Rakerda SMSI Jatim 2026, Ketum Firdaus Tegaskan Media Harus Berpikir Bisnis untuk Menjamin Kesejahteraan Wartawan
SETARAJATIM.COM, SIDOARJO – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 di Life Hotel Sidoarjo, Senin (22/6/2026). Forum tahunan tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus penyusunan program strategis organisasi guna memperkuat daya saing perusahaan media siber di Jawa Timur.
Kegiatan itu dibuka langsung oleh Ketua Umum Firdaus dan dihadiri Ketua Sokip, jajaran pengurus SMSI Jawa Timur, serta ketua dan sekretaris SMSI kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Dalam arahannya, Firdaus menegaskan bahwa SMSI merupakan organisasi perusahaan media, bukan organisasi profesi wartawan. Karena itu, seluruh anggota diminta memiliki pola pikir sebagai pelaku usaha yang berorientasi pada pengembangan bisnis media.
“SMSI bukan lembaga profesi, tetapi organisasi industri perusahaan media. Jadi yang kita bicarakan adalah business to business,” tegas Firdaus di hadapan peserta Rakerda.
Menurutnya, keberlangsungan sebuah perusahaan media tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemberitaan, melainkan juga kemampuan membangun jaringan usaha dan kemitraan yang dapat menopang operasional perusahaan.
Firdaus menilai, tugas utama pengelola media adalah menciptakan peluang bisnis yang mampu menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Dengan demikian, kesejahteraan wartawan dan seluruh karyawan media dapat lebih terjamin.
“Anggota SMSI harus memiliki mindset sebagai pengusaha media. Jika perusahaan sehat secara bisnis, maka kesejahteraan wartawan dan karyawan juga akan lebih terjamin,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pemilik maupun pengelola media tidak terjebak hanya memikirkan produksi berita. Menurutnya, urusan jurnalistik merupakan tanggung jawab redaksi dan wartawan, sedangkan manajemen perusahaan harus fokus mengembangkan usaha.
“Jangan hanya bicara mau membuat berita apa. Itu tugas wartawan. Sebagai pengusaha media, tugas kita bagaimana perusahaan bisa berkembang dan mendapatkan peluang usaha,” katanya.
Firdaus mencontohkan, salah satu langkah yang harus dilakukan perusahaan media adalah aktif menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk mengoptimalkan potensi pendapatan dari sektor periklanan.
“Kerjaan saya sebagai media apa? Mencari peluang usaha dan mendapatkan iklan. Kalau tidak begitu, perusahaan akan sulit berkembang,” tandasnya yang disambut antusias peserta.
Sementara itu, Ketua SMSI Jawa Timur, Sokip, berharap Rakerda 2026 mampu memperkuat kapasitas organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan profesionalisme perusahaan media anggota SMSI agar semakin dikenal dan dipercaya publik.
“Ke depan, baik SMSI Jawa Timur maupun SMSI kabupaten/kota harus mampu meningkatkan kapasitas media masing-masing. Tanpa itu akan sulit bagi kita memperkuat eksistensi organisasi,” ungkapnya.
Direktur media Petisi.co tersebut juga menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi pengurus SMSI dari berbagai daerah yang hadir mengikuti Rakerda.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh teman-teman yang hadir. Kehadiran ini menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memajukan SMSI di Jawa Timur,” katanya.
Rakerda SMSI Jawa Timur 2026 menjadi forum strategis dalam merumuskan arah organisasi ke depan. Selain menyusun program kerja, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpengelola media siber sehingga tercipta industri media yang profesional, mandiri, dan berdaya saing di tengah tantangan transformasi digital yang terus berkembang.
Penulis : Anto
Editor : Fa
















