas budidaya di tingkat desa.

Adi juga mengapresiasi langkah Tim Cara’de PPK Ormawa yang memilih persoalan produksi pakan sebagai salah satu fokus pemberdayaan masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi program pembuatan pakan ikan mandiri yang diinisiasi Tim Cara’de PPK Ormawa karena menjawab permasalahan yang ada di masyarakat. Semoga pelatihan hari ini menjadi bekal bagi pembudidaya agar bisa lebih mandiri dalam membuat pakan.” jelasnya.

Bagi Tim Cara’de, pelatihan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Program dirancang untuk meninggalkan keterampilan yang dapat digunakan masyarakat setelah rangkaian PPKO 2026 berakhir.

Pengetahuan tentang formulasi dan produksi pakan diharapkan membuka peluang bagi pembudidaya untuk memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar mereka, sekaligus mencari alternatif pengelolaan biaya produksi yang lebih efisien.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan Tim Cara’de dalam membangun pemberdayaan berbasis kebutuhan masyarakat. Alih-alih hanya memberikan bantuan, masyarakat didorong memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan produksi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, Desa Tinggimae tidak hanya diposisikan sebagai penerima program, tetapi sebagai ruang tumbuh bagi masyarakat untuk membangun kemandirian di sektor perikanan.

Tim Cara’de PPKO 2026 BEM KMF TP UH berharap keterampilan yang diperoleh dalam pelatihan dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan, sehingga produksi pakan ikan mandiri menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan keberlanjutan usaha budidaya masyarakat Desa Tinggimae.

Penulis : Agil

Editor : You

Berita Terkait

Sidak Masih Temukan ASN Tak Disiplin, Wabup Sumenep Desak Pimpinan OPD Bertindak
Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah
Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi
TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci
Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan
DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:21 WIB

Sidak Masih Temukan ASN Tak Disiplin, Wabup Sumenep Desak Pimpinan OPD Bertindak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Berita Terbaru