BRIDA Sumenep Catat 217 Inovasi Sepanjang 2025, Bukti Penguatan Pelayanan Publik Berbasis Digital
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) terus mendorong lahirnya berbagai program inovasi guna memperkuat pelayanan publik. Berbagai inovasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan, stunting, angka kematian ibu dan anak, serta mendorong pertumbuhan perekonomian daerah.
Berdasarkan data BRIDA Kabupaten Sumenep, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 217 inovasi yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Puskesmas, Kecamatan, Kelurahan, BUMD, lembaga pendidikan, UMKM, hingga masyarakat. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 53 inovasi.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Siswahyudi Bintoro, S.Sos., M.Si, mengatakan peningkatan jumlah inovasi tersebut menjadi indikator semakin berkembangnya budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep dan masyarakat, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, peningkatan inovasi menunjukkan adanya penguatan kualitas pelayanan publik berbasis digital yang berjalan seiring dengan pengembangan berbagai program pemberdayaan masyarakat secara terpadu.
Dari total 217 inovasi, sebanyak 73 inovasi berasal dari OPD, 105 inovasi dari Puskesmas, sedangkan sisanya berasal dari Kecamatan, Kelurahan, BUMD, lembaga pendidikan, UMKM, dan masyarakat.
Inovasi OPD
BRIDA Kabupaten Sumenep mengembangkan inovasi SIMBRIDA (Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Program dan Layanan BRIDA Kabupaten Sumenep Menggunakan Online Single System), DIGAJI (Digitalisasi Kenaikan Gaji Berkala), KERIS (Katalog Elektronik Riset dan Inovasi Sumenep), Jurnal Karaton, Live Podcast BRIDA, Sumenep Technolab, SISTA MITRA (Sistem Informasi Manajemen Dalam Pendataan Garis Kemiskinan untuk Transparansi dan Bantuan Tepat Sasaran di Kabupaten Sumenep), serta Smart PKL (IoT-MQTT).
Badan Keuangan dan Aset Daerah menghadirkan SADeKaH (Sewa Aset Daerah Kantos Hasel).
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mengembangkan SINANTI (Sistem Pelayanan Perizinan Terintegrasi).
Bappeda menghadirkan SIMPEL (Sistem Informasi Manajemen Pengendalian, Evaluasi, dan Pelaporan Pembangunan Daerah).
BKPSDM melahirkan LAYAK MANIS (Layanan Pensiun Duduk Manis) dan SILAHKAN (Sistem Informasi Layanan Harian Kepegawaian).
Disdukcapil mengembangkan 13 inovasi, yaitu SIKERIS, KARE MATOR, PDKT, ANANDA KITA, CENDEKIA, CITA SAMAWA, DERMA KAMELA, DUTA KENCANA, DUTA POS, KANGMAS SETIA, SEPEDIS, SPONTAN Lapor Bupati, dan PADUKA.
Dinas Kesehatan P2KB menghadirkan SIGAP IBU, SIAP LAHIR, EATORE, DELIMA, ANTI MAGER, MATA STUNTING, SIPATIKA, GEMAS PUJA SERA, GERCEP SEHAT, dan SPODS SPM.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengembangkan PETANI, SI LAHAN, Penyuluhan Pertanian dengan Metode Podcast di BPP Gapura, DPPP, TEKEN, serta E-Pindah.
Dinas Perikanan menghadirkan Si CaKeP.
Dinas Pendidikan mengembangkan ALADINE URL.
DKUPP menghadirkan NGOPI SUSU TENANG.
Dinas Kominfo mengembangkan SiLaPoR 112, LAPIS Sumenep, INFO RAISA, PARJUGE, SiCloud-Sumenep, dan SiKaPal.
Bapenda menghadirkan e-BANGUN dan BAPAK GEOL.
Inspektorat Daerah mengembangkan ELADIN, SIMAMONG, Smart Reminder CUKIRDIO, SARONIN, DEIYEH, AOLENG, MOROGEDE, Instant Monitor SKM, dan BLUETRACKER.
DLH menghadirkan SANG KERIS dan produksi Pupuk Organik Cair (POC) dari air lindi.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengembangkan KULTURA.
Disbudporapar menghadirkan PAPAR.
Bagian Hukum Setda mengembangkan SIPBRO.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan mengembangkan SEMANIS BESTI.
Bagian Tata Pemerintahan menghadirkan OUTLET MPP Kecamatan.
Bagian Umum mengembangkan ASTRO.
Satpol PP menghadirkan POSGAB BERKAT.
RSUD dr. H. Moh. Anwar mengembangkan PNEUMATIC TUBE SYSTEM.
UPT Laboratorium Kesehatan Daerah menghadirkan SiLAKES CEPAT.
Inovasi Kecamatan
Berbagai kecamatan juga melahirkan inovasi pelayanan publik, di antaranya:
Kecamatan Talango dengan JAMPER+ dan SEMANGKA TALANGO
Kecamatan Pasongsongan dengan DHAPOR, PAJU BUMDES, SUPER PENTING, dan PANGESTO;
Kecamatan Raas dengan RATU ADIRASA.
Kecamatan Batuan dengan PASTE DIGITAL dan Pelayanan di Luar Jam Kerja.
Kecamatan Guluk-Guluk dengan SAMBAT.
Kecamatan Rubaru dengan SIMPEDES.
Kecamatan Pragaan dengan SAPOAN, CENTINI, SHOLLU, BU SAMING, dan DO’A PAGI.
Kecamatan Saronggi dengan BERAS TUMPANG.
Kecamatan Batuputih dengan LIGA TANI SANG RAJA BATUPUTIH dan KAPEDAL.
Kecamatan Sapeken dengan JEBOL WATI.
Inovasi Puskesmas.
Sebanyak 105 inovasi lahir dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Sumenep. Di antaranya:
Puskesmas Pamolokan dengan MIMI PERI KATE, LAKAR BERES, MATCHA, SELENTING CINTA, PONDASI, YUTUBER KELILING, HEYLINK, KANCANA ATHE, dan PELITA.
Puskesmas Legung menghadirkan BISIK dan APA KABAR IBU MIA.
Puskesmas Guluk-Guluk mengembangkan PAK GANTENG, SALING RINDU, SAMPER BUMILA, JUMPA SAFERA, SIIPIN, LOKER TARUNG, KLEPHONE, BERSAMA KA’MUGI, dan NGANJHUH ABHERENG.
Puskesmas Ambunten menghadirkan KENCAN BERDUA, Ketawa Bersama, POJUR, E-Stok Obat, dan GEPEK GRATIS.
Selanjutnya inovasi juga lahir dari seluruh Puskesmas lainnya, yakni:
Dungkek, Pandian, Ganding, Batang-Batang, Pragaan, Batuputih, Batuan, Gapura, Rubaru, Saronggi, Moncek, Kalianget, Pasongsongan, Bluto, Kangayan, Nonggunong, Sapeken, Lenteng, Manding, Arjasa, Gayam, Dasuk, Masalembu, Talango, Giligenting, dan Raas dengan berbagai program unggulan yang berfokus pada penurunan stunting, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, kesehatan ibu dan anak, pelayanan digital, kesehatan jiwa, kesehatan lingkungan, hingga peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
Inovasi Kelurahan
Kelurahan Kepanjin mengembangkan KEJUBEL, PESAN KLIMAK, BERDADU, dan SIPELOK KEPANJIN.
Inovasi BUMD
PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) menghadirkan BERANI SIMPEL (Bismillah Gerakan Melayani Simpanan Pelajar).
Inovasi Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan juga turut berkontribusi melalui berbagai inovasi.
SMAN 1 Sumenep mengembangkan tiga inovasi, yakni pembangunan Cooling Box berbasis Underwater Turbine System, eksplorasi tanaman liar Pulau Kangean sebagai penyedap rasa alami, serta DEES (Drone Surveillance System) untuk mendukung perikanan berkelanjutan.
SMKN 1 Sumenep menghadirkan SIPKL.
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) PSDKU Sumenep mengembangkan aplikasi Sumenep Bersih berbasis mobile.
SMP Binar Junior High School menghadirkan Kurikulum SDGs.
SDN Pangarangan 3 mengembangkan KaryaKoin.
PAUD HI El-Fath menghadirkan Si KASEH.
Inovasi Masyarakat
Dari unsur masyarakat, GO UMKM menghadirkan UMKM Halal Hub.
Komunitas Petani Milenial mengembangkan inovasi Pupuk Organik.
Tim SOMBHER melahirkan inovasi SOMBHER (Songenep Akabher).
Sedangkan Arasa Sociopreneur Action menghadirkan inovasi Sedekah Sampah dan Beasiswa Sedekah Sampah.
Dengan meningkatnya jumlah inovasi dari 53 inovasi pada 2024 menjadi 217 inovasi pada 2025, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui BRIDA berharap budaya inovasi terus berkembang di seluruh sektor sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : You
Editor : Fa
















