Praktik Renang di Sungai Nangka Berujung Maut, Siswa SMA di Ambunten Meninggal Dunia
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Kegiatan praktik renang yang seharusnya menjadi bagian dari pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) justru berujung maut. Seorang siswa kelas X.2 salah satu SMA Negeri di Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, berinisial S (16), meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Nangka, Dusun Pasar Baru, Desa Ambunten Timur, Jumat (2/10/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB saat korban bersama sejumlah siswa dan guru PJOK, Nur Kholis, S.Pd., berada di lokasi untuk melaksanakan praktik renang.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sempat berenang bersama sejumlah siswa lainnya. Namun, beberapa saat kemudian keberadaan korban tidak lagi terlihat di permukaan sungai.
Situasi sontak berubah panik. Guru dan warga sekitar kemudian melakukan pencarian hingga korban ditemukan berada di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 2,5 meter.
Korban langsung dievakuasi ke tepi sungai dan mendapat pertolongan awal sebelum dibawa ke Puskesmas Ambunten.
Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Tim medis Puskesmas Ambunten telah melakukan resusitasi jantung paru (RJP), tetapi korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kasi Humas Polresta Sumenep IPDA Ach. Putra Wardana membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, telah terjadi peristiwa seorang pelajar yang tenggelam saat melaksanakan kegiatan praktik renang di Sungai Nangka, Desa Ambunten Timur. Korban sempat ditemukan warga di dasar sungai dan kemudian dievakuasi ke Puskesmas Ambunten untuk mendapatkan pertolongan medis,” ujar Putra Wardana, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, tindakan medis telah dilakukan terhadap korban. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.
“Setelah dilakukan tindakan medis berupa resusitasi jantung paru, korban dinyatakan meninggal dunia,” katanya.
Polisi Periksa Lokasi dan Saksi
Pasca kejadian, personel Polsek Ambunten, Polresta Sumenep, langsung turun ke lokasi. Polisi melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Kapolsek Ambunten Iptu Edi Sumarno, S.H., bersama personel Polsek Ambunten dan unsur Koramil Ambunten turut mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.
“Personel Polsek Ambunten bersama unsur terkait telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” jelas Putra Wardana.
Polisi juga mengingatkan agar kegiatan yang melibatkan aktivitas di lingkungan perairan tidak mengabaikan faktor keselamatan.
“Kami mengimbau kepada pihak sekolah, orang tua, maupun masyarakat agar aspek keselamatan dan pengawasan benar-benar diperhatikan dalam setiap kegiatan di sekitar perairan untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.
Cabdin Pendidikan Benarkan Kejadian
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Dr. Rusliy, M.Pd., membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Saat dikonfirmasi mengenai kejadian yang menimpa salah satu siswa SMA tersebut, Rusliy memberikan jawaban singkat.
“Enggi pak (Iya pak),” jawabnya.
Belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak Cabang Dinas Pendidikan terkait pelaksanaan kegiatan praktik renang tersebut, termasuk mengenai teknis pengawasan dan aspek keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Peristiwa ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi perhatian serius terhadap pentingnya standar keselamatan dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan di lingkungan perairan.
Polresta Sumenep menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
Penulis : Yu
Editor : FA
















