Mahasiswa UM BBM Tingkatkan Kesadaran PHBS dan Sanitasi melalui Edukasi Lintas Generasi di Desa Dapenda
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam program Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Desa Dapenda melaksanakan program Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Sanitasi bagi masyarakat Desa Dapenda pada 6–13 Juli 2026.
Program tersebut menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, ibu yang memiliki balita, anak usia dini, siswa sekolah dasar, hingga kelompok lanjut usia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup sehat sebagai langkah pencegahan penyakit.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta sanitasi merupakan aspek penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan berkualitas. Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan masih menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diare, infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, hingga stunting pada anak apabila pengetahuan terkait keseimbangan nutrisi masih sangat minim.
Oleh karena itu, edukasi mengenai PHBS dan sanitasi perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat mampu menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Feratika Erdiyanti, salah satu mahasiswa UM BBM Desa Dapenda, Kecanatan Batang-batang menjelaskan bahwa pelaksanaan edukasi dirancang untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia sehingga informasi mengenai PHBS dan sanitasi dapat diterapkan oleh seluruh anggota keluarga.
“Program edukasi ini menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, balita, anak usia dini, hingga lansia, agar kesadaran mengenai kebersihan diri dan lingkungan dapat tumbuh secara menyeluruh di masyarakat,” kata Feratika.
Pelaksanaan edukasi dilakukan dengan memanfaatkan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang rutin diselenggarakan pada setiap pos di Desa Dapenda. Mahasiswa menyampaikan materi di setiap pos pelayanan sesuai dengan kelompok sasaran yang hadir.
Posyandu lanjut Feratika, dipilih sebagai tempat pelaksanaan karena menjadi salah satu tempat berkumpulnya masyarakat. Dengan demikian, edukasi dapat menjangkau lebih banyak peserta tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Selain itu, dalam tahapan pelayanan Posyandu terdapat meja keempat yang secara khusus berfokus pada kegiatan penyuluhan kesehatan” ujarnya.
Untuk materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok sasaran. Kepada ibu hamil, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri selama masa kehamilan, menjaga sanitasi lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat demi mendukung kesehatan ibu dan janin.
Sementara itu, kepada ibu yang memiliki balita, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan makanan, mencuci tangan menggunakan sabun sebelum menyiapkan makanan maupun setelah beraktivitas, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai upaya mencegah penyakit pada anak.
“Edukasi kepada kelompok lansia menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri, mengonsumsi air bersih, membuang air besar di jamban yang layak, serta menciptakan lingkungan yang sehat untuk mengurangi risiko penyakit” terangnya.
Adapun kepada anak usia dini, materi disampaikan melalui metode yang lebih interaktif, seperti praktik mencuci tangan yang benar, mengenalkan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, dan membiasakan perilaku hidup bersih sejak usia dini.
Selain dilaksanakan di Posyandu, mahasiswa juga memberikan edukasi PHBS kepada siswa sekolah dasar melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih sejak dini melalui penyampaian materi yang dikemas secara menarik dan menyenangkan” tuturnya.
Feratika menjelaskan, para siswa diajak memahami pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun, mempraktikkan enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai pedoman Kementerian Kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, menggunakan jamban yang bersih, serta membuang sampah pada tempatnya sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
“Siswa juga diberikan gambaran mengenai cara membuat sabun dari kertas serta diperlihatkan hasil sabun kertas yang telah diproses agar lebih praktis dan mudah digunakan” ungkapnya.
Untuk meningkatkan pemahaman peserta, mahasiswa memanfaatkan media edukasi berupa flipbook yang berisi materi mengenai PHBS dan sanitasi dengan tampilan menarik dan mudah dipahami.
“Penggunaan media visual tersebut membantu peserta memahami informasi yang disampaikan sekaligus meningkatkan minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan edukasi” jelasnya.
Sedang Bidan Desa Dapenda, Isnaini Fajar Dewi, memberikan apresiasi terhadap program edukasi yang dilaksanakan mahasiswa UM BBM tersebut.
“Edukasi PHBS dan sanitasi ini merupakan program unggulan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Harapannya, setelah kegiatan ini masyarakat Desa Dapenda dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari sehingga risiko terjadinya berbagai penyakit dapat diminimalkan,” ujar Isnaini Fajar Dewi.
Melalui program edukasi tersebut, mahasiswa UM BBM Desa Dapenda berharap masyarakat semakin memahami bahwa penerapan PHBS dan sanitasi bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan peran seluruh anggota keluarga dan lingkungan sekitar.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat sejak usia dini hingga lanjut usia, diharapkan dapat tercipta lingkungan Desa Dapenda yang lebih bersih, sehat, dan nyaman sehingga kualitas hidup masyarakat terus meningkat secara berkelanjutan.
Penulis : Iril
Editor : You
















