Bukan Sekadar Pajangan! Stand Bappeda Sumenep di Madura Culture Festival 4 Bikin Wabup Terpukau
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Jangan kira stan pemerintah hanya berisi baliho dan tumpukan informasi. Stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep justru tampil beda di Madura Culture Festival 4.
Konsep kreatif, kuis interaktif hingga informasi arah pembangunan lima tahun ke depan sukses membuat stan tersebut ramai disambangi masyarakat.
Hal itu mendapat apresiasi langsung dari Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim saat mengunjungi stan Bappeda, Minggu (30/8/2026).
Wabup melihat langsung berbagai inovasi yang ditampilkan, mulai dari informasi pelayanan, capaian pembangunan daerah, kuis interaktif hingga gambaran perencanaan pembangunan Kabupaten Sumenep untuk lima tahun mendatang.
Kehadiran Wabup tersebut sekaligus menjadi perhatian tersendiri bagi pengunjung yang berada di sekitar stan.
“Saya benar-benar terpukau dengan sajian yang ada di stand Bappeda Sumenep, tentu dengan berbagai inovasi bahkan interaksi yang disuruhkan kepada masyarakat. Jadi semua programnya disajikan disini” ujar Wabup.
Pada kesempatan itu, Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengungkapkan, konsep stan memang sengaja dibuat berbeda. Bappeda tidak ingin sekadar memajang informasi pembangunan, tetapi berupaya menciptakan ruang komunikasi yang memungkinkan masyarakat berinteraksi secara langsung.
“Di sini kami menampilkan berbagai informasi terkait pembangunan Sumenep, capaian pembangunan, pelayanan, serta gambaran perencanaan pembangunan lima tahun ke depan,” kata Arif.
Tak hanya informasi, pengunjung juga diajak mengikuti sejumlah kuis dan aktivitas interaktif. Hadiah menarik yang disediakan Bappeda semakin membuat masyarakat tertarik untuk datang dan berpartisipasi.
Suasana stan pun terlihat semakin hidup. Masyarakat tidak hanya melihat materi yang dipajang, tetapi juga mengikuti kegiatan yang telah disiapkan.
Menurut Arif, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya Bappeda menyampaikan informasi pembangunan dengan cara yang lebih komunikatif dan mudah diterima masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat hasil pembangunan, tetapi juga mengetahui bagaimana proses perencanaan pembangunan dilakukan dan arah pembangunan Sumenep ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, festival menjadi momentum strategis untuk mendekatkan informasi perencanaan pembangunan kepada masyarakat dengan kemasan yang lebih ringan dan menarik.
Melalui stan tersebut, Bappeda Sumenep mencoba menggabungkan edukasi, informasi, pelayanan, inovasi dan hiburan dalam satu ruang.
Pesannya jelas: pembangunan daerah bukan hanya urusan pemerintah. Masyarakat juga perlu mengetahui ke mana arah Sumenep akan dibawa dalam lima tahun ke depan.
Penulis : Yu
Editor : FA
















