Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Perkimhub Sumenep, Dadang Deddy  Iskandar

Kadis Perkimhub Sumenep, Dadang Deddy Iskandar

Perkimhub Sumenep Targetkan 118 Titik PJU pada 2026, Lampu Tertutup Pohon Jadi Sorotan

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Sumenep menargetkan pemasangan 118 titik penerangan jalan umum (PJU) baru pada 2026. Namun, di tengah rencana penambahan infrastruktur tersebut, persoalan pemeliharaan lampu jalan yang sudah terpasang justru menjadi perhatian.

Sejumlah lampu PJU disebut tertutup rimbunnya pepohonan sehingga pencahayaan jalan berpotensi tidak maksimal. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemeliharaan fasilitas penerangan yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah.

Kepala Disperkimhub Sumenep, Dadang Deddy Iskandar, menyampaikan bahwa pemasangan 118 titik PJU pada 2026 direncanakan di jalur Manding hingga wilayah lainnya yang membutuhkan.

“Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam mendukung keselamatan dan keamanan masyarakat saat beraktivitas di malam hari” katanya

Ia menjelaskan, pemasangan PJU dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah serta tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah, baik daratan maupun kepulauan.

Namun, target penambahan PJU tersebut dinilai perlu diimbangi dengan evaluasi menyeluruh terhadap lampu jalan yang telah terpasang. Sebab, keberhasilan pelayanan publik tidak cukup diukur dari jumlah infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat.

Dadang mengakui bahwa pengadaan PJU yang dilaksanakan saat ini masih bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep.

Keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah harus menentukan skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan penerangan jalan di wilayah Sumenep yang tersebar di daratan dan kepulauan.

“Tidak mungkin seluruh wilayah di Kabupaten Sumenep bisa langsung kita penuhi karena ada postur penganggaran dan keterbatasan. Namun, kami memastikan beberapa wilayah prioritas, terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan masyarakat,” demikian inti penjelasan Dadang.

Disperkimhub juga menyatakan akan berupaya mencari peluang pendanaan di luar APBD, termasuk melalui program pemerintah provinsi maupun kementerian, untuk memperluas jangkauan penerangan jalan umum.

Meski demikian, keterbatasan anggaran tidak hanya perlu dijawab melalui pembangunan titik baru. Pemeliharaan lampu yang sudah ada juga harus menjadi bagian dari perencanaan agar fasilitas tersebut tetap berfungsi optimal.

“Persoalan lampu PJU yang tertutup pepohonan turut menjadi perhatian dalam pembahasan bersama” ungkap Dadang Deddy Iskandar.

Dadang menjelaskan bahwa penanganan pohon yang mengganggu pencahayaan PJU memerlukan sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sesuai tugas dan kewenangannya.

Koordinasi lintas OPD memang diperlukan. Namun, masyarakat juga membutuhkan kepastian tindak lanjut di lapangan, mulai dari pendataan titik yang mengalami gangguan pencahayaan hingga penanganan pohon yang menghalangi cahaya lampu.

Jangan sampai persoalan pembagian kewenangan justru membuat penanganan berjalan lambat, sementara masyarakat tetap menggunakan jalan dengan penerangan yang kurang optimal.

“Karena itu, evaluasi berkala terhadap kondisi PJU perlu dilakukan, termasuk pemeriksaan lampu yang tidak berfungsi, pencahayaan yang terhalang dahan, serta kebutuhan perawatan pada titik-titik yang telah lama dibangun:; terangnya.

1Dalam keterangannya, Dadang juga menyebut pemasangan sekitar 70 titik PJU di kawasan Ganding hingga Guluk-Guluk pada 2023. Selain itu, pengembangan penerangan di jalur Sumenep hingga Kalianget disebut telah dilakukan secara bertahap sejak 2025.

Informasi tersebut membuka ruang evaluasi terhadap kondisi fasilitas yang telah dibangun. Berapa titik PJU yang saat ini masih berfungsi optimal? Berapa yang membutuhkan perbaikan? Dan berapa yang pencahayaannya terganggu karena tertutup pepohonan?

“Data tersebut penting untuk mengukur efektivitas belanja daerah sekaligus memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat” pungkasnya.

Penulis : WR

Editor : You

Berita Terkait

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah
Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi
TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci
Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama
DPMD Sumenep Desak Daud Samsuddin Hadir, Tunggakan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Belum Tuntas
Kerusakan Jalan Provinsi di Sumenep Meluas, Bantuan Aspal Khofifah Hanya 1,5 Truk Jadi Sorotan
Dalam Rangka Hari Jadi Provinsi Jatim ke-81, Khofifah Gelontorkan Bansos di Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Bos PT Pulau Garam Dukung Konkurs Perkutut Sumenep, Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Dorong Kharisma Event Nusantara Jadi Panggung Promosi Budaya Daerah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Hari Jadi ke-757 Sumenep Tak Sekadar Seremoni, 125 Anak Unjuk Kreativitas di Hadapan Bupati Fauzi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:12 WIB

TDA 9.0 Bidik Pengusaha Daerah Naik Kelas, Teknologi dan Akses Pasar Jadi Kunci

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Sumenep Sapu Bersih Podium Poster Nasional 2026, Zahra Siswi MAN Jadi Juara Pertama

Berita Terbaru